BUKAN ANAK HARAM

BUKAN ANAK HARAM
part 58


__ADS_3

rio hanya terkekeh melihat tingkah istrinya itu sambil berlalu pergi ke ruang ganti.


sedangkan ameera merutuki tingkahnya tadi kenapa dia harus keceplosan bikin malu saja.


setelah rio pergi ameera langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badan.


di rumah makan dinda sedang sibuk melayani pembelian karena hari ini sangat rame,ada beberapa orang juga menanyakan ameera karena beberapa hari ini tidak kelihatan.dinda memberi tahu bawa sahabatnya itu sudah melahirkan jadi tidak bisa kesini.dia juga memberi tahu pada ameera bawa dirinya tidak bisa menyambut kedatangan dia di rumah dan berkumpul dengan keluarga rio.


ameera juga mengerti pasti dinda sangat sibuk karena banyak pembeli.


rey juga datang membantu dinda karena dia tidak mau sang pujaan hatinya kecapean.


"mas rey udah,ayo duduk aku udah buatkan minuman"ucap dinda yang melihat rey mengelap meja.


"iya,"rey langsung duduk di kursi bersama dinda.


"mas engga usah bantuin aku terus,pasti mas banyak pekerjaan di kantor aku engga mau Karena mas bantu aku pekerjaan mas jadi numpuk"ucap dinda tidak enak.


"engga kok pekerjaan aku udah ada yang hendel asisten aku"ucap rrey santai.


"ya udah terserah mas aja,mas mau makan apa biar aku ambilkan"ucap dinda.


"apa aja,asal kamu suapin"rey sambil tersenyum.

__ADS_1


"dihhh apaan sih mas,engga mau ahh malu banyak orang"ucap dinda bersemu merah.


"berarti kalau engga ada orang mau nih"goda rey.


"ihhh mas"dinda sambil berlalu pergi mengambil makanan.


"kapan yah kita bisa melihat bayi teh ameera"ucapan pia pada teman²nya.


"engga tau, katanya rumahnya udah pindah bukan di rumah yang dulu lagi,"silvi.


"emang teh ameera sekarang tinggal dimana"tanya pia.


"katanya tinggal sama suaminya"ucap silvi.


"hmm kalau teh ameera di tempat dulu,kita mau kesana sekarang "ucap vani.


"biasa teh lagi ngegibah, mumpung engga ada pembeli"ucap pia.


"ihhh dasar tukang gibah"dinda sambil tersenyum.


"ehh teh dinda aku mau tanya boleh"tanya silvi.


"iyaa boleh asal jangan aneh² aja nanyanya"ucap dinda.

__ADS_1


"rumah teh ameera sekarang dimana, soalnya kita mau lihat dede bayi"ucap silvi.


"kalian mau kesana,biar sekalian saja sama aku nanti"ucap dinda.


"iya teh mau,emang tidak keberatan bareng sama kita"ucap pia.


"ya engga lah.kita bereng aja nanti abis tutup ini yah"ucap dinda.


"asiiipp teh"mereka berempat kompak.


"ya sudah saya kedepan dulu."pamit dinda sambil pergi membawa nasi dan beberapa lauk.


"teh ameera sama teh dinda baik banget sama kita,dia juga tidak pernah semen² sama kita makanya aku betah kerja di sini seperti menemukan keluarga baru"ucap vina.


"iya benar, pantes pak rey sangat tergila-gila sama teh dinda soalnya teh dinda baik juga tidak sambong, pasti suami teh ameera juga baik seperti pak rey katanya mereka itu berteman"ucap vani.


"ya udah ayo lanjut lagi bekerja nya"ucap pia dan mereka pun melanjutkan pekerjaan.


dinda duduk di meja sambil memberikan makanan yang dia bawa untuk rey.


"mas mereka mau numpang, karena mau melihat ameera boleh tidak"tanya dinda.


"boleh dong,nanti aku telpon rey untuk mampir ke sini,kan kalau semua naik mobil aku engga bakal cukup"ucap rey lembut sambil memasukkan makanan.

__ADS_1


"iyaa terserah mas aja"ucap dinda.


dinda juga mengabari tante jelita dan minta izin membawa karyawan ameera ke rumah,dan jelita pun mengizinkan bahkan jelita sangat senang karena rumahnya akan rame.


__ADS_2