Budak Ku Mr. Mafia

Budak Ku Mr. Mafia
Bangunlah Otong!


__ADS_3

Tom, buka pintunya! Kenapa kamu berhenti di tengah jalan, huh?" Lea menggedor pintu kamar mandi. Gadis cantik itu hanya berbalut selimut menutupi tubuh polosnya.


Lea merasa amat kesal, padahal baru saja dirinya hampir mencapai ******* dan meminta lebih sentuhan dari Tom. Pria tampan itu tiba-tiba berhenti dan berlari masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Lea yang belum sampai pada pelepasan nya.


Bukankah itu menjengkelkan? Menyakitkan? Saat dirinya ingin sampai ke puncak cakrawala tapi si Otong belum masuk. Terlebih lagi si pemilik Otong sudah kabur duluan setelah membuat sesuatu di bawah sana terasa menggelitik.


"Tom … buka pintunya! Aku ingin kita melanjutkan yang tadi! Ayo buka TomTom! Ahhh … kenapa kamu berhenti? Aku belum sampai ke persimpangan, goblok! Si Otong juga belum masuk!" Lea terus menggedor-gedor pintu kamar mandi.


Gadis itu meluapkan emosinya pada pintu kamar mandi, Lea menendang dan memukul keras pintu tersebut berharap si biang kerok keluar.


*


*


*


"Kenapa ini? Kenapa kamu malah tidur di saat-saat seperti ini, Tong! Ayo bangun! Bukankah ini yang kamu inginkan? Kenikmatan dunia surgawi bersama dengan Lea!" Tom terus mengusap di Otong berharap teman baiknya itu bangun.


Namun, jangankan bangun! Mengembang pun tidak, sehingga membuat Tom frustasi ingin menangis. Kebanggaan nya telah K.O duluan sebelum bertempur di atas kasur.


Padahal Tom sudah berjanji akan membuat Lea mendesah di bawah kukungan nya. Namun, apalah daya Tom tanpa si Otong dirinya sia-sia menjadi pria.


"Ayo bangun, sialan! Tunjukkan kekuatan dan pesona mu. Ayo bangun, Tong! Aku yakin kamu cuma ngerjain aku, 'kan! Ayolah … tampan, rupawan, jutawan, menawan dan dermawan bakal sia-sia kalau kamu tidak bangun, Tong! Rugi kamu panjang seperti jalan tol dan besar seperti Hulk kalau kamu tidak bangun!" sentak Tom terus menggoyangkan benda panjang itu.


Dor dor dor.


Itu bukan suara tembakan, akan tetapi, suara gedoran pintu kamar mandi akibat ulah si nyai yang sedang mengamuk karena si Joko tak juga keluar.


Demi apa pun Tom ingin menangis dan berguling-guling di lantai karena si Otong tak kunjung bangun. Kebanggaan nya, aset nya, pusaka nya yang selama ini dia banggakan kini telah tidur.


"TomTom, buka pintu kamar mandinya! Sebelum aku panggil kakak ku untuk mendobrak nya!" teriak Lea membuat Tom meneteskan air matanya.


Apa Lea akan meninggalkan Tom bila tahu yang sebenarnya? Apa gadis cantik itu akan menyewa pria lain untuk memuaskan hasrat nya karena Tom tidak bisa memberikan gadis itu kepuasan.


Di tengah-tengah lamunan Tom, suara pintu terbuka membuat dirinya menoleh ke samping.


*

__ADS_1


*


*


Lea yang kehabisan kesabaran pun langsung mengambil kunci cadangan dari lacinya. Gadis cantik itu membuka pintu kamar mandi dengan hasrat yang sudah menggebu-gebu.


Cklek.


"Ayo kita lanjutkan lagi, Tom!" ujar Lea dengan nafas memburu menarik tangan Tom kasar. Membawa pria tampan itu keluar dari kamar mandi.


"Lea," lirih Tom saat Lea sudah duduk di atas pahanya membuat gadis itu menatap nya dengan mata yang berkabut hasrat. Lea sedang dilanda hormon ibu hamil yang membuat libido dalam tubuh nya lebih dominan dari biasanya.


"Aku ingin." Lea mencium kasar bibir Tom dengan pinggul yang bergoyang. Kulit keduanya bersentuhan tanpa ada sehelai benang pun membuat sensasi aneh pada Lea.


Namun, tidak bagi Tom yang tidak merasakan apa pun. Pria itu tak bergairah karena si Otong tak kunjung bangun. Tom memejamkan matanya berusaha menikmati pertemuan bibir tersebut.


Apa kalau Lea tahu dia akan meninggalkan ku? Apa dia mau menerimaku yang impoten? Apa nanti dia bisa tahan? Atau dia malah menyewa pria untuk memuaskan hasrat nya? Ya ampun … kenapa ini bisa begini? Apa ini ada sangkut pautnya dengan kejadian tempo lalu di mana aku di hajar habis-habisan oleh Tuan Alfonso dan Tuan Yogi?


Batin Tom bertanya-tanya penasaran. Sungguh pria tampan itu sedang dilanda ketakutan dan kegundahan dengan segala kekhawatiran yang timbul di benak nya.


"Hemm … " Lea memejamkan matanya menikmati sentuhan Tom. Pria tampan itu membuat Lea mendapatkan pelepasan nya tanpa harus si Otong masuk.


"Tom, kenapa si Otong belum masuk?" tanya Lea dengan suara terengah-engah membuat Tom menelan ludahnya sendiri.


"Aku tidak mau si Otong kepentok sama kepala anak kita! Nanti bisa bentol kepala anak kita, Sayang!" balas Tom berbohong seraya terus memberikan pada titik-titik sensitif Lea.


Hati Lea menghangat mendengar ungkapan Tom. Gadis cantik itu tak habis pikir, TomTom yang di nilainya pemaksa kini berubah menjadi perhatian pada sang anak yang masih di dalam kandungan.


Oh Lea … andaikan engkau tahu kalau Tom berbohong! Sudah pasti lah malam itu juga engkau murka.


Tubuh Lea bergetar hebat saat merasakan pelepasan. Keringat bercucuran di keningnya membuat Tom menghela nafas lega. Pria tampan itu segera menarik tubuh polos Lea masuk ke dalam dekapannya.


"Selamat malam pertama pernikahan," bisik Tom di telinga Lea membuat gadis cantik itu tersenyum malu. Lea mengeratkan pelukannya menghirup aroma tubuh Tom yang harum.


Terdengar suara deru nafas teratur menandakan Lea telah tidur menuju alam mimpinya. Tom menjentikkan jarinya di depan wajah Lea, namun, gadis itu tak merasa terusik membuat Tom bernafas lega.


Tom mengambil ponselnya yang berada di laci dekat ranjang lalu mengetikkan pesan pada Jerry.

__ADS_1


Jerr, carikan obat penyembuh untuk si Otong ku yang tidak mau bangun. Cari juga spesialis si Otong karena aku ingin berkonsultasi.


Tak lama setelah nya suara ponsel Tom berdering menandakan pesan masuk.


Si Otong emaknya cumi-cumi, King? Temannya si kepiting dan tetangganya si Spongebob?


Tom yang membacanya pun berdecak sebal karena anak buahnya itu tak tahu maksud dari si Otong.


Bukan, Pe'ak … tapi si Otong yang aku maksud adalah si Otong yang berada dalam celana ku 🤬😡😠


Baik, King!🏃🏃


Tom meletakkan ponselnya kembali ke dalam laci meja. Lalu mencoba memejamkan matanya seraya mengeratkan pelukannya pada Lea.


Entah apa yang akan terjadi hari esok. Tom tidak tahu, pria tampan itu hanya tak ingin bila Lea mengetahui keadaan nya, sehingga membuat istrinya itu merasa kasihan atau jijik padanya.


Kehormatan Tom sebagai pria tampan, rupawan, jutawan dan perkasa di pertaruhkan. Jangan sampai permasalahan si Otong terbongkar.


Tom tidak ingin bila dirinya menjadi bahan Bullyan kakak iparnya yaitu Leo. Tom yakin Leo pasti tahu tentang keadaan nya ini dan dia akan membuat Leo kesal karena si Otong kembali bangkit.


Hanya saja untuk beberapa hari atau beberapa bulan kedepan Tom harus memakai jari nya untuk membuat Lea merasa puas di atas ranjang. Entah sampai kapan alasan kepentok kepala anaknya itu bertahan.


Andai saja Lea pintar di bidang pertempuran ranjang maka dapat di pastikan alasan yang diberikan oleh Tom tadi tidak di percayai oleh gadis cantik itu.


"Ada gunanya juga otak mu lambat loading, Sayang," gumam Tom pelan seraya mengecup bibir Lea pelan.


Bersambung.


Hahaha ….sampai kapan itu si TomTom bakal begitu yakk??


Mau lagi?? Ayo vote biar author tambah lagi malam ini😂😂


Ayo satu orang satu Vote … sehari yang baca sampai belasan ribu loh😁😁🙈🙈


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2