BUKAN ANAK HARAM

BUKAN ANAK HARAM
tahu gejrot..


__ADS_3

"dinda antar aku kemar"ameera,kerena untuk berdiripun dia tidak kuat harus di bantu,dinda membantu sahabat itu.


"kamu istirahat ya,jangan banyak pikiran aku kedepan dulu,dan untuk beberapa hari kedepan aku akan menemani kamu"dinda


setelah kepergian dinda ameera langsung menangis hingga dia tertidur.


pagi_pagi rio sedang mengeluarkan seluruh isi perut di wastafel entah kenapa setelah pulang dari Singapure setiap hari dia muntah_muntah padahal dia tidak makan yang aneh_aneh.


"apa tuan baik_baik saja,apa perlu saya telpon dokter"mbok inem hawatir karena dari tadi setelah sarapan tuanya itu muntah.


"tidak perlu mbok,cukup telpon Farhat saja suruh datang kesini"rio yang masih lemas karena isi perutnya keluar semua.


"baik tuan"mbok inem langsung keluar dan menghubungi Farhat.


setalah beberapa menit kemudian Farhat datang dengan wajah panik,dia langsung melihat bosnya karena waktu telpon tadi mbok inem memberi tahu bawa bosnya muntah.


"permisi bos,apa saya boleh masuk"Farhat mengetuk kamar bosnya itu


"masuk aja, engga di kunci"balas rio dari dalam dengan suara lemas.


"bos apa mau saya panggilkan doter"Farhat hawatir


"engga usah sebentar lagi juga sembuh"rio


"bos kalau boleh tau hasil pemeriksaan lusa gimana,apa ada penyakit serius yang bos derita soalnya setelah pulang dari Singapure bos selalu muntah tiap pagi"farhat


"pas saya melihat hasil pemeriksaan engga ada penyakit di tubuh saya semuanya normal"rio


"tapi kenapa kok tuan bisa seperti ini t iap pagi, seperti orang asam lambung"Farhat


"entahlah aku bingung"rio

__ADS_1


setelah beberapa menit tubuh rio mulai normal dan dia pun pergi ke perusahaan milik ayahnya,rio langsung turun beberapa karyawan menyapanya rio hanya cuek dengan wajah dingin, seperti itulah sifatnya bahkan semua orang sudah tidak heran lagi.


rio pun duduk sambil memijit kepalanya karena banyak berkas harus di tandatangani dan beberapa pekerjaan lainya setelah pulang dari Singapure pekerjaanya sangat numpuk meskipun sudah di hendle sama Farhat dan asisten kakaknya.


"permisi tuan,jadawal hari ini ada meeting dengan kalien jam satu siang,dan ini ada berkas untuk di tandatangani untuk proyek yang sedang di kerjakan"Farhat


"ya udah nanti akan sayal lihat dulu, setelah itu d tandatangan saya panggil kamu"rio


"kalau begitu saya permisi dulu,apa bos mau saya buatkan kopi"tanya farhat


"saya tidak mau kopi,tapi saya mau yang kamu beli di jalan waktu ke bandara"rio


sedangkan Farhat sedang berpikir apa yang dia makan waktu itu di jalan, sangat menyebalkan bosnya itu tinggal menyebutkan nama makanannya,ini malah di suruh mikir dulu,


"saya engga ingat bos apa yang saya beli waktu itu"Farhat


"masa kamu tidak inget, pokonya kamu harus membelikan makanan itu,sana kamu keluar sebelum kamu inget jangan menapakkan wajah kamu di depan saya"rio dengan kesal


rio membuka beberapa box yang isinya foto pernikahan dirinya,dia memandangi wajah istri sebenarnya dia sangat ingin ketemu ameera tapi gengsinya terlalu besar,


untuk sekarang dia tidak akan mencari ameera tapi setelah kedua orang tauanya sembuh pasti dia akan mencari ameera.


"maafkan aku bukan maksud aku mencampakkan kamu"rio sambil mengusap foto pernikahanya..


"sayang aku datang"sabrina tiba-tiba masuk


"kalau mau masuk ketuk pintu dulua"rio kesal


"biasanya juga engga harus ketuk pintu"Sabrina


"ngapain kamu kesini,nanti kak aku lihat kamu bisa kena marah"rio

__ADS_1


"aku cuma kangen sama kamu, setelah pulang tanpa memberi tahu aku,kamu jadi susah di hubungi aku chat juga engga di balas"Sabrina


"kamu mengerti engga aku ini banyak pekerjaan"rio


"emang kamu engga kangen sama aku"Sabrina berjalan ingin memeluk sang pacar.


"pemisi bos,saya mau mengantar ini"farhat dambil menenteng keresek.


"kamu sudah mengingatnya Farhat"tanya rio


"sudah bos,coba bos lihat apa itu sudah benar"Farhat,dia hampir gila mengingat makan yang di maksud bosnya


rio langsung membuka keresek itu, matanya langsung berbinar.


"iya ini makanan yang saya maksud, ternyata kamu sangat pintar dan ingatanmu tajam"puji rio


"syukurlah,kalau salah bisa_bisa dia ngomel dan memaki dengan kata_kata pedasnya itu"farhat dalam hatinya


"farhat apa cabenya berapa biji,apa sama dengan kamu waktu itu"rio


membuat Farhat bingung harus jawab apa lebih baik dia berbohong sedikit.,


"sama kok bos delapan biji"farhat


"syukurlah kalau begitu,ini nama makananya apa"rio


kenapa sih bos kamu itu banyak nanya sekali seperti wartawan,farhat dalam hati.


"itu namanya tahu gejrot bos,kalau begitu saya permisi dulu"farhat takut bosnya itu semakin tanya yang aneh_aneh.


setelah kepergian farhat dia langsung melahap makananya itu sampai dia tidak memperdulikan keberadaan sabrina..

__ADS_1


follow IG @nksofyah_96


__ADS_2