Budak Ku Mr. Mafia

Budak Ku Mr. Mafia
Merdeka Si Otong


__ADS_3

Tom merasa amat bahagia karena si Otong sudah kembali bangun. Dia langsung mencium rakus bibir Lea membuat Lea langsung mengalungkan tangannya di leher Tom.


Suara kecapan lidah terdengar menggema dalam kamar mereka. Suasana temaram membuat aktivitas mereka semakin nikmat. 


Lea sedikit kesusahan mengimbangi ciuman Tom yang terlihat lebih semangat dari biasanya. Bahkan, ciuman Tom sekarang turun ke dagunya. Pria itu menghisap dagu Lea membuat wanita yang sedang hamil itu menggigit bibir bawahnya.


Ah.


Tom menangkup pipi Lea lalu menyatukan keningnya dengan kening Lea. Nafas keduanya kian memburu.


"Apa kamu serius menginginkan ini, Sayang? Karena bila nanti aku memulainya. Aku tidak tahu kapan harus mengakhiri nya!" Tom menatap lekat bola mata Lea yang berkabut hasrat.


Entah setan apa yang merasuki Lea. Wanita itu malah menganggukkan kepalanya lalu menyesap leher Tom meninggalkan jejak mesra di sana.


Ah.


Giliran Tom yang mengerang nikmat. Pria tampan itu langsung merobek lingerie seksi itu sehingga tubuh polos Lea terpampang jelas di matanya.


Tak ingin kalah dari Tom. Lea membantu Tom menanggalkan pakaiannya hingga tubuhnya polos. 


Tom merebahkan tubuh Lea hati-hati ke atas ranjang seolah Lea adalah permata yang tak boleh tergores sedikit pun.


Tom kembali menyambar bibir ranum Lea yang sudah menjadi candu baginya. Pria tampan itu menggenggam dua bongkahan kenyal itu lalu memainkan puncak bongkahan kenyal itu.


Eugh.


Lea hanya bisa melenguh dalam ciuman panas itu membuat Tom semakin semangat. Si Otong telah bangkit dari kuburnya, sekarang adalah waktunya si Otong mencari mangsanya.

__ADS_1


Lea tak tinggal diam. Selama ini Tom yang telah memanjakan dirinya. Sekarang Lea ingin gantian. Dengan gerak cepat Lea membalikkan tubuh Tom ke bawah lalu menindih nya.


"Sayang … "


"Kali ini biarkan aku yang pegang kendali nya, aku juga ingin memuaskanmu, Sayang!" Lea segera melahap rakus bibir tebal Tom, sehingga bibir seksi itu bengkak di buat Lea.


Tom hanya pasrah karena dia ingin menjadi suami yang berbakti dengan menuruti semua permintaan Lea.


"Sayang … " Tom melenguh saat Lea mencium belakang daun telinganya.


Lea yang mendengarnya pun tersenyum penuh arti, karena sudah mengetahui titik sensitif Tom. Tak hanya itu Tom semakin melenguh saat tangan Lea bermain di dada bidangnya dan di pusar.


"Sayang … eumm!" 


Ciuman Lea turun ke pusar Tom membuat pria tampan itu mencengkram rambut Lea. Nafas Tom semakin berat di kala ciuman Lea tepat berada di kepala si Otong yang sudah tegak.


"Ini baru permulaan, Sayang!" ujar Lea tersenyum penuh arti lalu beralih mencium buah telur si Otong membuat Tom kembali melenguh hebat.


Tom ingin berteriak rasanya karena kenikmatan yang di berikan oleh sang istri. Selama ini dirinya hanya bisa menyenangkan Lea dengan perasaan yang hambar tanpa gairah.


Sebaik mungkin Tom beralasan dan membuat Lea mabuk kepayang dengan teknik jarinya. Lea hanya bisa menjerit manja saat sentuhan itu di labuhkan Tom pada pusat diri nya.


Namun, malam ini Lea tak dapat menahan dirinya untuk meminta lebih dari Tom. Ada sesuatu yang aneh dalam dirinya. Mungkin ini permintaan sang anak yang berada dalam perutnya ingin di jenguk oleh sang ayah.


Lea bangkit lalu duduk di atas paha Tom membuat tubuh keduanya menyatu. Tom dan Lea menganga lebar saat kenikmatan itu kian mendominasi dalam tubuh mereka.


"Ah … sayang!" Tom langsung melahap bibir ranum Lea dengan rakus. Kedua tangannya bergerak menggenggam dua bongkahan kenyal itu membuat Lea menjambak rambut nya sendiri karena sensasi baru yang dia rasakan.

__ADS_1


Suara erangan dan kasur yang berderit menggema dalam kamar tersebut membuat cicak di dinding merasa malu untuk bersuara. Karena suara kecapan lidah kedua insan itu terdengar lebih merdu dari suara mereka.


Tidak ada yang mau mengalah. Keduanya sama-sama buas, Tom yang selama ini hanya bisa menelan ludah dan mengelus dada saat melihat tubuh Lea yang semakin berisi pun sekarang merasa merdeka.


Sebab si Otong sudah bangkit dari kuburnya. Begitu juga Lea yang sedang hamil memiliki libido yang lebih tinggi dari biasanya membuat suasana kamar semakin terasa panas.


Tom yang sudah lama tak merasa kenikmatan dunia pun langsung membalikkan tubuh Lea ke bawah lalu segera menggempur Lea dengan tempo cepat.


Terjadi gempa lokal dalam kamar itu. Kasur mereka berguncang hebat karena Lea dan Tom melakukan berbagai gaya.


Seperti hukum fisika yang semakin banyak gaya maka akan semakin banyak tekanan. Kasur itu tak berhenti berderit karena gaya dan tekanan yang di berikan oleh Tom dan Lea.


"Kita ganti gaya, Sayang!" Tom menggendong tubuh Lea lalu membawanya berdiri di dekat pintu kamar membuat Lea mengernyitkan dahinya.


Namun, setelahnya Lea di buat melenguh saat Tom kembali menggagahi nya dengan gaya berdiri.


Bersambung.


Halo kakak semua ... author punya rekomendasi yang bagus banget ini. Di jamin bakal suka, ayukkk mampir ke novel temen author yang gak kalah keren 🥰 karya kak Yayuk Triatmaja



Panas woiii🤪🤪🤪🙈🔥🔥🔥🔥


Hari ini author ulang tahun🤭🤭🥳🥳🥳 apa gak ada yang mau ucapin dan kasih kado😅🤣🤣🤣🤣🤣🤣


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh 


__ADS_2