
Tom mengusap wajahnya frustasi saat tahu Red Tiger menyerang markas nya. Pria tampan itu berusaha mengingat-ingat apa yang telah dia lakukan sehingga membuat sang legenda Mafia menyerang markasnya.
Namun, sekuat apa pun Tom mengingat pria itu tak tahu hal apa yang telah Ia lakukan.Β
"Jerry, kamu tetap di sini untuk menjaga Lea! Aku akan ke basecamp untuk menemui anggota Red Tiger dan berunding dengan mereka!" tegas Tom membuat Jerry mengangguk kepalanya cepat.
"Semoga Anda baik-baik saja, King!" balas Jerry.
Tom segera melangkah keluar dari rumah sakit tersebut. Pria itu hanya bisa berdoa dalam hati agar di beri keselamatan.
*
*
*
"Apa kamu Tuan dari gerombolan Sarden ini?" tanya Alfonso dengan suara dinginnya.
Gleg.
Oh ya ampun β¦ suaranya saja sudah membuat bulu kuduk ku berdiri batin Tom bergidik ngeri.
Pria tampan itu berusaha menormalkan perasaan nya yang sedari tadi gugup dan ketakutan. Tom bersikap seolah-olah dirinya tak takut apa pun.
"Benar, kenapa Anda menyerang markas saya?" Tom bertanya dengan suara dinginnya.
"Bukankah kamu yang memintanya?" sergah Alfonso dengan suara dinginnya berjalan menghampiri Tom yang berdiri dengan tegak menatap dingin Alfonso.
Tom benar-benar dapat menutupi rasa takutnya dengan baik. Meski dalam hatinya Tom sudah komat-kamit membaca mantra pelindung.
__ADS_1
"Apa maksud Anda?" Tom kembali bertanya dengan menaikkan alisnya sebelah.
"Kamu meminta kakaknya Lea untuk menemuimu dan sekarang dia telah datang untuk menemui mu!" Alfonso menunjuk ke arah Leo yang berdiri dengan gagah. Leo menatap sangar ke arah Tom yang malah melongo menatap dirinya.
"Mohon maaf Tuan! Yang saya minta itu kakak nya Lea untuk datang menemui saya! Bukan bapaknya Lea!" jawab Tom dengan raut wajah bodoh menatap wajah Leo yang memerah padam.
Arka, Kemal, Dimas, Dito dan Om Yogi begitu juga dengan Alfonso berusaha menahan tawa mendengar ucapan Tom.
"Bapaknya Lea," bisik Dito di telinga Leo membuat pria paruh baya itu hanya bisa mendengus dingin.
"Hey, goblok! Aku kakaknya Lea bukan bapaknya!" ketua Leo melangkah menghampiri Tom dengan raut wajah sangarnya.
"Benar β¦ dia kakaknya Lea! Dan aku serta mereka ber-lima adalah kakak angkatnya Lea! Kami ke sini untuk menghajar mu dan juga membawa adik kami kembali!" tukas Alfonso membuat jantung Tom hampir copot.
"A-apa? Tidak mungkin!" Tom terbata-bata, pria itu memundurkan langkahnya perlahan menatap tak percaya ke arah Alfonso, om Yogi dan Arka Cs.
"Apanya yang tidak mungkin hemmm? Kau salah mencari lawan, Nak!" Alfonso menarik kerah baju Tom membuat pria tampan itu tak bisa lari ke mana-mana.
Tanpa aba-aba Leo langsung meninju rahang tegas Tom. Tak berhenti di situ saja, Leo menendang perut Tom sehingga membuat pria itu terpental ke belakang.
Amarah Leo yang sudah dua hari ini di tahan membuat dirinya tak bisa mengendalikan emosi. Tiba-tiba gambar Lea yang terkulai lemah tak berdaya di atas ranjang karena ulah Tom hadir kembali di pikiran nya.
"Asu kau!" Leo menendang perut Tom.
Cairan kental keluar dari mulut Tom akibat tendangan keras Leo. Pria tampan itu tak membalas pukulan Leo karena merasa pukulannya akan sia-sia.
"Di mana adikku sialan? Kenapa kau melakukan hal tak senonoh pada adikku, huh? Apa kau tidak tahu betapa hancur nya aku sebagai seorang kakak saat tahu adikku kau lecehkan, huh? Kau taruh di mana otak mu sialan?" teriak Leo murka memukul Tom dengan membabi buta.
Om Yogi terkejut melihat Leo yang memukul Tom dengan beringas. Tidak pernah Ia melihat Leo yang seperti ini. Biasanya Leo hanya menunjukkan senyuman cassanova nya dan juga tertawa cekikikan dengan wajah tengilnya.
__ADS_1
Pria paruh baya yang notabene nya suka melucu kini berubah menjadi pria pemarah. Tidak ada lagi lelucon yang membuat orang-orang tertawa keluar dari mulut manis Leo, karena yang keluar dari mulut Leo sekarang adalah kata cacian dan umpatan.
"Jawab aku sialan ... di mana adikku sekarang? Di mana kau menyembunyikan nya, huh? JAWAB!!" Leo menginjak-injak tubuh Tom membuat pria itu semakin banyak memuntahkan cairan kental berwarna merah dari mulutnya.
Arka yang melihat Tom tak berdaya lagi pun, langsung menarik paksa tubuh Leo agar tak lagi memukul Tom.
"Lepaskan aku, Ar! Biarkan aku memberikan pelajaran pada manusia berkedok binatang seperti nya! Agar kedepannya dia bisa berpikir sebelum bertindak! Bagaimana bisa dia begitu jahat dan tega memperkosa adikku? Kenapa dia tidak melampiaskan hasratnya pada wanita malam saja? Kenapa pada adikku, Ar ... Kenapa? Kenapa pada adikku yang aku jaga selama ini? Kenapa pada adikku yang aku sayangi?"
Leo memberontak membuat Dimas, Kemal dan Dito ikut mencengkram tangan Leo agar pria itu tak hilang kendali, karena sedari awal mereka sudah di ingatkan oleh Alfonso agar tidak membunuh orang.
Mereka tidak ingin sahabat mereka menjadi pembunuh. Arka dan yang lainnya tahu bagaimana hancurnya Leo saat mengetahui Lea di perkosa oleh orang yang tak di kenal. Masih terekam jelas bagaimana gambar Lea saat itu yang terlihat tak berdaya dengan wajah sembab dan tubuh memar.
"Ingat, Le! Kau tidak boleh membunuhnya. Anggap saja kalau ini balasan dari dosa mu si masa lalu! Apa kau lupa kalau kau juga pernah memperkosa seorang gadis yang tak bersalah? Apa kau lupa kalau kau juga menodai adikku?" Dito berteriak di telinga Leo berharap kemarahan sahabatnya itu reda.
Bukan maksud Dito ingin mengungkit masa lalu. Hanya saja pria itu berusaha menyadarkan Leo yang sedang di selimuti amarah. Foto tidak ingin sahabatnya itu gelap mata dan membunuh orang.
Namun, sayang ... sepertinya Leo tak mendengarkan teriakan Dito. Hati dan telinga nya seolah tuli. Bagaikan video slow motion Leo menghempaskan tangan Dito lalu menarik pistol dari saku celana Dito dan menodongkan pistol tersebut ke arah Tom.
"Di mana adikku sialan?" Leo merampas pistol yang ada di saku Dito lalu menodongkan ke arah kepala Tom.
"LEO JANGAN β¦!!! teriak Arka cs menggema.
Dor.
Dor.
**Bersambung.
__ADS_1
Halo-halo kakak semua ... mau update lagi kah?? Kalau tembus komentar π― author bakal up kilat lagiπ₯°π₯°π₯°π―π―
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah π₯°π₯°**