
Seorang pria tampan memakai pakaian casual menyeret kakinya keluar dari Bandara Soekarno Hatta. Kacamata hitam bertengger di hidungnya membuat pria itu semakin tampan.
"Selamat datang di Indonesia, Tuan!" ujar anak buahnya membungkuk pada pria itu.
"Akhirnya aku tiba di negara macet ini juga!" ujar pria tampan itu dengan nada datar.
Pria itu pun segera masuk ke dalam mobil anak buah nya. Selama perjalanan dia mengotak-atik laptop yang berada di pangkuannya.
"Tuan Dave, apa Anda benar-benar ingin membantu Mister Tom?" tanya bawahannya yang sedang menyetir.
Pria tampan itu tak lain adalah Dave Matthews, polisi cassanova yang pernah bertemu dengan Lea.
Dave menghembuskan nafasnya pelan. Pria tampan itu membuka kacamatanya lalu memijat hidung mancungnya.
"Aku bisa apa? Aku sudah berjanji pada ayahku untuk membantunya. Kalau saja bukan karena janji itu, pastilah aku tidak perlu repot-repot datang ke negara ini!" keluh Dave dengan nada kesal.
Pria itu teringat akan mendiang ayahnya yang pernah menyuruhnya untuk membantu seorang pria bernama Tom Gilbert Smith untuk menangkap pembunuh orang tua Tom.
Ayah Dave merupakan seorang ilmuwan yang sama seperti Tom. Perbedaannya ayah Dave tak di incar oleh atasan gilanya itu karena ayah Dave tidak sepintar ayah Tom. Hanya saja pria tua itu merasa bersalah karena tidak bisa menolong ayah Tom yang pada kala itu sedang di cari oleh atasan gilanya.
Sebelum meninggal ayah Dave berpesan untuk melindungi Tom dari atasannya yang akan menyerang Tom suatu saat nanti.
"Hidup ini benar-benar penuh misteri! Entah kapan misteri itu terungkap dan aku bisa lepas dari jabatan ku!" gumam Dave menghela nafas berat.
Pria itu menjadi polisi karena ingin mengungkap kasus pembunuhan orang tua Tom sebab ayah Dave pernah berhutang jasa pada ayah Tom.
Dulu saat Dave lahir, ayah Tom lah yang membayar semua biaya administrasi dan membiayai seluruh kebutuhan keluarga kecil mereka selama beberapa bulan sebelum ayah Dave menjadi S3 nya dan bekerja di perusahaan yang sama dengan ayah Tom.
"Apa di Indonesia ada bar untuk aku beristirahat sejenak sebelum beraksi?" tanya Dave pada bawahannya yang sedang menyetir mobil.
"Ada, Tuan!"
"Bawa aku ke sana!"
"Baik, Tuan!"
*
*
__ADS_1
*
Di lain tempat, terlihat lima pria paruh baya yang masih sangat tampan sedang menatap ke layar komputer di mana ada satu pria paruh baya lagi sedang mengotak-atik komputer tersebut.
"Perusahaan Genius Human," ucap mereka serempak saat melihat penemuan mereka.
"Sepertinya yang membunuh ayah adik iparmu itu bukan orang biasa!" ujar Arka membuat Leo mengangguk setuju.
"Perusahaan Genius Human adalah perusahaan yang bergerak di bidang meracik obat dan racun. Banyak ilmuwan handal dan hebat dari berbagai belahan bumi bekerja di perusahaan itu. Namun, ada yang janggal di tahun ke-10 perusahaan itu bergerak. Ada beberapa ilmuwan yang tiba-tiba berhenti bekerja!"
"Kabarnya, atasan mereka mulai menyuruh mereka melakukan hal aneh. Seperti membuat racun mematikan berbentuk parfum. Aromanya seperti aroma herbal yang menenangkan korbannya. Namun, aroma itu dapat membunuh para korbannya dalam hitungan detik. Para korbannya mati karena terkena serangan jantung!"
"Tak berhenti di situ saja, mereka juga membuat racun yang bila korban nya meminum racun tersebut membuat mereka mati dalam keadaan tersenyum. Namun, organ tubuh korban akan lumpuh dan kaku!"
"Dugaan ku, ayah adik iparmu itu tak tahan bekerja karena semakin banyak korban yang tak bersalah harus mati karena racun buatan mereka. Atasan mereka yang bernama Mr. D menjual racunnya itu kepada para bangsawan dan pihak Mafia. Karena racun buatan mereka mampu membunuh lawan tanpa di curigai oleh pihak kepolisian!"
"Dan yang terakhir racun 'Senyum iblis' adalah racun yang mampu membuat korbannya mati tersenyum sempat di berhentikan pemasaran nya karena salah satu ilmuwan yang membuat racun itu berhenti bekerja, bahkan, ilmuwan itu membakar semua resep racun tersebut dan membawa pergi semua racunnya!"
"Dan aku menebak ilmuwan itu adalah ayah adik iparmu. Dia di bunuh karena di anggap pengkhianat oleh atasannya sendiri!"
Om Yogi menjelaskan panjang lebar membuat Arka Cs mengusap wajah mereka frustasi.
Bayangkan saja, Tom hidup dalam ketakutan dan kesepian. Tanpa ada keluarga dan orang tua, tak ada belaian dan pelukan yang dia dapatkan sejak remaja. Sungguh malang pikir mereka.
"Aku akan meminta bantuan Alfonso! Dan juga beberapa temanku yang bekerja sebagai ilmuwan. Pasti mereka sedikit tahu tentang pria misterius itu!" ujar om Yogi membuat hati mereka sedikit tenang.
*
*
*
Lea yang sedang memakai skincare di wajahnya meringis pelan saat merasakan pergerakan dalam perutnya. Tak lama kemudian Lea tersenyum lebar menahan rasa sakit di perutnya.
"Sayang … anak kita bergerak!" pekik Lea membuat Tom yang sedang memakai celana boxer pun segera menghampiri nya.
"Benarkah, Sayang?" Tom langsung menekuk kedua lututnya di hadapan Lea. Wajahnya sejajar dengan perut Lea.
Dia segera menyingkap ke atas lingerie seksi yang di pakai Lea. Lalu menyentuh lembut perut Lea.
__ADS_1
Duk.
Perut Lea di tendang membuat Tom mendongak menatap Lea dengan sorot mata berbinar bahagia.
"Sayang … dia bergerak! Anak kita bergerak!" Tom berteriak kegirangan seperti memenangkan tender besar.
Pria itu langsung mendekatkan telinganya ke perut Lea. Lalu mengecup perut Lea bertubi-tubi.
"Halo, Baby! Ini Daddy … bagaimana di sana? Apa kamu sudah bisa mendengar suara Daddy?" Tom bertanya seolah anaknya itu sudah berada di hadapannya.
Seolah mempunyai kontak batin, anaknya itu kembali menendang perut Lea membuat Tom dan Lea tertawa bahagia.
"Sayang … dia benar-benar bergerak! Maafkan aku!" Tom berdiri lalu memeluk Lea dengan erat membuat wanita itu mengernyitkan dahinya tak mengerti.
"Kenapa minta maaf, Sayang? Emang kamu salah apa?" tanya Lea tak mengerti.
"Aku baca di artikel kalau saat bayi menendang itu akan sakit. Pasti kamu kesakitan, 'kan?" Tom bertanya dengan bola mata menatap sendu wajah Lea.
Lea yang mendengarnya pun tersenyum senang. Dia tak menyangka bahwa Tom akan sangat peka padanya.
"Rasa sakitnya sudah terobati dengan perkembangan anak kita dalam perutku, Sayang! Dan juga aku baik-baik saja karena punya suami yang sayang dan pengertian padaku! Itu sudah menjadi obat terbaik untuk aku!" Lea berucap lembut lalu mengecup bibir Tom berubah menjadi lumayan.
Suasana di dalam kamar itu berubah menjadi panas saat si Otong tiba-tiba bangun setelah lama hibernasi karena tangan Lea yang sudah membelai kepala nya.
Tiba-tiba Tom melepaskan ciuman tersebut lalu menatap ke arah tangan Lea yang sedang menyentuh si Otong.
Tom ingin menangis bahagia rasa-rasanya karena si Otong bangun.
"Sayang, boleh kan kalau malam ini jangan pakai tangan tapi pakai ini? Semenjak kita menikah kita tidak pernah benar-benar melakukannya! Kandungan aku juga sudah kuat sekarang!" pinta Lea dengan pipi merona.
Bersambung.
Selamat malam … apakah masih ada orang di sini🤭🤭 wkwkwkwk author hadir lagi.
Insya Allah udah bisa up seperti biasanya besok karena author udah gak kerja lagi dan tadi mau crazy up tapi perut author nyeri karena datang bulan.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰🥰
__ADS_1