
**Bantu Karya ini agar lebih bersinar dan masuk rangking KARYA Populer 🙏🙏 dengan cara LIKE KOMENTAR VOTE DAN BERI RATING 5 YAH 🙏🙏
Saling bantu kita, Author up tiap hari dan kakak semua Vote, like coment dan beri hadiah 🥰
...----------------...
Flashback on.
Enam pria paruh baya yang memiliki wajah tampan bak Dewa perang dengan tubuh kekar dan berotot. Memiliki rahang tegas serta tatapan tajam berjalan bak model pria di fashion show.
Mereka masuk ke sebuah gedung mewah yang terlihat seperti asrama. Banyaknya para muda-mudi berumur belasan tahun sedang berlatih ilmu bela diri di lapangan gedung tersebut.
Kehadiran mereka ber-enam yang sangat gagah membuat para murid perempuan yang berumur 18 sampai 24 tahun salah fokus. Semua mata menuju ke arah mereka.
"Waw … mereka terlihat seperti hot sugar Daddy!" bisik murid perempuan A pada temannya.
"Aku melihat masa depan ku yang cerah di wajah mereka," balas murid B membuat para teman-temannya tertawa cekikikan.
Mereka tak lain adalah Arka, Dito, Dimar, Leo, Kemal dan Om Yogi. Ke-enam pria hot paruh baya itu masuk ke dalam sebuah ruangan bernuansa hitam.
Terlihat seorang pria paruh baya yang tampan sedang duduk membaca koran di kursi kebesarannya. Insting nya yang tajam membuat pria itu langsung menoleh ke arah pintu saat mendengar suara kaki melangkah masuk ke dalam ruangan nya.
"Apa kabar, Alfonso?" Suara barinton Om Yogi menyapa sahabatnya yang tak lain adalah Alfonso.
Seorang mantan Mafia hebat dan kejam pada masanya dulu. Namun, sekarang Alfonso sudah berubah menjadi pria yang baik hati. Semenjak kejadian di mana dirinya hampir menghilangkan nyawa istri adiknya sendiri di kala itu membuat pria itu merasa bersalah, Alfonso memilih berubah menjadi lebih baik agar rasa bersalah nya berkurang.
Note : kisah Alfonso ada di chat story berjudul "Terjebak Cinta Mafia"
"Hey, Yo! Apa kabar? Sudah lama kau tidak menjumpai ku?" Alfonso meletakkan korannya di atas meja kerjanya lalu bangkit memeluk hangat tubuh om Yogi.
Om Yogi membalas pelukan sahabatnya itu. Meski dulu hubungan mereka sempat renggang karena Alfonso salah pilih jalan menjadi orang jahat. Namun, yang namanya sahabat sejati tidak akan meninggalkan sahabatnya yang salah. Om Yogi terus menasehati Alfonso sehingga pria itu hari demi hari berubah menjadi lebih baik.
"Kabar ku baik! Aku ke sini ingin meminta bantuan ku untuk menghancurkan gerombolan ikan sarden yang telah berani mengusik kehidupan keponakan ku!" Om Yogi tak banyak berkata-kata karena Alfonso sudah mengerti maksud dari perkataan om Yogi.
"Aku bisa membantumu! Tapi, kalau untuk membunuh orang aku tidak bisa! Kamu tahu sendiri kalau dosa ku dulu terlalu banyak, Yo!" Alfonso berkata secara lugas membuat om Yogi mengerti.
__ADS_1
Alfonso mempersilahkan Om Yogi dan Arka Cs untuk duduk terlebih dahulu, agar mereka bisa berbicara lebih leluasa berbicara.
"Aku tidak menyuruhmu untuk membunuh! Tapi, cukup bantu kami untuk menghancurkan kekuasaan mereka, karena yang kami incar adalah ketua mereka saja!" Om Yogi pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi tanpa di tutup-tutupi.
Alfonso menggepalkan tangannya erat ketika mendengar cerita om Yogi yang membuat darahnya berdesir hebat. Bagaimana bisa ada seorang pria yang tega melecehkan seorang gadis dengan cara psikopat? Alfonso tak habis pikir.
"Baiklah, aku akan membantu kalian untuk mendapatkan pria itu! Sekarang juga kita akan bergerak mengepung tempat penyanderaan keponakan mu itu!" Alfonso mengajak Om Yogi dan Arka Cs untuk langsung melakukan penyerangan.
Alfonso menghubungi seluruh mantan anak buahnya untuk segera membantunya. Hanya dalam hitungan puluhan menit, terdengar suara deru motor dan mobil yang masuk ke dalam gedung asrama itu.
Arka, Kemal, Dito, Leo dan Dimas mengernyitkan dahinya ketika hanya melihat 50 orang pria paruh baya dengan penampilan yang berbeda-beda.
Ada yang memakai pakaian petugas Pemadam kebakaran, ada yang memakai baju bengkel ada juga yang memakai Jas dan ada pula yang memakai baju sekuriti.
"Jangan lihat jumlah dan tampilan mereka! Asal kalian tahu! Satu orang dari mereka bisa mengalahkan 10 pria! Apalagi pria yang mentalnya tempe seperti kalian! Bagaimana bisa adik kalian di perkosa kalian tidak tahu? Ck … CK, tak bisa di andalkan!" Om Yogi menatap sinis Arka cs.
Leo, Kemal, Dito, Dimas dan Arka yang mendengar sindiran dari om Yogi pun mengepalkan tangan mereka erat.
"Dasar Togi togel kecambah!! Mati kau … rasakan ini! Enak saja kamu bilang mental kamu mental tempe! Dasar pria tak tahu malu!" jerit Arka murka.
"Mengatai kami tidak bisa di andalkan! Lalu bagaimana dengan mu yang adik mu di bully dan di siksa dulu? Kenapa kamu bisa lengah sehingga adikmu di siksa dan kelaparan hidup tanpa mu? Apa kau tidak bisa bercermin, huh?" Leo membentak om Yogi.
Mereka hanya bisa mengumpat om Yogi dalam hati. Semua kata-kata kasar tadi hanya bisa mereka teriakkan dalam hati. Bahkan, Dimas yang galak dan sangat kalah dengan Om Yogi yang hanya diam dengan raut wajah dinginnya.
"Kenapa kalian melamun?" tanya Om Yogi menaikkan alisnya sebelah ketika melihat Arka cs terdiam dengan wajah memerah.
"Kami tidak melamun! Tapi, kami hanya memikirkan hal kejam apa yang harus kami lakukan saat bertemu dengan pria itu!" elak Leo menggaruk pipinya yang tak gatal.
"Ck … itulah sebabnya kalian mental tempe! Lebih banyak berpikir daripada bertindak, orang sudah sampai ke Amerika kalian masih di Cikampek! Dasar siput!" ejek om Yogi membuat Arka cs kembali memendam amarahnya di dalam hati.
Oh c'mone om Yogi … kenapa mulutmu sangat tajam seperti mulut emak-emak julid!
Ahh … amarah mereka berlima ingin segera di salurkan!
Alfonso yang sudah selesai memberikan aba-aba pada anak buahnya pun menghampiri Arka dan yang lainnya.
__ADS_1
"Kita bergerak sekarang! Ingat … jangan ada yang membunuh! Cukup lukai mereka di titik saraf yang tidak membahayakan nyawa mereka!" tegas Alfonso membuat om Yogi dan Arka Cs mengangguk kepala mereka cepat.
*
*
Om Yogi, Alfonso dan Arka Cs beserta anak buah Alfonso terkejut saat tiba di gedung tempat Lea di sekap.
Bangunan gedung tersebut hancur sebelah. Masih tersisa puing-puing bangunan yang hancur itu. Jantung Leo bergetar hebat, nafasnya tercekat di tenggorokan.
Rasa khawatir dan rasa bersalah menggerogoti jiwanya. Apa yang sebenarnya terjadi di sini? Di mana adiknya? Bagaimana keadaan adiknya sekarang?
"Sepertinya pria itu memiliki banyak musuh!" gumam Alfonso berdiri di depan bangunan gedung tersebut.
Tidak ada siapa-siapa yang berada di banunan gedung itu. Mata tajam Alfonso melihat ke arah tanah, terlihat jejak helikopter yang mendarat di sana.
"Lea … adikku! Hiks … Lea!" Leo berlari masuk ke dalam bangunan tersebut, namun, Arka lebih dulu memeluk tubuh Leo.
"Ar, adikku, Ar. Dia … dia!"
"Jangan cengeng jadi pria! Kendalikan perasaan dan emosi mu! Berpikirlah positif bahwa adikmu baik-baik saja! Kita pindah tempat sekarang, kita serang basecamp mereka yang berada di Timur!" Alfonso berkata tegas membuat Leo langsung menghapus air matanya kasar.
Benar yang di katakan oleh Alfonso bahwa dirinya harus positif thinking!
Flashback off
"Panggil Tuan kalian sekarang!" titah Alfonso dengan santai membuat anak buah Tom ketakutan.
"Ada apa ini? Kenapa kalian datang menyerang kami secara tiba-tiba?" tanya Tom dengan suara yang amat dingin seolah tak gentar menatap Alfonso yang menatap dirinya dari atas kepala hingga ke bawah kaki.
"Apakah kau Tuan dari gerombolan sarden ini?" Alfonso bertanya balik pada pria yang sedang berjalan ke arahnya dengan langkah tegap.
Bersambung.
Halo kakak … author update lagi, nih!
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏