
**Bantu Karya ini agar lebih bersinar dan masuk rangking KARYA Populer 🙏🙏 dengan cara LIKE KOMENTAR VOTE DAN BERI RATING 5 YAH 🙏🙏
Saling bantu kita, Author up tiap hari dan kakak semua Vote, like coment dan beri hadiah 🥰
...----------------...
Olaf mengernyitkan dahinya mendengar perkataan Leo. Pemuda itu tak mengerti maksud ucapan sang papa.
"Pria Sarden? Apa maksud nya, Pa? Sarden itu maksudnya apa? Apakah itu nama pria itu?" tanya Olaf bertubi-tubi membuat Leo mengusap wajahnya frustasi.
Pria itu berdecak kesal mendengar pertanyaan bodoh putra sulungnya, sangat susah berkompromi dengan Olaf dalam hal apa pun terkecuali tentang wanita, karena pemuda tampan itu merupakan pakar wanita.
Wajar saja bila Olaf bertanya seperti itu, karena seumur hidup, Olaf tidak pernah makan ikan Sarden ataupun mengenal tentang ikan yang bernama Sarden.
Pemuda itu hanya tahu tiga nama ikan yaitu Hiu, Lumba-lumba dan ikan paus. Selebihnya Olaf tidak tahu menahu akan hewan air itu. Otaknya sudah penuh dengan nama para wanita dari do'i, gebetan, pacar dan nama calon pacarnya.
"Sarden itu nama ikan, Olaf. Bukan nama pria itu!" desah Leo kasar membuat raut wajah Olaf seketika berubah menjadi panik.
Dalam benak Olaf, Sarden yang di maksud Leo merupakan nama salah satu siluman air yang pernah Ia nonton di sinetron misteri ilahi pada masa kecilnya dulu.
"Oh God, jangan bilang kalau Sarden itu temannya siluman air, Pa! OMG … bagaimana ini, Pa? Aunty di culik oleh ikan Sarden! Apa Aunty akan dibawa ke kerajaan air? Ya ampun … kita harus cepat memanggil orang pintar untuk menyelamatkan Aunty, Pa! Sebelum Aunty menghancurkan kerajaan air karena kecerewetan nya!"
Pemuda itu berubah menjadi sangat panik, Olaf segera mengeluarkan ponselnya guna melakukan pencarian nomor WhatsApp orang pintar di google.
__ADS_1
Leo yang mendengar ucapan Olaf hanya bisa melongo dengan mulut yang terbuka lebar. Demi apa pun dunia Leo seakan berhenti melihat Olaf yang mondar-mandir di hadapannya seraya mengotak-atik ponselnya dengan bibir yang mengoceh seperti dukun yang membacakan mantra.
Pria paruh baya itu tak habis pikir, bagaimana Ia bisa memiliki putra se-polos Olaf. Meski kepribadian Olaf yang mengikuti jejak Leo sang cassanova cap bandot. Akan tetapi, Olaf juga menuruni kepolosan istrinya yaitu Ara.
Ck, masih polos seperti ini sudah belagu sok-sokan mau jadi cassanova seperti waktu aku masih muda, yang ada bukan kamu yang mencelup anak gadis orang. Akan tetapi, kamu yang bakal lebih dulu di perkosa janda kembang, dasar bibit cassanova polos batin Leo berdecak.
"Nah, dapat, Pa! Olaf sudah dapat nomor WhatsApp nya. Sekarang Olaf bakal telepon orang pintar itu, biar kita bisa cepat-cepat membawa pulang Aunty Lea." Dengan mata berbinar dan penuh harap Olaf ingin menelepon orang pintar.
Namun, sebuah pukulan keras menghantam kepala Olaf membuat pemuda tampan itu langsung menatap kesal sang papa yang juga menatap kesal dirinya.
"Haduh, sakit, Pa!" desis Olaf mengelus kepalanya pelan.
"Kamu ini goblok apa dodol, huh? Tidak ada yang namanya siluman sarden! Karena yang ada sarden sambal di makan pakai lalapan!" sentak Leo berdecak pinggang.
"Enak, dong, Pa!" jawab Olaf polos membuat Leo seketika meradang. Nafas pria paruh baya itu naik turun menghadapi putranya yang polosnya kebangetan.
"Otak Olaf isinya dangdutan itu juga salah papa. Di mana-mana orang tua waktu ayunin anaknya bakal nyanyiin lagu bintang kejora atau sholawatan! Sedangkan papa malah nyanyiin lagu dangdut! Jadi, jangan salahkan Olaf, Pa. Buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya kecuali di tendang!" sungut Olaf menghentakkan kakinya di lantai.
Skak mat.
Like father like son.
Leo hanya bisa menelan ludahnya seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal mendengar sanggahan Olaf. Pria paruh baya itu masih teringat akan masa lalu saat Ara menyuruh nya untuk menidurkan Olaf yang kala itu berumur 4 tahun, karena Ara sibuk memasak untuk dirinya.
__ADS_1
Leo yang telah berusaha menidurkan Olaf pun merasa lelah karena Olaf tak kunjung tidur. Alhasil Leo menghidupkan lagu cinta satu malam dan mengajak Olaf bergoyang bersama.
Olaf yang kelelahan karena bergoyang pun langsung K.O alias terlelap pulas kala itu juga. Begitulah seterusnya, Leo akan mengajak Olaf bergoyang dulu sebelum tidur.
"Kamu ini benar-benar ngeselin banget tau gak, Laf? Apa yang papa katakan selalu ada jawaban yang keluar dari mulut kamu! terkadang papa heran mulut kamu itu terbuat dari apa?" keluh Leo yang merasa amat gemas menghadapi putranya.
Ingin sekali Leo menenggelamkan anaknya itu ke sungai Nil agar otak Olaf bisa lebih jernih. Akan tetapi, Leo sadar bahwa anak modelnya seperti Olaf itu limited edition tidak ada duanya di dunia dan Leo teringat bagaimana susahnya Ara melahirkan Olaf dulu.
"Yang jelas dari kulit, Pa! Bukan dari beton atau pun batu bata!" jawab Olaf santai membuat Leo kembali meradang lalu mengapit leher Olaf dengan lengannya.
"Wadidaw ... lepasin, Pa! Ketek papa bau ikan asin ... ahhh ... Olaf gak mau! Ahhh ... Papa!" Pemuda tampan itu memberontak membuat sang papa semakin tersenyum lebar.
"Rasakan ini Ferguso ... salah mu siapa suruh membangkitkan iblis yang tertidur dari tubuh papa mu! Enak saja kamu bilang ketek papa bau. Asalkan kamu tahu! Mama mu dulu saat mengandung mu sangat suka mencium ketek papa. Bahkan, sebelum tidur mama mu mengepang buku ketek Papa dulu baru dia tidur!" teriak Leo kesal.
Keduanya melupakan tentang pencarian Lea karena sibuk berkelahi. Hubungan ayah dan anak itu benar-benar seperti sepasang sahabat akrab yang sulit di pisahkan.
Di tengah-tengah perdebatan ringan antara ayah dan anak itu. Suara decitan pintu terbuka membuat keduanya langsung menoleh ke arah pintu.
"Assalamu'alaikum!"
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
__ADS_1
Mau lagi?? Kencangin vote nya ya kakak🥰🥰😘😘😘
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰