Budak Ku Mr. Mafia

Budak Ku Mr. Mafia
Mengintai!


__ADS_3

Lea mengajak Tom pergi mencari menu sarapan petai. Tadinya Mom Nana merasa heran dengan Lea yang tiba-tiba ingin memakan petai di waktu pagi.


Namun, Leo segera mengatakan bahwa Lea hanya ingin mengajak Tom untuk mencoba makanan khas dari Indonesia. Mom Nana yang mendengarnya pun merasa bahagia.


Bahkan, wanita tua itu menyuruh Tom untuk mencicipi jengkol. Tentu saja Tom hanya bisa mengangguk kepalanya karena tak ingin memperpanjang pembicaraan tersebut.


"Nah, berhenti di sini!" Lea menepuk pundak Tom saat mereka melewati sebuah warung nasi.


"Di sini? Ngapain kita berhenti di sini, Lea?" tanya Tom menautkan alisnya sebelah.


Pria tampan itu melihat ke arah warung nasi tersebut. Banyak menu makanan yang berada dalam rak. Beberapa orang yang memakai pakaian kumuh makan di situ.


"Ya makan!" jawab Lea santai seraya membuka sabuk pengaman nya.


"No, kamu tidak boleh makan di sini! Pasti makanan nya tidak higienis, lihatlah para pembelinya saja orang-orang rendahan yang pastinya jabatan mereka kecil!" Tom melarang Lea untuk turun membuat gadis cantik itu menatap tajam ke arah Tom.


Gadis itu tak suka dengan perkataan Tom yang merendahkan orang lain.


"Mau jabatan kecil maupun besar kita sama-sama calon mayat! Orang jabatan kecil juga makan nasi satu piring, orang jabatan besar juga sama makan satu piring! Tidak ada orang yang jabatan besar makan nasi satu bakul! Jadi, tidak ada yang harus di permasalahkan. Jabatan itu hanya status!" tegas Lea menatap kesal Tom.


Tom memejamkan matanya pelan. Pria tampan itu menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nafasnya perlahan.


Baiklah, kali ini saja Tom mengalah karena mengingat keinginan Lea itu adalah bawaan bayi dalam perut istri kecilnya itu.


"Baiklah, kita makan di situ!" Tom pasrah pada keinginan Lea. Pada akhirnya pria tampan itu juga ikut turun dari mobil mewahnya itu.


Untuk pertama kalinya seumur hidup Tom menginjakkan kakinya di sebuah restoran kecil (warteg). Tom menggandeng tangan Lea duduk di kursi panjang.


Lea pun memesan sarapan mereka. Nasi putih, ikan bawal tauco dan tauco petai tak lupa sarden goreng menjadi menu sarapan Lea.


Mereka makan dengan nikmat, Tom menyukai makanan tersebut. Pria tampan itu makan dengan lahap membuat Lea terkekeh kecil.


"Bagaimana makanan orang yang jabatan nya kecil? Lebih enak daripada makanan orang jabatan besar, 'kan? Lebih murah juga!" Lea tersenyum kecil seraya menghapus noda di sudut bibir Tom.


Tom yang mendengarnya pun tersenyum kecil lalu menganggukkan kepalanya, menandakan dirinya setuju dengan ungkapan Lea.


"Ini lebih enak!" balas Tom singkat seraya meneguk jus jeruk.

__ADS_1


"Makanya, jangan menilai buku dari sampulnya! Jangan menilai makanan dari tempatnya. Mereka yang jualan di pinggir jalan juga menomorsatukan kebersihan. Lebih baik membeli makanan di kaki lima daripada restoran bintang lima!" jelas Lea membuat Tom menautkan alisnya sebelah.


"Kenapa seperti itu?" tanya Tom heran.


Bukankah lebih baik di restoran berbintang lima, lebih higienis dan tenang karena tak banyak orang berlalu lalang di saat mereka makan.


"Karena mereka yang berjualan di kaki lima berdagang untuk menyambung hidup mereka. Sedangkan restoran berbintang lima untuk kaya. Jadi, lebih baik membeli pada mereka pedagang kecil. Itung-itung bersedekah!" jelas Lea panjang lebar membuat hati Tom terasa hangat.


Pria tampan itu tak habis pikir dengan pemikiran Lea yang luas. Gadis cantik itu sangat pandai memberikan penjelasan yang masuk di logika dan hangat di hati.


Keduanya saling memasang senyuman manis lalu melanjutkan sarapan mereka. Namun, tanpa mereka sadari ada seseorang yang memandangi mereka sedari tadi.


Di sebuah mobil yang tak jauh dari tempat Tom dan Lea. Terlihat Jerry sedang menatap sebuah mobil yang berjarak 250 meter dari mereka.


"Musuh lagi?" tanya Johan seraya memakan kuaci tanpa menoleh ke depan. Pria tampan itu sedang melihat-lihat para pengemudi Indonesia yang berkendara memakai motor. Sangat jarang di tempat mereka para pengemudi motor.


Di Amerika orang yang tidak memiliki mobil maka akan memilih naik taksi, bus dan kereta api. Sedangkan, Indonesia memilih mengendarai motornya sendiri.


"Sepertinya para kecoak!" balas Jerry singkat.


"Tinggal kasih obat serangga mereka bakal mati!"


"Jangan mengganggu nya, Jo! Biarkan dia beristirahat sebentar sebelum bekerja membasmi para kecoak itu lagi!" tegas Jerry membuat Johan mengurungkan niatnya.


Mereka pun hanya diam di dalam mobil seraya terus menatap ke arah mobil mencurigakan tersebut. Mereka menjaga Lea dan Tom dari kejauhan, memastikan King dan Queen mereka baik-baik saja.


*


*


*


"Apa itu istrinya?" tanya seorang pria tampan berwajah Asia pada temannya yang memiliki wajah seperti orang India.


"Benar, mereka baru saja menikah! Bukankah, ini adalah kabar yang bagus untuk kita laporkan pada Tuan kita?" Pria berparas India itu tersenyum penuh arti seraya menatap Lea yang sedang asik melahap makanannya.


"Benar, kita akan dapat uang banyak!" Pria itu mengambil gambar Lea dan Tom lalu mengirimkan pada orang yang di panggil Tuan oleh mereka.

__ADS_1


Setelah itu mereka menyalakan mobil lalu pergi meninggalkan tempat itu. Tanpa di sadari, mobil Jerry mengikuti mobil mereka.


*


*


*


"Aku akan naik ke dalam mobil, Ronal. Kalian kejarlah kecoak itu. Biar aku dan Ronal yang menjaga King dari jauh!" jelas Johan sebelum turun dari mobilnya.


Pria tampan itu segera masuk ke dalam mobil Ronal. Sedangkan, Jerry langsung menancap gas mengikuti mobil musuh.


"Sepertinya ada yang mengikuti kita!" ujar pria berparas korea itu membuat pria berparas India itu mengumpat kesal.


"Sial! Mereka mengetahui keberadaan kita!" Pria itu menambah kecepatan mobilnya. Dia memilih rute jalan tikus sehingga tidak ada mobil yang melewati jalan tersebut selain mobilnya dan mobil Jerry.


Mereka tidak bisa bergerak bebas di Indonesia karena Indonesia merupakan negara yang tabu akan Mafia. Salah melangkah mereka bisa di tindak pidana oleh negara Indonesia.


"Siall, andai ini Italia sudah aku pastikan mobil itu meledak di jalanan kota!" umpat pria itu seraya terus melirik ke arah belakang.


Dor.


Dor.


Suara tembakan kembali terdengar, peluru di layangkan oleh Jerry seraya mengemudi. Pria tampan itu mencondongkan tubuhnya ke luar jendela dengan tangan kiri yang berada di setir mobil.


Dor.


Dor.


Jerry mengincar ban mobil tersebut. Namun, musuhnya itu terus saja mengelak tembakan mereka. Terlebih lagi mobil yang di gunakan musuh merupakan mobil Anti peluru.


"Biar aku yang ambil alih, Jerr! Kemudikan saja mobil dengan benar!" ujar Lee setelah memindahkan kepala Lena dari pangkuannya. Wanita seksi itu masih saja terlelap tanpa merasa terganggu dengan suara tembakan.


"Baiklah!"


Bersambung.

__ADS_1


Alhamdulillah author udah triple up ini … jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰❤️


__ADS_2