Budak Ku Mr. Mafia

Budak Ku Mr. Mafia
Aku Kesepian, Lea!


__ADS_3

**Bantu Karya ini agar lebih bersinar dan masuk rangking KARYA Populer 🙏🙏 dengan cara LIKE KOMENTAR VOTE DAN BERI RATING 5 YAH 🙏🙏


Saling bantu kita, Author up tiap hari dan kakak semua Vote, like coment dan beri hadiah 🥰


...----------------...


Tom mendekap erat tubuh Lea, sehingga wajah keduanya semakin dekat, jarak antara wajah keduanya hanya selisih tiga jari. Bahkan, Lea dapat merasakan hembusan nafas Tom yang beraroma mint.


"Apa syaratnya?" tanya Lea polos membuat Tom menyeringai.


"Syaratnya adalah … " Tom menunjuk bibirnya membuat pipi Lea merona. Gadis itu berpikir syarat tersebut adalah Lea harus mengecup bibir Tom.


Dengan malu-malu Lea mengecup pelan bibir Tom membuat pria tampan itu mencoba menahan senyumnya.


"Aku tahu bibir ku sangat manis, seksi dan menggoda. Tapi, jangan cium aku sebelum aku menyelesaikan ucapan ku!" ujar Tom seraya menaik turunkan alisnya menatap genit Lea.


Wajah Lea merah padam, sehingga ke tulangnya. Gadis itu benar-benar malu mendengar pengakuan narsis Tom.


Oh Tom … kepercayaan dirimu benar-benar sudah mendarah daging! Bahkan, setelah mengalami penyiksaan kejam dari Alfonso dan Om Yogi, kepercayaanmu itu masih tetap melekat pada dirimu.


"Tadi 'kan kamu bilang syaratnya itu cium kamu!" cicit Lea dengan nada kesal membuat Tom terkekeh kecil.


"Aku tidak bilang. Tapi, aku hanya menunjukkan bibirku saja. Tadi 'kan, aku baru bilang 'syaratnya adalah' kamu langsung cium bibir aku!" elak Tom membuat Lea mengerucutkan bibirnya.


"Ya sudah … cepetan bilang apa syaratnya! Aku mau cepat-cepat pulang karena sebentar lagi kak Leo akan mencari ku di apartemen!" sentak Lea memukul pelan dada bidang Tom.


"Syaratnya adalah besok kamu harus menemaniku pergi ke rumah sakit untuk memeriksa penyakit ku!" ujar Tom dengan nada sedih membuat Lea merasa khawatir.


"Apa kamu punya penyakit parah?" tanya Lea dengan nada khawatir menangkup pipi Tom.


Bukannya menjawab, Tom malah menangis tanpa air mata. Bahkan, tubuh Tom bergetar hebat membuat Lea merasa khawatir.


"A-aku … hiks … aku tidak tahu Le-lea … akhir-akhir ini aku sering muntah-muntah, kepala ku gak bisa banyak berpikir karena bakal sakit! Apa yang harus aku lakukan? Aku ini hidup sebatang kara, aku tidak punya keluarga. Orang tuaku sudah lama meninggalkan ku jauh sebelum aku di sunat! Aku ketakutan … hiks … aku kesepian Lea! Apa aku punya penyakit parah? Siapa yang akan merawat ku kalau aku benar punya penyakit parah?"

__ADS_1


Tom mengadukan nasibnya pada Lea, seolah-olah Tom benar-benar tersiksa akan kesepian. Lea yang mendengar ucapan Tom pun meneteskan air matanya. Terlebih lagi pria tampan itu berkata dengan suara yang bergetar menahan tangis.


Sungguh malang nasib Tom. Di balik ketampanan dan sikap garangnya menyimpan luka kesepian yang amat menyakitkan.


Oh Tom-Tom … kenapa kamu sangat menyedihkan? Kenapa hidupmu di penuhi kemalangan dan kesepian?


Lea merasa iba pada Tom, gadis cantik itu merasa terenyuh hatinya karena mendengar nasib Tom.


"Aku takut Lea … bagaimana kalau aku benar sakit! Siapa … hiks si-siapa yang akan merawat ku? Aku tidak punya keluarga seperti orang sakit yang lain?" Adu Tom dengan tangis pura-pura nya.


Benar, Tom hanya berpura-pura menangis dan berakting seolah-olah dirinya kesepian dan ketakutan di hadapan Lea. Berharap gadis cantik itu menjadi iba kepadanya, karena Tom memiliki niat tersembunyi di balik aktingnya.


Ada gajah di balik batu!


Ada udang di balik bakwan!


Ayolah, Lea. Kasihanilah aku yang kesepian ini. Jangan biarkan akting ku ini sia-sia batin Tom geregetan.


Good job, Tom. Akting mu benar-benar bagus, tidak sia-sia kamu berguru pada Lee Min Hoo hanya untuk belajar menangis batin Tom terpekik senang.


Sudah bertahun-tahun lamanya Tom tidak menangis, terakhir Tom menangis saat Lea terluka dan sebelumnya saat kedua orang tuanya meninggal dunia.


Lalu, apa maksud di balik akting Tom? Hanya pria tampan itu yang tahu!


"Kamu janji? Kamu bakal temani aku berobat 'kan? Kamu gak bohong 'kan Lea? Awas kalau kamu bohong? Nanti dosa, loh?" Raut wajah Tom berubah girang dengan cepat. Tak ada lagi raut wajah kesedihan. Tak ada lagi tampang orang teraniaya.


"Eh … bukannya kamu lagi sedih? Kok, langsung berubah jadi girang begini?" tanya Lea terkejut membuat Tom gelagapan langsung kembali berakting.


"Wajar aku girang, karena perkataan. Kamu tadi itu bagaikan pelita bagi hidupku, Lea. Aku hampir menyerah akan hidup karena lelah tiap hari harus muntah-muntah dan pusing kepala dan aku langsung semangat berobat kalau ada kamu yang menemani aku!" elak Tom dengan suara yang bergetar menahan tangis.


"Suttt … jangan menangis dan sedih lagi. Aku janji bakal nemenin kamu untuk berobat!" Lea menarik kepala Tom menyandarkan di dadanya. Gadis cantik itu mengusap kepala Tom lembut.


Ini mah, rejeki nomplok namanya batin Tom tertawa licik.

__ADS_1


Tom tak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut. Pria tampan itu semakin menenggelamkan wajahnya dalam dada empuk Lea, pria tampan itu menghirup aroma tubuh Lea yang sangat menenangkan baginya.


*


*


Di sisi lain, Leo memarahi Olaf habis-habisan karena tak membawa pulang Lea bersama nya.


"Kenapa kamu tidak bawa pulang Aunty mu, huh? Apa kamu lupa kalau Aunty mu itu belum sembuh? Dia itu gampang kecapekan karena masa perawatan nya belum selesai?" sentak Lea pada Olaf yang terlihat santai saja.


Leo yang baru saja tiba di apartemen Lea pun murka saat melihat Olaf yang sedang bermanja-manja dengan gadisnya melalui video call. Leo murka karena tak melihat keberadaan Lea di apartemen.


"Kamu itu papa tugaskan untuk menjaga Aunty mu 24 jam. Makanya, papa suruh kamu tinggal satu atap dengan Aunty mu! Tapi, apa yang papa dapatkan? Kamu malah mengecewakan papa karena tidak bisa menjaga Aunty mu?" sergah Leo mengacak rambutnya frustasi.


"Kenapa papa lebay banget, sih? Sudah Olaf bilang kalau Aunty itu pulang bareng temannya! Mungkin sebentar lagi sudah pulang!" jelas Olaf dengan nada kesal.


Bagi pemuda itu sang papa terlalu membesar-besarkan masalah kecil tersebut.


"Teman? Sekarang papa tanya sama kamu! Apa Aunty mu itu punya teman di Indonesia selain kalian? Apa ada Olaf?" teriak Leo murka membuat Olaf tersentak kaget.


Pemuda itu mematung, dirinya baru sadar kalau Lea tak memiliki teman selain dirinya dan para sepupunya (anak Arka CS).


"Tapi, Aunty bilang tadi … "


"Pria Sarden itu telah menculik Aunty mu lagi!" Leo lebih dulu menyela dengan sorot mata yang menajam.


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰


Yang mau triple up hari ini tunjukkan ✋ di kolom komentar 🥳🥳🥳🥳


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2