Budak Ku Mr. Mafia

Budak Ku Mr. Mafia
Strategi Om Yogi


__ADS_3

**Bantu Karya ini agar lebih bersinar dan masuk rangking KARYA Populer 🙏🙏 dengan cara LIKE KOMENTAR VOTE DAN BERI RATING 5 YAH 🙏🙏


Saling bantu kita, Author up tiap hari dan kakak semua Vote, like coment dan beri hadiah 🥰


...----------------...


Di Indonesia,


Om Yogi semakin gencar mencari biodata pria yang sudah berani menodai Lea. Pria paruh baya itu mengeluarkan semua keahliannya di bidang IT, hanya dalam hitungan menit Om Yogi mampu menemukan semua data pribadi pria itu.


"Tom Gilbert Smith, pemilik perusahaan Cincau. Group yaitu perusahaan terbesar yang berada di Prancis. Namun, status nya yang merupakan seorang pengusaha itu hanyalah topeng belaka. Pria itu ternyata seorang ketua Mafia kejam terbesar di kota Prancis."


Om Yogi menjelaskan semuanya secara terperinci membuat Leo mengepalkan tangannya erat. Amarahnya telah sampai ke ubun-ubun. 


Pria paruh baya itu ingin segera meluapkan amarahnya sekarang juga. Namun, tidak bisa karena dia harus menahannya sampai bertemu dengan Tom.


"Kita berangkat sekarang! Aku akan mengawal kalian langsung dan memberikan pria itu pelajaran yang tak akan pernah dia lupakan. Aku juga akan mengerahkan seluruh anak buah ku yang ada di Prancis untuk membantu kita nanti di sana!" titah om Yogi dengan penuh wibawa serta sorot matanya yang dingin.


"Biarkan aku yang membunuh bocah laki-laki itu! Dia sudah berani menghancurkan masa depan adikku maka aku juga akan menghancurkan dirinya sampai ke tulangnya." Leo berkata dengan suara yang amat dingin.


Tak nampak lagi senyuman manis khas cassanova nya. Pria paruh baya itu tak pernah tersenyum semenjak mengetahui Lea telah di lecehkan.


"Tak perlu mengotori tangan mu dengan membunuh bocah laki-laki seperti itu. Biarkan aku saja yang menghancurkan hidupnya sehingga membuat dia merasa hidup segan mati tak mau!" Om Yogi menepuk pundak Leo untuk pertama kalinya, membuat Dito yang melihatnya pun merasa cemburu.


"Kak ipar, aku juga ingin!" Dito memanyunkan bibirnya seraya menunjuk pundak kanannya.


"Ingin ku patahkan?" tanya Om Yogi dengan suara yang amat dingin membuat bulu kuduk Dito langsung berdiri.


Sedangkan Arka, Dimas, Dito bahkan Leo pun berusaha menahan tawanya melihat Dito yang selalu di buat tak berkutik dengan kata-kata savage nya om Yogi.


"Tidak jadi! Ayo kita berangkat sekarang." Dito langsung melangkah cepat keluar dari ruangan tersebut dengan perasaan yang dongkol.

__ADS_1


Mereka berenam pun keluar dari ruangan tersebut. Pesawat pribadi Om Yogi telah di siapkan. Di dalam pesawat om Yogi mengatur strategi penyerangan yang akan mereka lakukan.


"Tugas kalian berlima yang pertama adalah hancurkan perusahaan nya terlebih dahulu! Buat para investor dan para pemegang saham sekaligus menarik sahamnya kembali. Lalu, kalian tarik para karyawannya agar mau bekerja di bawah naungan perusahaan kita dengan iming-iming gaji yang lebih besar."


Arka, Leo, Kemal, Dito dan Dimas mendengarkan strategi om Yogi dengan baik. Mereka tidak menyela sekali pun. Mereka setuju dengan strategi yang Om Yogi buat.


"Sedangkan tugasku yaitu menghancurkan kelompok Mafia nya. Mungkin dia ketua Mafia terbesar di Prancis di zaman sekarang. Tapi, dia lupa siapa legenda Mafia di zaman dulu yang membuat tanah Eropa gempar!" Om Yogi berkata dengan nada angkuh membuat Arka Cs mengira om Yogi lah sang legenda itu.


"Pasti kakak ipar legenda itu!" Dito menerka dengan raut wajah berbinar nya.


"Bukan aku tapi temanku," jawab Om Yogi polos membuat Arka dan yang lainnya pun berusaha menahan tawa mereka. Sedangkan Dito hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Entah seberapa banyak dosa ku di masa lalu sehingga Allah menghukum ku dengan memberikan kakak ipar yang damage nya seperti gunung Merapi batin Dito pasrah.


*


*


*


Tom berjalan mondar-mandir di depan ruangan UGD, sudah dua jam Lea di tangani oleh Dokter. Namun, para dokter tersebut belum keluar sampai sekarang. 


Pria tampan itu mengusap raut wajahnya frustasi. Pundaknya terasa berat, seolah-olah ada batu berat yang berada di pundaknya. 


Jerry yang melihat Tom mondar-mandir dari tadi pun menghela nafas berat.


Ya ampun … kepala ku bisa pusing melihat King yang mondar-mandir seperti gasing putar batin Jerry kesal.


"King, duduk lah dulu! Jangan panik, Nona manis Anda pasti akan baik-baik saja karena kita membawa nya ke rumah sakit tepat waktu! Bahkan sehari semalam Anda mondar-mandir tidak akan membuat waktu terulang kembali. Jadi, lebih baik Anda duduk saja." Jerry bersuara karena tak sanggup lagi melihat Tom yang tak berhenti mondar-mandir.


"Aku mondar-mandir karena ingin waktu cepat berjalan. Bila aku duduk waktu terasa begitu lambat! Biarkan aku mondar-mandir kalau kau pusing kepala melihat ku maka penggal saja kepala mu biar kau tidak pusing lagi!" ketus Tom terus mondar-mandir membuat Jerry sontak memegang lehernya.

__ADS_1


Mati dong, kalau aku penggal kepala ku batin Jerry bergidik ngeri.


"Jerr, kenapa dokter belum juga keluar dari tadi? Apa mereka tidur di dalam, huh? Coba kau masuk dan periksa, Jer! Kalau mereka benar-benar tidur biarkan aku membuat mereka tidur selamanya!" Tom tak berhenti mengoceh membuat Jerry tersedak ludahnya.


Ya ampun Tom! Apa otak mu tidak berfungsi lagi? Apa kau terlalu panik sehingga tidak bisa berpikir waras? Mana ada Dokter yang tidur di dalam ruangan UGD di saat pasien mereka sedang berjuang bertahan hidup! 


Ingin sekali Jerry berteriak di wajah Tom seperti itu, namun, pria tampan berwajah datar itu tak berani karena masih merasa sayang dengan nyawanya.


"Oh iya, Jer! Hubungi Ronal katakan padanya kalau di antara anak buah kita ada pengkhianat. Cari pengkhianat itu dan penggal kepala mereka semua lalu kirim kepala mereka ke basecamp musuh!" Tom memberi perintah dengan raut wajah sangarnya. Pria tampan itu masih terbayang dengan jelas bagaimana dirinya dan Lea terlempar keluar saat bom meledak.


Rasa geram dan dendam bersarang di hati Tom. Pria tampan itu ingin sekali menguliti para pengkhianat itu hidup-hidup. Namun, pria itu tak bisa karena harus menjaga Lea sehingga pulih.


Jerry segera menghubungi rekannya yang juga merupakan orang terpercaya Tom. Pria datar itu memerintahkan sesuai perintah Tom.


Jerry yang sedang berbicara dengan Ronal pun membelalakkan matanya saat melihat Tom menggedor-gedor pintu ruang UGD.


"Hey, dokter sialan! Kenapa kalian tidak keluar-keluar, huh? Apa kalian tidur di dalam? Buka pintunya biar aku lihat apa yang kalian kerjakan! Awas saja kalau kalian tidur, akan aku capcay usus kalian semua!" Tom berteriak seperti orang yang kesetanan membuat Jerry langsung mematikan teleponnya sepihak.


Pria datar itu langsung menarik tubuh Tom yang seperti orang kesetanan.


"King, tenanglah! Lama-lama Anda saya ruqyah kalau belum tenang!" Jerry menarik tubuh Tom kasar.


*


*


Para dokter yang sedang menangani Lea pun menelan ludahnya mendengar teriakkan Tom. Mereka semua tahu siapa Tom karena mereka merupakan anak buah Tom di bidang kedokteran.


"Sepertinya kita harus mengucapkan selamat tinggal pada keluarga kita!" gumam salah satu Dokter membuat dokter lainnya pun mengangguk kepalanya setuju.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🙏🙏


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏


__ADS_2