Budak Ku Mr. Mafia

Budak Ku Mr. Mafia
Gugurkan!


__ADS_3

**Bantu Karya ini agar lebih bersinar dan masuk rangking KARYA Populer 🙏🙏 dengan cara LIKE KOMENTAR VOTE DAN BERI RATING 5 YAH 🙏🙏


Saling bantu kita, Author up tiap hari dan kakak semua Vote, like coment dan beri hadiah 🥰


...----------------...


Seorang gadis cantik tampak sedang merias dirinya dengan dandanan natural, membuat seorang pemuda tampan yang sedang bermain game di atas ranjang merasa bingung.


"Mau ke mana Aunty? Pagi-pagi begini sudah cantik?" tanya Olaf seraya menautkan alisnya sebelah.


"Aunty mau jalan-jalan bareng teman Aunty yang dari Prancis!" Lea memakaikan pewarna bibir lalu menyemprotkan parfum ke leher jenjang dan ketiak nya.


"Cewek apa cowok Aunty?" tanya Olaf serius.


"Cewek," jawab Lea santai membuat mata Olaf berbinar bahagia.


"Yes … kalau cewek Olaf ikut! Kenalin sama Olaf ya Aunty! Mumpung Olaf jomblo!" rengek pemuda tampan itu beranjak menghampiri Lea yang duduk di depan meja rias.


"Loh, bukannya kemarin kamu baru jadian sama suster di rumah sakit itu?" Lea terkejut mendengar ucapan Olaf. Masih teringat Lea akan cerita Olaf yang mengatakan dirinya sudah memacari suster cantik di rumah sakit milik Paman Dito.


"Olaf sudah mutusin dia, Aunty!" jawab Olaf dengan bibir mengerucut.


"Kenapa kamu putusin, Laf? Bukannya suster itu tipe kamu banget, ya? Cantik, putih dan bahenol!" ujar Lea heran.


"Ternyata dia istri orang, Aunty!" balas Olaf pelan membuat Lea tertawa lepas. Sedangkan Olaf hanya bisa menekuk lututnya lalu memeluk pinggang Lea karena malu ditertawakan Lea.


"Ha ha ha … makanya, Laf! Kalau lihat yang bening-bening kamu tanya dulu status nya. Jangan main tembak aja!" celetuk Lea mengacak-acak gemas rambut Olaf.


"Sana, bangun! Aunty buru-buru ingin pergi! Kalau kamu mau cari wanita yang jomblo, cari saja di desa! Biasanya cewek desa banyak yang jomblo dan polos! Oh ya … bilang sama Papamu kalau Aunty akan pulang selepas magrib!" Setelah mengucapkan itu Lea segera pergi keluar dari apartemen nya.


Olaf tertegun mendengar saran dari Lea. Pemuda itu terkejut menatap pantulan wajahnya di depan cermin.


"Oh ya ampun … kenapa bisa wajahku setampan ini!" pekik Olaf seraya mengelus dada.


*


*


Di rumah sakit,

__ADS_1


Tom dan Lea tiba di rumah sakit, keduanya segera menemui dokter pribadi Tom. Namun, Lea mengernyitkan dahinya di kala Tom membawa Lea masuk ke poli-kandungan.


Terlebih lagi, rumah sakit yang mereka datangi terlihat seperti sebuah villa mewah yang diubah menjadi rumah sakit. Bahkan, tidak ada seorang pun pengunjung lainnya.


"Tom … kenapa kita masuk ke ruangan ini? Bukannya ini ruangan pemeriksaan khusus bagi orang hamil?" tanya Lea menaikkan alisnya sebelah seraya menatap Tom yang terlihat santai.


"Kamu akan tahu jawabannya setelah ini, Lea!" ujar Tom tersenyum penuh arti.


Terlihat seorang dokter wanita paruh baya bangkit dari kursinya menyambut kedatangan Tom dan Lea dengan senyuman manis terpasang di wajahnya.


"Ayo berbaring di atas sana, Nona Lea!" ajak Dokter tersebut menunjukan arah brankar membuat gadis itu semakin bingung.


"Bukannya yang sakit itu kamu? Kenapa aku yang di periksa? Ada apa ini sebenarnya Tom?" tanya Lea bertubi-tubi membuat Tom tak menjawab apa pun.


Lea terkejut saat merasakan tubuhnya tiba-tiba melayang, Tom mengangkat tubuh nya ala bridal style lalu merebahkan tubuhnya di atas brankar.


Tom menyatukan keningnya dengan kening Lea, tatapan keduanya saling bertemu, mengunci satu sama lain.


"Jangan takut, aku tidak akan menyakiti kamu! Hanya saja aku ingin memastikan sesuatu dan aku harap apa yang aku pikirkan itu benar-benar menjadi kenyataan!" Tom mengecup dalam bibir Lea membuat gadis itu hanya bisa menerima perlakuan Tom tanpa bisa menolak.


Entah ke mana perginya Lea yang cerewet? Gadis itu berubah menjadi pendiam dan penurut di hadapan Tom. Seolah ada mantra-mantra cinta antara keduanya.


"Silahkan periksa, Dok!" titah Tom dengan suara dingin pada dokter wanita tersebut.


Tom menelan ludahnya ketika melihat perut Lea yang mulus terlebih lagi ada tahi lalat di perut bagian kanan Lea, membuat gadis itu terlihat semakin menarik di mata Tom.


Siall … padahal dia benar-benar seksi, tapi, kenapa senjata ku tidak bangun-bangun? Apa jangan-jangan … batin Tom terkejut.


"Selamat, Tuan! Sebentar lagi Anda akan menjadi seorang ayah!" ujar dokter tersebut setelah melakukan USG membuat Lea terkejut. Sedangkan Tom tersenyum lebar.


Dunia Lea seakan berhenti, gadis itu tak tahu dirinya harus mengatakan apa? Dirinya hamil? Lea bukanlah gadis bodoh, dia tahu biji apa yang berada di layar monitor tersebut.


Janin yang sedang berkembang!


Sel telurnya sudah berbuah!


"Tom, a-apa maksudnya ini? Kenapa aku hamil? Dan bagaimana bisa kecebong itu ada dalam perut ku?" Lea menarik-narik tangan Tom menunjuk ke arah layar monitor.


Gadis itu berusaha memastikan bahwa yang sedang menimpa nya itu tak lebih dari mimpi. Lea berharap apa yang di katakan oleh dokter tadi salah. Dia berharap apa yang dilihatnya itu tak nyata.

__ADS_1


Tanpa Lea duga, Tom mencium perut ratanya bertubi-tubi. Kenapa Tom mencium perutnya? Apakah Tom menginginkan anak itu?


"Tidak, Lea. Kamu benar-benar hamil! Hamil anak aku! Dalam perut kamu sekarang ada penerusku!" ujar Tom tanpa dosa dengan mata yang berbinar bahagia.


Degg.


Jantung Lea berdetak lebih cepat, dadanya berdebar tak karuan. Keringat dingin membasahi kening Lea.


Lea hamil di luar nikah! Bagaimana dengan perasaan kedua orang tuanya bila tahu akan hal ini? Bagaimana bisa Lea mengejar mimpinya, jika dirinya sudah memiliki anak? Lalu apa kata para sepupunya (Anak Arka cs) bila tahu dirinya hamil?


Tidak … Lea tidak ingin anak ini. Pikiran gadis itu berubah kalut, semuanya terjadi secara tiba-tiba. Di perkosa, hamil di luar nikah, koma dan bahkan dirinya harus menderita tuli sementara.


"Gugurkan anak ini! Aku tidak mau anak ini menjadi penyebab mimpi ku hancur! Aku tidak mau anak ini karena tak ingin membuat kedua orang tua ku kecewa padaku. Gugurkan! Gugurkan!" jerit Lea secara tiba-tiba memukul perutnya sendiri membuat Tom tersentak kaget.


Tom segera mencekal kedua tangan Lea. Membuat gadis itu memberontak dan memaki Tom habis-habisan.


"Ini semua karena kamu sialan! Kamu yang membuat hidupku semakin runyam! Kenapa kamu sangat jahat padaku, huh?! Kenapa kamu memperkosa ku tanpa memakai pengaman, huh?! Gara-gara kamu tidak pakai pengaman bibit kecebong mu sekarang ada dalam perut ku!" jerit Lea menangis histeris membuat Tom kesal.



Padahal Tom sudah berkhayal tentang raut wajah berbinar Lea saat tahu dirinya hamil. Bukankah para wanita sangat suka anak-anak? Lalu mengapa Lea tidak?


Ck … harapan ku tak sesuai kenyataan, aku kira Lea bakal senang dan memelukku erat lalu mengajak ku menikah. Tapi, kenyataan nya dia malah memaki ku habis-habisan … nasib … nasib, susah banget mau jadi orang baik batin Tom kesal.


"Lea sadarlah! Kamu tidak boleh berkata seperti itu! Nanti anak kita bisa sedih karena mendengar kata-kata mu! Seharusnya kamu itu bersyukur karena bisa hamil anakku. Asal kamu tahu bibit kecebong ku itu berkualitas! Tidak sembarang wanita bisa mendapat nya!" sentak Tom mengeratkan pelukannya membuat Lea semakin murka mendengarnya.


"Dasar baj---,"


Dor.


Bersambung.


Halo-halo kakak … author balik lagi, nih.


Mau double up? Yok kasih tembus komentar 💯.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2