Budak Ku Mr. Mafia

Budak Ku Mr. Mafia
Kenapa wajah ku tampan?


__ADS_3

**Bantu Karya ini agar lebih bersinar dan masuk rangking KARYA Populer πŸ™πŸ™ dengan cara LIKE KOMENTAR VOTE DAN BERI RATING 5 YAH πŸ™πŸ™


Saling bantu kita, Author up tiap hari dan kakak semua Vote, like coment dan beri hadiah πŸ₯°


...----------------...


Matahari pagi telah tiba, cahaya keemasan nya masuk ke dalam celah-celah jendela kamar membuat seorang gadis cantik yang masih terlelap pun terusik.


Gadis itu menarik selimutnya kembali guna menutupi seluruh tubuhnya agar tak terkena cahaya matahari. Tubuhnya terasa amat lelah dan rasa kantuk berat kian menderanya.


"Eughh … matahari nya gak sopan! Main masuk ke kamar orang tanpa permisi!" gumam gadis itu kesal dengan suara serak khas bangun tidur.


Pria tampan yang sedang duduk di sofa seraya memangku laptop pun terkekeh geli mendengar gumaman sang gadisnya itu. Pria tampan itu melihat arah jarum jam yang menunjukkan pukul sebelas pagi.


"Hampir jam 12, wajar kalau matahari main masuk! Karena saat ini waktunya bersinar!" Pria tampan itu bangkit dari sofa menghampiri si gadis yang sedang berada di bawah selimut itu.


Pria tampan itu menyibakkan selimut dengan sekali hentakan, selimut itu jatuh ke bawah lantai.


"Eughh … jangan ganggu Aunty, Laf! Aunty masih ngantuk!" Gadis itu mendengus dengan mata yang terpejam membuat pria tampan itu semakin terkekeh geli.


Pria tampan itu yang tak lain adalah Tom telah duduk di samping Lea. Pria tampan itu menepuk halus pipi Lea membuat gadis cantik itu membuka matanya perlahan.


"Bangun, sudah hampir siang! Kita harus segera pulang menemui keluarga mu!" ujar Tom membuat Lea membelalakkan matanya sempurna.


Lea bangkit duduk menatap ke segala arah. Di ingatan gadis itu dia masih berada di tepi sungai sebelum dirinya menutup mata karena kelelahan.


"Tom … kita ada di mana? Bukannya kita masih di tepi sungai? Apa musuhmu berhasil menangkap kita? Oh Tom-Tom … bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan?" Lea tak berhenti mengoceh dengan raut wajah panik.


"Kau ini! Kalau sadar mulut mu yang berisik tapi kalau lagi tidur kentut mu yang ribut! Yang harus kita lakukan sekarang adalah kembali pulang ke rumah kamu untuk menemui keluarga kamu yang saat ini lupa kalau kamu hilang!" sungut Tom dengan nada kesal membuat Lea menautkan alisnya sebelah kanan.


"Eh eh … apa maksud kamu kalau keluarga aku lupa kalau aku hilang? Kakak ku itu over protective terhadapku. Jadi, tidak mungkin dia lupa dan keponakan ku Olaf dia juga sangat posesif padaku. Dia juga tidak mungkin lupa kalau Aunty cantiknya hilang!" ujar Lea panjang lebar dengan sekali tarikan nafas.


Tom yang mendengar dan melihat Lea berbicara satu kali tarikan nafas pun hanya bisa menahan nafasnya.


"Kau sangat mirip dengan--," ucapan Tom terhenti karena di potong oleh Lea.

__ADS_1


"Tukang obat!" sungut Lea kesal membuat Tom menggelengkan kepalanya cepat.


"Bukan tukang obat tapi Nicky Minaj!" ralat Tom membuat Lea membusungkan dadanya angkuh.


"Aku anggap itu pujian!"


"Terserah! Sekarang kamu mandi sendiri atau aku yang mandikan hemm?" tanya Tom dengan nada menggoda seraya mengerlingkan matanya membuat Lea langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


"Stop … jangan mesum! Aku gadis suci yang tak ingin di sentuh oleh pria tampan sepertimu! Kita belum menikah jadi jangan coba-coba melihat tubuh ku lagi. Kalau tidak! Ku cincang masa depan mu saat kamu tidur nanti!" Lea mengancam Tom menunjukkan si Otong yang terbungkus celana kain Tom dengan dagunya.


Sontak Tom yang mendengarnya pun langsung menutup kepala si Otong dengan tangan nya karena merasa takut dengan ancaman Lea.


"Jangan main-main dengan masa depan ku, Lea! Ini adalah benda yang telah berhasil membuatmu berteriak kenikmatan malam itu! Benda ini juga kebanggaan setiap pria! Istilah kata tanpa rahim wanita tidak akan bisa lahir penerus maka tanpa benda ini rahim wanita tidak akan berguna karena tidak ada yang bisa menanam saham di rahim kalian!" sentak Tom dengan raut wajah panik.


Lea yang melihatnya pun terbahak-bahak. Baru kali ini dirinya melihat Tom ketakutan mendengar ancamannya.


"Makanya jangan macam-macam dengan kami para wanita! Kami bisa lebih kejam dan sadis kalau kesabaran kami sudah di ujung tanduk! Kamu bule Prancis belum kenal sama emak-emak strong women berdaster dari Indonesia!" sentak Lea berdecak pinggang memelototi Tom.


"Emak-emak berdaster? Kelompok macam apa itu?" tanya Tom dengan raut wajah bingung.


Tom hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Lea yang tidak acuh dan tak pernah peduli pada penampilan nya.Β 


"Tuhan itu benar-benar adil. Di anugerahi wajah cantik dengan kepribadian jorok! Ck … untung cinta! Kalau tidak sudah ku tendang ke sungai Amazon!" gumam Tom menatap punggung Lea yang perlahan menghilang di balik pintu kamar mandi.


Pria tampan itu teringat akan kejadian semalam. Di mana tepat pukul tiga dini hari para anak buahnya menemukan dirinya bersama Lea.


Tom pun segera pulang ke villanya yang berada di kota Y. Selama perjalanan pulang Tom hanya bisa menggerutu kesal mendengar Lea mendengkur saat sedang tidur.Β 


"Sepertinya aku sudah gila karena jatuh cinta pada gadis aneh seperti nya!" gumam Tom memegang dadanya yang berdebar kencang ketika mengingat momen manis dirinya dan Lea saat berada di tepi sungai.


Pria tampan itu keluar dari kamarnya dengan senyuman manis terpasang di wajahnya membuat Johan dan Jerry yang sedang sarapan pagi di meja makan pun merasa heran.


"Jer! Apa aku tidak salah lihat? King kita tersenyum manis seperti anak perawan yang baru mengenal cinta!" bisik Johan pelan membuat Jerry menoleh ke arah Tom yang berjalan menghampiri mereka.


"Kau juga melihatnya? Aku kira aku yang sedang mimpi!" jawab Jerry terpana melihat senyuman Tom.

__ADS_1


Tom menghampiri Johan dan Jerry dengan raut wajah berbinar bahagia. Pria tampan itu bersiul ria seraya berlari kecil seperti anak gadis yang sedang kasmaran.


"Oh ya ampun … siapa ini? Kenapa dia sangat tampan? Oh tidak … apa ini yang dinamakan anugerah? Kenapa ketampanan nya seperti Dewa Yunani kuno?" Tom terkejut menatap pantulan wajahnya di depan cermin yang terpajang di dinding dapur.


Senyuman penuh kekaguman Jerry dan Johan langsung menghilang setelah mendengar ucapan Tom.Β 


"Narsis!" gumam Johan dan Jerry serempak.


"Jejo! Coba lihat wajah ku yang tampan ini! Siapa tahu dengan melihat wajah ku yang tampan dan rupawan ini wajah kalian juga kecipratan tampan nya!" titah Tom dengan raut wajah serius menghampiri Johan dan Jerry.


"Nama ku Johan dan namanya Jerry, King! Bukan Jejo! Kami berdua bukan saudara kembar maupun adik kakak! Jadi, jangan singkat nama panggilan kami!" tegas Johan yang merasa kesal pada Tom karena kerap kali memanggilnya Jejo bila sedang bersama dengan Jerry.


"Baiklah Jejo!" jawab Tom santai seraya merampas sandwich dari piring Jerry.


"Oh ya ampun, King! Itu makanan saya! Bila Anda mau Anda bisa membuatkan nya sendiri!" sungut Jerry merasa gemas melihat Tom yang memakan sarapan miliknya tanpa rasa bersalah.


"Karena aku mau makanya aku rampas makanan mu. Kalau tidak mana mungkin aku merampas nya!" balas Tom santai seraya mengedikkan bahunya tak acuh membuat Jerry menghela nafas berat.


"Sudahlah, Jerr! Jangan sedih. Seharusnya kamu bangga makananmu dimakan orang tampan! Kau harus ikhlas, bisa jadi dengan keikhlasan mu itu mampu membuat wajahmu lebih berkharisma seperti aku!" ujar Tom menepuk pundak Jerry santai.


"King! Wajah saya dari lahir sudah tampan!" celetuk Jerry kesal seraya mengoleskan selai kacang pada rotinya.


"Eh ngaku-ngaku jadi orang tampan kamu! Asalkan kamu tahu ya, Jerr! Tidak ada pria tampan yang jomblo! Sadar diri kamu kalau ngomong!" sentak Tom menatap tajam Jerry.


"Jomblo bukan berarti tidak tampan atau tidak laku, King! Tapi, kami para jomblo terlalu mahal untuk di ajak berpacaran!" jawab Jerry menatap sinis Tom yang bungkam mendengar ucapan Jerry.


Bersambung.


Alhamdulillah udah triple up hari ini … ayoo yang mau Triple up lagiπŸ₯°πŸ₯°


Beri dukungan nya dong πŸ˜πŸ€—


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak πŸ₯°πŸ₯°


Salem Aneuk Nanggroe Aceh

__ADS_1


__ADS_2