Budak Ku Mr. Mafia

Budak Ku Mr. Mafia
Mimpi Buruk


__ADS_3

Seorang remaja tampan tersenyum lebar berlari masuk ke dalam rumahnya. Remaja itu berlari girang seraya menenteng sebuah piala di tangannya.


Senyuman polos terpasang di wajah remaja tampan itu. 


"Mommy, Daddy! Aku menang lagi!" Remaja tampan itu bersorak memanggil kedua orang tuanya.


Remaja tampan itu mencari keberadaan kedua orang tuanya ke semua sudut rumah. Namun, tak juga dia melihat keberadaan dua orang tuanya itu.


"Pasti di kamar," gumam nya berlari dari arah dapur menuju kamar milik kedua orang tuanya.


Cklek.


"Mom … " Senyuman remaja tampan itu pudar di gantikan raut wajah terkejut. Rona berbinar di wajahnya itu berubah puas di kala melihat tubuh kedua orang tuanya menggantung di udara.


"Mommy … Daddy!" teriak remaja itu menangis berlari menghampiri kedua orang tuanya yang meninggal gantung diri.


*


*


*


"Mommy … Daddy! Hiks … mommy, Daddy!" Tom menggelengkan kepalanya tak karuan. Keringat dingin mengucur di keningnya. Raut wajahnya berubah pias.


Lea membuka matanya lebar terkejut saat mendengar suara Tom yang berulang kali memanggil nama orang tuanya. 


"Tom," lirih Lea bangkit duduk menepuk halus pipi suami nya itu.


"Mommy … Daddy … jangan tinggalin Tom! Hiks … mommy, open your eyes!" Tom meneteskan air matanya dalam tidur. Sepertinya pria tampan itu sedang mengalami mimpi buruk.


Lea berubah panik, tangannya tergerak menepuk halus pipi Tom.


Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa suaminya itu tiba-tiba berteriak seperti orang kerasukan? Apakah Tom mimpi' buruk? Lalu mimpi apa itu sampai-sampai suaminya itu menangis dalam tidurnya?


Padahal semalam mereka masih baik-baik saja, bahkan, Tom kembali membuat Lea melayang terbang tinggi ke Cakrawala dengan segala teknik nya itu.


Namun, Lea tak ingin membangunkan Tom untuk bertanya. Gadis cantik itu hanya ingin menenangkan suami tampan nya itu 


"Sayang … Tom, hey! Ada aku di sini! Tenanglah!" Lea mendekap erat tubuh Tom, membawa wajah pria tampan itu ke dalam dada nya. 


Lea mengusap punggung Tom yang bergerak tak karuan. Namun, beberapa saat kemudian berangsur membaik. 


"Mommy … Daddy," lirih Tom pelan lalu kembali terlelap dengan tenang. Pria tampan itu mengeratkan pelukannya menenggelamkan wajahnya semakin masuk ke dalam dada Lea. Seolah Tom sedang mencari ketenangan dalam pelukan jangan Lea.

__ADS_1


Lea bernafas lega saat melihat Tom sudah kembali tenang. Namun, gadis cantik itu tak dapat menahan rasa khawatir nya melihat keadaan Tom yang panik karena mimpi' buruk.


Lea penasaran akan mimpi Tom. Apa yang membuat suaminya yang memiliki keberanian tingkat tinggi berubah ketakutan seperti itu. Terlebih lagi Tom sampai menangis seperti anak kecil yang takut di tinggal pergi oleh orang tuanya.


Lea teringat bahwa ternyata dirinya belum mengetahui apa pun tentang masa lalu Tom. Selama ini Lea hanya fokus pada pekerjaan Tom saja.


"Tenanglah! Sekarang kamu tidak sendirian TomTom! Ada aku yang menjadi istrimu! Aku berjanji akan menemani mu dalam susah maupun senang!" Lea menepuk punggung Tom lembut membuat pelukan Tom perlahan mengendur.


Deru nafas yang tadinya terengah-engah seperti orang berolahraga berubah tenang menandakan si empunya sudah terlelap dalam mimpi nya lagi.


Satu jam Lea menepuk punggung Tom, hingga tak lama setelahnya harus cantik itu juga ikut terlelap menuju alam mimpi bersama sang suami.


*


*


*


Di lain tempat,


Byurr.


Itu bukan suara air melainkan suara bensin yang di siram ke tubuh dua pria asing yang sedang di rantai di batang pohon. Kedua pria asing itu perlahan membuka mata mereka.


Lena, Johan, Jerry, Lee dan Ronal. Kelima manusia tampan dan cantik itu berdiri seraya menyilangkan tangan di depan dada mereka, menatap sinis kedua pria asing yang tak berdaya itu.


"Ka-kalian!" pekik keduanya serempak.


"Ha ha ha … kenapa wajah kalian berdua pucat pasi dan kenapa cara bicara kalian berdua gagu, huh?" Ronal tertawa cekikikan seperti psikopat gila yang sedang mengintrogasi mangsa nya.


Gleg.


Kedua pria asing itu menelan ludah mereka melihat Ronal yang menghidupkan korek api membakar batang rokok nya. Mereka berdua ketakutan kalau tiba-tiba Ronal melempar puntung rokok nya ke arah mereka.


Alamat jadi daging panggang mereka berdua kalau sampai itu terjadi.


"Jelaskan pada kami! Siapa yang menyuruh kalian dan apa alasan orang yang menyuruh kalian untuk mengintai King dan Queen kami!". Jerry bertanya datar tanpa ekspresi. Pria tampan itu sudah terbiasa memanggil Lea queen, karena Lea sudah sah menjadi istri King mereka


"Ka-kami tidak tahu!" Mereka berdua menggeleng kepalanya cepat membuat Ronal tersenyum devil. Pria tampan itu berjongkok lalu mendekatkan puntung rokok ke arah rumput yang sudah basah terkena bensin.


Kedua pria asing itu terbelalak melihat hal itu. Hanya sedikit lagi puntung rokok tersebut menyentuh rumput. Bila itu terjadi mereka berdua otomatis akan terbakar hidup-hidup.


"Aku tidak pernah bercanda dan tak ingin bertele-tele, Bung! Sekali lagi aku bertanya. Siapa yang menyuruh kalian dan apa alasannya orang itu menyuruh kalian mengintai King dan Queen kami? Tidak menjawab berarti lebih baik mulut kalian bungkam seumur hidup!" Ronal tersenyum devil menatap tajam kedua pria asing itu.

__ADS_1


Gleg.


Keduanya kembali menelan ludah kasar melihat tatapan mematikan Ronal.


"Kalau kami menjawabnya bukankah itu percuma saja. Kalian akan membunuh kami setelahnya?" Pria berparas India itu berucap terbata-bata membuat senyuman devil terbit dari wajah Lima Iblis itu.


"Pertanyaan yang bagus, Bung! Kau benar, jawab atau tidak menjawab kalian akan mati! Tapi, satu hal yang kalian harus tahu. Kalau kalian menjawab pertanyaan kami. Maka yang mati hanya kalian berdua! Tapi, bila kalian tidak menjawab pertanyaan kami. Maka bukan kalian saja yang akan mati! Melainkan keluarga kalian yang berada di Mumbai India dan Seol Korea Selatan akan ikut kalian menuju penjaga pintu neraka!" 


Lee berkata dengan nada yang amat dingin. Berbeda dengan Ronal yang bisa tersenyum saat mengancam, Lee terlihat lebih dingin bak gunung Everest. Tak tersentuh dan tak ingin di bantah. Damage nya lebih kental dan kejam daripada pembunuh berdarah dingin.


Kedua pria asing itu langsung menggelengkan kepalanya cepat. Mereka tak ingin keluarga mereka ikutan di bunuh. Cukup hidup mereka yang telah menyusahkan keluarga mereka dengan hidup tak baik.


Mereka tak ingin membawa keluarga mereka ke dalam masalah mereka. Cukuplah mereka saja yang menanggung konsekuensinya itu.


"Baiklah, kami akan menjawab pertanyaan kalian!" jawab keduanya lesu.


"Katakan!" tegas Johan dingin.


"Mister D pemimpin Black Tiger. Mereka ingin kami mencari tahu semua tentang istri King kalian karena dia ingin mengambil Queen kalian dan membuat King kalian hancur dengan melihat istrinya sendiri mati di bunuh di hadapannya lan--akkkk," teriak keduanya serempak dengan darah yang keluar dari mulut mereka.


Sebelum keduanya itu mengakhiri penjelasan mereka. Lena lebih dulu melemparkan dua bilah pisau tepat di jantung mereka.


"Haisss, kau terlalu cepat, Len! Padahal aku begitu haus mendengar teriakan mereka bila di bakar hidup-hidup!" dengus Ronal kesal menatap Lena yang hanya mengedikkan bahunya.


"Kau saja yang seperti peliharaan nya Spongebob," jawab Lena tak acuh.


Bersambung.


Hai hai Author balik lagi nih … ayo mana komentar nya kak …


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰


Mampir juga di karya temen author sambil nunggu author up. Di jamin gak kalah seru juga.






Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2