Budak Ku Mr. Mafia

Budak Ku Mr. Mafia
Flashback Tom


__ADS_3

"Boleh aku tahu siapa kamu sebenarnya, Sayang?" tanya Lea lembut membuat Tom membuka matanya perlahan. Pria tampan itu menatap lekat wajah cantik Lea.


"Kenapa tiba-tiba kamu ingin tahu siapa aku, Sayang? Bukankah kamu sudah tahu siapa aku sebenarnya?" Tom malah balik bertanya seraya mengerutkan dahinya.


Pria tampan itu merasa heran, mengapa istri cantiknya itu tiba-tiba bertanya tentang siapa dirinya? Apakah ada sesuatu yang telah membuat Lea merasa aneh?


"Aku tahu kalau kamu adalah Mafia! Tapi, aku ingin tahu tentang masa lalu kamu seperti apa? Bagaimana kehidupan mu dulu saat masih kecil? Apa cita-cita mu yang sebenarnya? Karena tidak mungkin kalau kamu bercita-cita jadi mafia, 'kan! Tidak ada satu pun orang yang bercita-cita ingin punya penghasilan haram!" jelas Lea panjang lebar tanpa berniat menutupi apa pun lagi.


Gadis cantik itu merasa saat inilah dirinya bertanya tentang masa lalu Tom, meski pria tampan itu terlihat terbuka. Namun, Lea tahu Tom adalah tipikal orang yang tertutup. Tersenyum hanya menutupi luka, banyak berbicara seolah dirinya baik-baik saja.


Lea sering melihat Tom yang kerap kali merenung bila seorang diri. Suaminya itu seolah hidup hanya saat bersamanya. Di luar itu Tom akan berubah menjadi pria tak tersentuh.


Tom membuang wajahnya ke samping tak berani menatap Lea. Pria tampan itu seolah tak ingin menjawab pertanyaan sang istri.


"Tidak ada yang spesial di masa laluku! Aku hanyalah seorang anak petani di Prancis!" Tom menjawab tanpa menatap wajah Lea.


Lea melepaskan genggaman tangannya. Gadis cantik itu merasa Tom tak ingin terbuka dengannya.


"Aku pikir kamu tulus mencintai aku. Ternyata itu semua salah! Kamu tidak mencintai aku setulus hati!" Lea tersenyum getir membuat Tom merasa sakit hati melihatnya.


"Aku mencintaimu, Lea. Benar-benar tulus mencintaimu! Dengan apa lagi harus aku buktikan agar kamu percayai, Sayang! Di hatiku ini cuma ada nama kamu!" Tom menggenggam tangan Lea lembut berharap istrinya itu tak lagi marah.


"Kalau kamu mencintai aku, maka kamu pasti tidak akan merahasiakan masa lalu kamu pada aku! Apa kamu tahu seberapa khawatir nya aku saat kamu mengigau memanggil orang tuamu setiap malam? Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa suami ku terlihat begitu ketakutan? Apa yang harus aku lakukan untuk menenangkan nya?"


"Itulah pertanyaan yang timbul di otak ku setiap malam. Terkadang aku merasa tidak berguna sebagai seorang istri karena tidak bisa membuat kamu tidur tenang setiap malam! Bahkan, aku juga merasa kalau aku ini seperti orang lain untukmu. Kamu tahu semua tentang aku sedangkan aku tidak tahu apa-apa tentang kamu. Hanya status kamu yang mantan Mafia itu saja! Selebihnya tidak!" Lea terisak menutup wajahnya membuat Tom menarik tubuh istrinya itu ke dalam pelukannya.


Tom merebahkan tubuh Lea di sampingnya lalu memeluk erat tubuh sang istri. Namun, Lea memberontak membuat Tom semakin mengeratkan pelukannya.


"Kenapa kamu terlalu misterius? Dari awal berjumpa sampai sekarang status kita sebagai suami istri kamu masih saja serius! Apa artinya sebuah hubungan bila tidak ada kepercayaan sehingga memilih memendam rahasia dan rasa sakit sendiri daripada mempercayai pasangannya untuk bercerita!"


"Aku mohon … ceritakan masa lalu kamu padaku. Baik itu kisah sedih atau senang aku ingin mendengarkan nya. Bila kisah senang kita bisa mengulangi nya di masa depan, bila sedih akan aku buat kamu bahagia bersama ku sehingga kamu lupa kalau kamu pernah sedih, Sayang!" Lea mendongakkan wajahnya mengelus rahang tegas Tom.


Katanya berkaca-kaca bak lampu taman membuat gadis cantik itu terlihat menggemaskan. Tom tersentuh mendengar perkataan Lea yang sangat tulus padanya.


Pria tampan itu pun menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nafasnya perlahan.


"Baiklah, aku akan bercerita pada kamu!"

__ADS_1


"Saat itu umurku 14 tahun."


Flashback.


POV Tom Gilbert Smith


Aku sangat bahagia karena memiliki orang tua yang sangat menyayangi ku. Ayah yang seperti teman karena tak jarang aku bercanda dengannya. Ibu yang hangat dan lembut, terkadang aku pulang dari ladang setelah membantu ayah memanen buah strawberry yang akan di jual ke kota dengan tubuh yang lelah.


Namun, rasa lelah itu hilang begitu saja saat aku di sambut dengan senyuman hangat dan pelukan ibu ku. Dunia ku terasa sangat lengkap kala itu. Hidup kami sangat sederhana tapi kami tidak pernah kekurangan.


Ayah ku adalah mantan ilmuwan di sebuah rumah sakit besar di Prancis. Akan tetapi, aku tidak tahu pasti apa arti ilmuwan itu. Karena setiap aku bertanya apa yang dikerjakan oleh para ilmuwan. Ayah selalu mengalihkan pembicaraan kami sehingga membuat aku pun tak berani bertanya lebih.


Ibu ku hanyalah gadis desa yang menikah muda. Usia ibu ku kala menikah 17 tahun dan ayah 29 tahun. Kata ayah ibu ku memanglah sangat muda. Akan tetapi, pikiran ibu ku lebih dewasa daripada gadis seumurannya.


Kata mendiang nenek dan kakek ku. Ibu merupakan gadis yang sangat genius. Karena kejeniusan yang dimiliki oleh ibu ku di atas rata-rata membuat kakek dan nenek ku tak berani menyekolahkan ibu ku tinggi-tinggi.


Sungguh tidak masuk akal bagiku. Bila ibu ku jenius, seharusnya kakek dan nenek ku senang dan mendukung pendidikan ibu ku. Namun, kakek berkata bahwa kejeniusan yang dimiliki ibu bukanlah tentang pendidikan saja.


"Maksud kakek apa? Emang mommy jenius nya seperti Albert Einstein?" tanya ku yang kala itu masih sangat polos.


"Nanti waktu besar kamu akan tahu sedikit demi sedikit tentang seberapa jenius mommy mu. Tapi, saran kakek kalau nanti kamu memiliki kecerdasan. Jangan terlalu menampakkan nya! Lebih baik terlihat bodoh sehingga mampu mengelabui musuh!" jelas kakek penuh makna membuat otak ku terasa pusing memikirkan teka teki dari perkataan kakek.


Musuh? Siapa musuh itu? Apa kami punya musuh? Entahlah berbagai pertanyaan setelah percakapan ku dengan kakek muncul.


Seminggu setelah percakapan itu. Aku dan orang tuaku berlibur ke sebuah pantai meninggalkan kakek dan nenek di rumah.


Ibu sudah mencoba membujuk nenek dan kakek untuk ikut. Akan tetapi, mereka menolak karena ingin menghabiskan waktu lebih banyak di rumah dan berduaan dengan kakek.


"Mom … Tom ingin pulang! Rindu sama kakek dan nenek!" Tiba-tiba perasaan ku tak enak. Aku kepikiran kakek dan nenek ku yang tinggal di rumah.


Aku tidak tahu mengapa? Padahal biasanya aku yang paling semangat bermain air laut. Akan tetapi, hari ini aku tak mempunyai selera untuk bermain.


Aku ingin tidur di pangkuan kakek dan di tepuk bokong ku oleh nenek. Meski umurku yang kala itu 8 tahun, aku masih saja manja.


"Baiklah, kita pulang sekarang! Perasaan mommy juga tidak enak. Dari tadi minta pulang!" Mommy juga ikut menimpali dengan raut wajah yang gelisah.


Kami pun pulang bersama. Selama perjalanan ibu berusaha menghubungi kakek tapi tidak ada jawaban. Ayah juga mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Tiba-tiba ayah berbicara sesuatu dengan ibu menggunakan bahasa asing yang aku tidak tahu. Ternyata itu bahasa Turki, aku mengetahuinya setelah umurku 14 tahun.


"Sepertinya para musuh sudah mencium keberadaan kita, Sayang!" Ayah ku berkata menggunakan bahasa Turki.


Benar, nama ayah ku Ozan Barrack Smith. Sedangkan nama ibuku Celina Gilbert.


"Kalau sampai mereka berani macam-macam dengan kedua orang tuaku. Akan aku pastikan semua yang mereka miliki hancur hingga tak tersisa!" Ibu ikut menimpali dengan bahasa Turki.


Wajah ibu memerah menahan amarah membuat aku yang masih kecil takut melihatnya. Karena raut wajah ibu saat itu seperti nenek lampir yang ada di televisi.


"Mom, jangan begitu. Tom takut," lirih ku dengan suara imut ingin menangis membuat ibu ku tersadar.


Ibu memasang senyum lembut dan langsung mengangkat tubuhku ke pangkuannya.


"Tom nanti waktu besar harus jadi orang yang berguna, ya! Jangan jadi orang jahat dan tamak. Meski jadi orang jahat jangan sampai mengganggu orang banyak!" Ibu menasehati ku membuat dahiku berkerut karena ucapan ibu ambigu.


Antara menyuruhku menjadi orang baik dan jahat. Aku ingin bertanya, namun, kami telah tiba di rumah.


Bersambung.


Halo kakak author balik lagi … sebelumnya author mau minta maaf karena author salah kamar semalamπŸ˜…πŸ€§πŸ˜­πŸ™


Efek ngantuk dan buru-buru, jadi yang semalam mau tabung ke novel baru malah ke update di bab Tom.


Hihi …


Yang penasaran masa lalu Tom akan author kupas tuntas yah …


Siap-siap tegang😝😝πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


Salem Aneuk Nanggroe Aceh β€οΈπŸ™


Novel Diego udah rilis ysh ... anaknya David. Jangan lupa mampir.


__ADS_1


__ADS_2