Budak Ku Mr. Mafia

Budak Ku Mr. Mafia
Ambisi Yang Besar Dapat Membunuh Mu!


__ADS_3

Saling bantu kita, Author up tiap hari dan kakak semua Vote, like coment dan beri hadiah πŸ₯°


...----------------...


Setelah membunuh para musuh, Lena, Johan, Lee, Ronal dan Jerry bersantai di atap villa. Mereka bersulang merayakan kemenangan kecil mereka.


"Aku heran dengan para pengkhianat! Apa kurang nya king pada mereka. Saat dunia menolak kehadiran mereka karena di anggap beban karena tak memiliki kemampuan, kekayaan dan kasih sayang dari orang tua! King lah menjadi orang pertama yang menerima kehadiran mereka!" ujar Lena seraya meneguk Vodka, hingga tandas dalam gelasnya.


"Rasa tamak, rakus dan tidak pernah puas pada posisi mereka membuat mereka gelap mata dan merasa tergiur pada penawaran musuh yang menjanjikan harta lebih banyak dan jabatan lebih tinggi! Mereka melupakan jati diri mereka. Dari mana mereka berasal dan siapa yang telah membuat mereka seperti itu! Mereka melupakan itu! Alasannya hanya satu yaitu ambisi!" jawab Johan seraya menghisap rokoknya.


"Benar! Ambisi yang tinggi itu terlalu mengerikan. Orang yang hidup tanpa ambisi merupakan orang bodoh karena tidak ingin perubahan dalam hidupnya. Akan tetapi, orang yang memiliki ambisi lebih besar dari kadar kemampuannya merupakan orang yang lebih bodoh karena tidak sadar bahwa ambisinya itu bisa saja membunuhnya suatu saat nanti!" timpal Ronal seraya membersihkan noda darah pada pedang samurai nya.


"Harta, tahta dan cinta itu merupakan tiga sebab rusak dan baiknya seseorang!" tambah Jerry datar.


"Orang yang berkhianat tidak akan pernah damai hidupnya. Mereka akan di hantui rasa bersalah dan penyesalan di akhir hayat mereka! Sifat pengkhianat benar-benar tercela. Mereka tidak akan di terima lagi oleh kelompok atau orang yang mereka khianati, karena di dunia ini tidak ada hal yang paling menyakitkan selain di khianati oleh orang yang kita percayai!" Lee yang sedari diam pun ikut menambahkan.


Mereka terdiam beberapa saat saling mengingat kembali masa lalu mereka yang menyedihkan.


"Huff … aku membenci masa lalu ku!" gumam Lena, namun, masih terdengar oleh Jerry yang duduk di sebelahnya.


"Seharusnya kamu bersyukur karena masa lalu yang buruk telah mengajarkan kamu bagaimana cara hidup lebih baik di masa depan! Di hina, di injak-injak harga diri, di hantam oleh musibah berkali-kali pada masa lalu bukanlah hal yang buruk, karena nyatanya begitulah kehidupan! Penuh rasa sakit! Tapi, secara tak sadar. Rasa sakit itulah yang membuat kita kuat! Terbiasa di hina dan di rendahkan di masa lalu membuat kita kebal akan cacian dan makian di masa depan!" balas Jerry menarik sudut bibirnya berbentuk senyuman membuat Lena menundukkan wajahnya.


"Semua orang mempunyai masa lalu, Len!" ceplos Lee seraya mengacak-acak rambut Lena.


"Tapi, tidak semua orang bisa bangkit dari masa lalu!" balas Johan tersenyum getir membuat suasana terasa hening.

__ADS_1


Ronal yang merasa suasana berubah canggung pun berusaha mencairkan nya.


"Jerr, apa King dan Nona Lea baik-baik saja?" tanya Ronal pada Jerry membuat pria datar itu tersentak kaget.


"Oh God … aku lupa kapau king sedang tak baik-baik saja!" Jerry bangkit dari tempatnya lalu berlari turun ke lantai bawah di ikuti oleh yang lainnya.


"Apa maksudmu, Jerr?" tanya Lena seraya berlari mengikuti Jerry.


"Aku lupa kalau tadi anak buah ku melaporkan kalau mobil King meledak! Sekarang King dan Nona Lea hilang jatuh dalam jurang! Terakhir kali aku menemukan titik lokasi mereka di jurang X!" jelas Jerry panik membuat mereka semua terkejut.


"Sialan kau, Jer! Kenapa tidak bilang dari tadi? Ayo kita cari King sekarang juga! Apalagi Nona Lea sedang hamil penerus King!" Lena mengumpat kesal membuat mereka semua terkejut.


"Nona Lea hamil!" pekik mereka semua serempak.


"Nanti aku jelaskan! Sekarang kita cari King dulu!" ujar Lena masuk ke dalam mobil di ikuti oleh yang lainnya.


"Oh ya ampun, kalau sampai nona Lea kenapa-kenapa aku tidak akan memaafkan diri ku sendiri!" gumam Jerry khawatir.


Sedangkan di sisi Tom tersenyum senang melihat Lea yang terlelap nyaman berbantalkan paha nya.


Tom teringat saat Lea mengatakan bahwa dirinya sedang sangat mengantuk. Tom pun menyuruh Lea tidur di pangkuannya. Tanpa banyak berkata-kata Lea patuh pada perintah Tom.


Pria tampan itu mengusap kening Lea dengan lembut. Tangannya terulur mengusap perut rata Lea. Ada rasa hangat mengalir dalam darahnya. Perasaan senang yang tidak menentu membuat dirinya tak sabar menunggu kehadiran sang buah hati lahir.


"Aku tidak tahu mengapa semudah nya aku jatuh cinta sama kamu. Padahal baru sehari kita bersama saat aku menculik kamu! Sifat kamu yang blak-blakan dan cerewet membuat hidup ku yang datar terasa lebih berwarna! Kepribadianmu yang berbeda jauh dari ku membuat aku merasa tertantang untuk memiliki kamu!"

__ADS_1


"Tidak peduli nantinya aku akan di hajar oleh kakak mu karena telah menanam saham dalam perutmu! Aku siap! Karena sekali aku mencintai maka akan selamanya mencintai terkecuali kamu yang mengkhianati maka detik itu juga cinta ku akan mati!" gumam Tom pelan seraya terus mengusap perut rata Lea.


Sedangkan Lea yang terlelap pun dapat mendengar suara Tom samar-samar. Namun, karena terlalu lelah dan mengantuk membuat dirinya diam saja.


Tom menghela nafas berat ketika mengingat tentang permasalahannya. Pria tampan itu takut apabila musuhnya mengetahui tentang janin yang berada dalam perut Lea. Entah apa yang akan di lakukan para musuhnya itu untuk melenyapkan calon bayi nya.


Tom pun merasa gelisah karena setiap Lea berada di dekatnya pasti para musuh datang menyerang. Pria tampan itu takut bila suatu saat nanti Lea kembali terluka parah seperti saat ledakan bom di gedung nya dulu.


Namun, untuk melepaskan Lea atau sekedar jauh dari Lea. Tom tidak akan mampu, terlebih lagi saat benih-benih cinta telah hadir dalam hidupnya. Perasaan bahagia saat di puji oleh seorang wanita membuat hidupnya yang dulu hambar terasa lebih berwarna.


Apalagi dengan kehadiran buah hati mereka yang tak lama lagi akan lahir membuat Tom tak sanggup berjauhan dengan Lea.


"Aku bersumpah akan melindungimu, Lea! Meski nyawa ku taruhannya! Aku tidak peduli bila diriku terluka asalkan kamu baik-baik saja! Akan kuberikan semua yang aku miliki untukmu!" gumam Tom menatap lurus ke arah air sungai yang mengalir deras.


Bukanlah hal yang mudah menjadi seorang Mafia. Berbagai macam musuh telah Tok temui dalam hidup. Ada yang bermulut manis, namun, sekali bertindak seperti racun mematikan yang. mampu membunuh tanpa menyentuh.


Ada juga yang datang sebagai kawan dan menyerang sebagai lawan. Ada juga yang terlihat baik dan ramah ternyata tak lebih dari diri dalam daging. Semua itu telah Tom lalui.


"Tidak ada yang boleh menyakiti orang yang aku cintai! Siapa pun itu, pokoknya tidak ***--," ucapan Tom berhenti di kala Lea memunggungi dirinya dengan suara berisik keluar dari bokong Lea.


Preeep Pruupp.


"Oh God ... bagaimana bisa kau kentut saat sedang tidur, Lea? Huekkk ... baunya seperti telur rebus!" gumam Tom jijik.


Halo-halo kakak ... ayo ada yang mau Triple up kah?? Banyakin komentar nya tak πŸ’―πŸ₯°

__ADS_1


jangan lupa like coment vote dan beri rating juga ... mumpung hari Senin iniπŸ˜‚πŸ˜‚


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❀️πŸ₯°**


__ADS_2