Budak Ku Mr. Mafia

Budak Ku Mr. Mafia
Bulan Madu Di Bali!


__ADS_3

Suasana di kota Bali sangatlah indah. Banyak para turis yang datang ke Bali dengan niat yang berbeda-beda. Ada yang ingin berbulan madu dan ada juga yang ingin memanjakan mata mereka dengan keindahan alam kota Bali.


Seperti hal nya dengan sepasang pasangan yang sedang berenang di kolam renang villa milik mereka. Pemandangan di villa tersebut sangatlah indah. Pepohonan yang hijau dan air laut biru membuat mata terasa damai.


"Ahhh … " Suara lenguhan manja keluar dari mulut Lea dan Tom. Tubuh mereka bergetar hebat karena gelombang asmara dalam tubuh keduanya telah keluar dari bawah.


Tom menggempur Lea dalam kolam. Untung saja tidak ada orang di villa itu selain mereka. Lea menoleh ke samping lalu menyesap bibir ranum milik Tom.


Keduanya berciuman tanpa adanya hasrat, hanya ada luapan perasaan yang tersirat dalam ciuman itu. Tom melepaskan ciuman nya lalu mengusap bibir basah Lea.


"I love you!" Tom mengecup kening Lea lembut membuat wanita cantik itu memejamkan matanya menikmati ciuman lembut itu.


"I love you too!" balas Lea menatap lurus ke depan. Kemudian Tom mengambil bra Lea yang mengambang di atas air. Lalu memasang kembali ke dada Lea.


Air kolam itu hangat sehingga membuat Tom tidak merasa khawatir bila Lea kedinginan. Tom memeluk erat tubuh Lea dari belakang.


"Kamu senang liburan ke sini?" tanya Tom lembut meletakkan dagunya di bahu Lea.


"Ke manapun asal bersama kamu aku senang!" Lea menjawab santai membuat hati Tom menghangat. Pria tampan itu merasa dirinya di istimewa kan oleh Lea.


Dirinya di perlakukan bak seorang raja oleh Lea. Pria tampan itu merasa sangat bersyukur karena bisa memiliki Lea sebagai istrinya.


"Apa dia aman di dalam sana?" tanya Tom seraya mengusap perut buncit Lea.


"Pastinya akan, dong. Karena mereka punya Daddy yang selalu ada di samping mereka!" Lea menggenggam lembut tangan Tom yang berada di perutnya.


Tom tertawa pelan mendengar jawaban manis yang keluar dari mulut Lea. Pria tampan itu tak menyangka bahwa dirinya akan di puja seperti ini oleh Lea.


Mereka berdua pun menyudahi ritual berenang mereka saat cacing di perut mereka meronta-ronta minta di isi. Lea dan Tom membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi.


Tak lupa Tom kembali melanjutkan ronde kedua dalam kamar mandi membuat Lea menjerit-jerit manja karena merasa nikmat. Pria tampan itu sangat pandai membuat Lea menjerit kenikmatan. 

__ADS_1


Lea merasa lelah, namun, dia merasa suka dan ketagihan pada setiap sentuhan yang Tom berikan. Tidak menyakiti anaknya dan tak membuat ngilu area intinya. Tom sangat pandai berteknik dalam olahraga panas mereka.


Setelah selesai memakai pakaian. Tom dan Lea turun ke lantai bawah. Tempat di mana para chef sedang menyiapkan makanan untuk mereka.


Lea tersenyum lebar dengan mata berkaca-kaca karena melihat berbagai jenis makanan tertata rapi di atas meja. Terlebih lagi bunga mawar merah terbungkus indah di atas meja.


"Sayang, ini semua untuk aku?" tanya Lea dengan mata berkaca-kaca.


"He'um … untuk ibu dari anak-anakku!" jawab Tom di iringi dengan senyuman manis membuat hati Lea terasa meleleh.


Ah … Tom sangat pandai menggombal, membuat Lea merasa di lambung ke atas langit.


"Ayo kita makan siang! Kasihan anak kita kelaparan di dalam perut kamu, Sayang!" Tom menarik kursi mempersilahkan Lea duduk.


Lea tersenyum lebar lalu duduk di kursi. Tom pun mengambil posisi duduk di hadapan Lea. Kedua pasangan itu saling memasang senyuman manis yang tak pernah luntur di wajah mereka.


*


*


*


"Silahkan di minum, Nona!" ujar chef itu ramah membuat Lea tersenyum manis.


"Terima kasih, Paman!" Lea mengangguk kepalanya ramah. Wanita itu sudah terbiasa memanggil para pelayan nya di rumah dengan panggilan kakak, paman dan bibi. Tak pernah Lea memanggilmu dengan sebutan pelayan karena tak ingin merendahkan dengan sebutan itu.


Chef itu mengangguk kepalanya pelan lalu beranjak pergi menuju dapur meninggalkan Lea dan Tom yang sedang makan siang.


Tom dan Lea pun menikmati acara makan siang mereka dengan obrolan ringan. Tak jarang Tom tertawa lepas karena mendengar candaan Lea yang tiada habisnya. Istrinya itu sangatlah ajaib, mampu merubah kepribadian Tom yang dulunya dingin berubah menjadi hangat dan penyayang.


Lea menyuapi Tom, begitu pula sebaliknya. Mereka menciptakan suasana romantis yang mampu membuat siapapun pasti akan merasa iri bila melihatnya. Terkhusus para jomblo.

__ADS_1


"Makanan nya enak-enak ya, Sayang! Aku suka!" Lea mencondongkan wajahnya karena Tom ingin membersihkan mulut istrinya itu yang belepotan.


"Kalau kamu suka nanti aku undang mereka ke mension kita biar bisa memasak untuk kamu lagi!" balas Tom membuat senyuman manis di bibir Lea kembali terbit.


"Terima kasih, Sayang!" Lea memiringkan kepalanya memasang senyuman manis dan polos nya membuat Tom merasa gemas.


Bagaimana bisa istrinya itu sangat cantik dan imut seperti itu. Ah … rasanya Tom ingin kembali menggagahi istri tercintanya itu.


Dia ingin Lea kembali merengek manja saat di sentuh. 


Haiss … siapapun tolong pria mesum itu! Pikirannya sudah terkontaminasi semenjak si Otong Merdeka.


Lea meraih jus mangga tersebut. Lalu ingin meminumnya, hampir saja pinggir gelas itu menyentuh bibir Lea, tiba-tiba gelas itu pecah.


Dor.


Prangg.


"Sayang!!" teriak Tom panik.


*


*


*


Panik gak … panik gak … ya panik lah🤪🤪🤪


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak beradik 🥰🥰🥰

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰


__ADS_2