
**Bantu Karya ini agar lebih bersinar dan masuk rangking KARYA Populer ππ dengan cara LIKE KOMENTAR VOTE DAN BERI RATING 5 YAH ππ
Saling bantu kita, Author up tiap hari dan kakak semua Vote, like coment dan beri hadiah π₯°
...----------------...
Hari ini merupakan hari yang di tunggu-tunggu Tom dan Lea. Hari ini merupakan hari bersejarah bagi keluarga besar Dicaprio, karena putri tunggal Tuan James Dicaprio telah di pinang oleh seorang laki-laki yang berasal dari negara Prancis, yaitu negara kelahirannya sendiri.
"Aunty sangat cantik!" puji Ana ketika melihat Lea yang sedang duduk di sofa panjang memakai gaun pengantin berwarna putih. Mahkota kecil melingkar di kepala Lea, rambutnya di buat sanggul modern dengan riasan wajah ala barat.
Wajah Lea merona malu mendengar pujian dari keponakan nya sendiri. Gadis cantik itu menatap pantulan wajahnya di depan cermin yang sempurna. Hidungnya mancung, bola mata abu-abu dan bibir mungil, namun, tebal.
Ahh β¦ Lea terlihat seperti bidadari pikir mereka.
"Bener, Aunty benar-benar cantik! Andai saja Aunty bukan Aunty ku, sudah aku nikahi dari dulu!" timpal Olaf dengan air liur yang hampir ngeces. Ana yang melihat saudara kembarnya itu pun merasa jijik.
"Dasar mesum! Kau sedang membayangkan apa pada tubuh Aunty mu sendiri, huh?" sentak Ana memukul bokong Olaf membuat pria tampan itu mengelus bokongnya.
"Ana, aku ini pria normal! Melihat wanita cantik dengan tubuh yang bagus sudah pasti membuat otak ku traveling menuju surga dunia!" ketus Olaf dengan nada kesal menatap sinis saudari kembarnya itu.
"Kau ini! Menghilang tiga hari pergi entah ke mana minta cek satu triliun sama papa dengan alasan mau investasi di perusahaan Maheer! Tapi, hasilnya mana!" Ana tak habis pikir pada sikap saudara kembarnya itu. Olaf benar-benar boros dan polos.
Leo sebagai sang ayah sebenarnya tak ingin memberikan sek sebanyak itu pada Olaf, akan tetapi, Olaf sangat pandai merayu dan mengambil hatinya. Bila pria tampan itu mempunyai keinginan, maka Olaf akan mendatangi Leo ke ruang kerja dengan tampang polosnya.
Flashback.
Leo sedang fokus bekerja menatap layar laptopnya. Pria paruh baya itu menoleh ke arah pintu saat mendengar seseorang telah membuka pintu. Leo mengernyitkan dahinya ketika melihat Olaf masuk dengan orang polos seraya menenteng secangkir kopi di tangan kanannya.
"Pa--,"
"Mau apa lagi?" tanya Leo yang sudah sangat hafal pada pribadi sang anak membuat Olaf tersenyum lebar.
__ADS_1
"Pa, Olaf mau minta sesuatu, boleh? Tapi, papa janji harus turuti!" Olaf berkata sungguh-sungguh dengan mata puppy eyes yang amat sangat mirip dengan Ara.
"Baiklah!" Leo menghela nafas panjang ketika melihat ekspresi Olaf yang sama seperti ekspresi Ara di kala meminta sesuatu.
"Olaf minta cek satu triliun!" ujar Olaf dengan raut wajah berbinar membuat Leo tersedak ludah nya.
"Buat apa satu triliun, Laf! Mau bangun negara kamu, huh?" sentak Leo memelototi sang anak membuat senyuman di wajah Olaf langsung pudar. Tanpa banyak berkata lagi Olaf langsung berbalik ingin meninggalkan ruangan Leo.
"Olaf! Mau ke mana kamu?" tanya Leo yang belum selesai berbicara.
"Mau telpon uncle David! Olaf yakin uncle bakal kasih cek satu triliun untuk Olaf karena uncle lebih kaya dari pada papa dan juga lebih sayang sama Olaf! Dari dulu kasih sayang papa hanya untuk Han. Anak laki-laki papa cuma Han!" balas Olaf dengan nada kesal membuat Leo membelalakkan matanya sempurna.
Pria paruh baya itu tak habis pikir bagaimana bisa Olaf cemburu pada Han. Benar, yang di katakan Olaf bahwa Leo lebih memperhatikan Han daripada dirinya, namun, itu semua Leo lakukan karena Han lebih dekat dengannya daripada Ara maupun kedua orang tuanya.
Kemanjaan Han padanya membuat Leo merasa bahagia karena Ana dan Olaf dulu tak semanja itu padanya. Sehingga, Leo lebih memperhatikan Han karena mengira kedua anak kembarnya itu tak terlalu membutuhkan nya.
Lalu apa tadi? David lebih kaya darinya? Sepupunya yang di Amerika itu lebih menyayangi Olaf darinya? Oh tidak β¦ Leo tak akan terima bila Olaf memuji David di hadapannya.
"Ambil ini! Lihat, papa lebih kaya daripada uncle mu dan papa lebih menyayangi mu dari uncle mu! Yang harus kamu ingat adalah papa tidak pernah pilih kasih!" tegas Leo memberikan cek satu triliun pada Olaf membuat raut wajah Olaf langsung berbinar bahagia.
"Tentu, Pa. Cuma orang buta yang mengatakan uncle lebih kaya daripada papa. Olaf tadi hanya bercanda kok, Pa! Dan Olaf tidak cemburu papa lebih dekat dengan Han karena Olaf lebih suka mama daripada papa! Terima kasih, Pa. Jangan begadang nanti mata papa mirip mata panda dan papa akan kelihatan tua nantinya!" celetuk Olaf seraya mencium cek tersebut lalu berlari keluar dari ruang kerja Leo.
Leo termangu mendengar ucapan sang anak yang berubah drastis menjadi bahagia setelah menerima cek.
"Apa tadi Olaf hanya memancing emosi ku agar aku mau memberikan cek untuk nya," gumam Leo seperti orang bodoh.
Flashback off.
"He he β¦ Olaf keluar dulu Aunty, mau jumpa trio M!" Olaf segera keluar dari kamar pengantin karena tak ingin di introgasi oleh saudara kembarnya itu lagi.
Ana dan Lea yang melihatnya pun hanya bisa menggelengkan kepalanya karena merasa gemas melihat Olaf. Pria tampan itu sangat pandai mengontrol emosi lawan bicaranya dengan hanya memasang wajah polos tanpa bersalah sudah mampu membuat orang iba dan merasa menjadi penjahat meski aslinya mereka korban.
__ADS_1
"Wajahnya benar-benar berbanding terbalik dengan kelakuan nya! Wajahnya hanya mirip Mama tapi kelakuannya entah mirip siapa?" sungut Ana membuat Lea terkekeh geli melihat nya.
"Ana, jangan terlalu suka mengoceh dan galak. Kamu ini wanita! Bersikaplah seperti wanita agar kamu cepat laku seperti Aunty!" ujar Lea membuat Ana mengerucutkan bibirnya.
"Ini nih β¦ ternyata Aunty kena penyakit emak-emak rumpi, giliran dirinya sudah laku mau nikah langsung memaksa orang lain agar cepat nikah!" sungut Ana membuat Lea terkikik geli.
Gadis cantik itu merasa terhibur melihat ekspresi kesal keponakan cantiknya itu.
"Sayang β¦ " Mom Nana masuk ke dalam kamar pengantin bersama dengan Ara, Putri, Bilqis, Alexa dan Sena.
"Ya ampun β¦ Lea kamu benar-benar cantik sekali, Sayang! Waw β¦ tubuh kamu juga semakin berisi! Bagian-bagian tertentu semakin membesar! Apa kamu minum jamu, Lea? Bagi dong resepnya ke kami ini biar ekhm ekhm nya semakin ketat dan besar!" ceplos Bilqis blak-blakan tanpa filter melirik ke arah dada Lea yang semakin berisi.
Sedangkan, yang lainnya hanya bisa menahan tawa mendengar pertanyaan Bilqis yang masih semangat dalam urusan ranjang. Padahal, mereka semua sudah sangat bahagia bila suami mereka tidak menyentuh mereka. Namun, Bilqis malah susah dan gundah bila tidak di sentuh Kemal meski hanya semalam.
Lea tersenyum kikuk dengan pipi yang mulai merona karena tak tahu harus menjawab pertanyaan Bilqis seperti apa.
Jamu? Entah makhluk apa itu? Lea tak pernah mendengarnya!
"Sudah-sudah β¦ ayo kita keluar karena acara sudah mau di mulai!" ajak Mom Nana seraya menggandeng tangan Lea.
Bersambung.
Nah, Lea udah mau nikah nih β¦ ayo mana kado nya?? Mau lagi?? Kasihlah komentar nya yang banyak untuk author yang sedang mengantuk ini πͺπͺπͺ
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak π₯°π₯°π₯°
Salem Aneuk Nanggroe Aceh β€οΈπ
Mampir juga ke novel temen author yang satu iniπ₯°π₯°π₯°
__ADS_1