BUKAN ANAK HARAM

BUKAN ANAK HARAM
part 43


__ADS_3

Ehh tante apa kabar sudah lama tidak ketemu, sekarang tante sudah sehat,maaf waktu di Singapore aku engga nungguin tante cuma nengokin tante sebentar soalnya aku ada kerjaan"sabrina sambil menyalami jelita namun jelita menolak, Sabrina sangat jengkel tapi dia harus pura_pura tersenyum.


"ada apa kamu datang kesini"jelita tanpa basa basi


"langsung saja Tante, Karena rio tidak ada saya harus sampaikan ini pada tante"Sabrina dengan air mata buaya pura_pura menangis


"ini tante lihat,aku lagi hamil anaknya rio"ucap sabrina lagi dengan air mata yang di buat_buat.


setelah jelita melihat respek dan hasil usg,jelita hanya diam meskipun rio tinggal terpisah dengan orang tua dan bebas tapi jelita yakin anaknya tidak akan melakukan hubungan suami istri sebelum menikah, Karena jelita dan suaminya selalu menasehati anaknya agar tidak terjerumus dengan pergaulan bebas dan dia juga sering mengingatkan anaknya untuk tidak meniduri anak gadis orang sebelum menikahinya kerena kehormatan keluarga harga adalah taruhannya.


"saya tidak yakin yang di kadung kamu itu cucu saya"ucap jelita santai, sedangkan sabrina yang mendengar ucapan jelita langsung naik pitam,tapi dia menahannya Karena dia harus berhasil dengan rencana ini.


"tante tidak percaya saya,tapi saya berkata jujur ini adalah anak rio,kami sering melakukanya kerena saling cinta"ucap Sabrina


"kalau itu anak rio,kita lihat aja nanti rio mengakuinya apa tidak, silahkan kamu pergi dari rumah saya"usir jelita


"tapi saya mau ketemu rio dulu tante"sabrina kekeh


"rio tidak ada di sini, dia sedang pergi ke luar kota,kenapa rio suka sama wanita sepert ini,baju saja kurang bahan"jelita sambil melihat sabrina dari ujung kaki ke ujung kepala sambil menggelengkan kepalanya


"iya sudah kalau gitu saya pamit dulu tante"sabrina terpaksa pergi,karena meras ucapan jelita itu tidak bohong bawa rio tidak ada dirumah ini.


"awas aja ya anak itu kalau beneran ngemilin anak orang,gue ulek burungnya"omel jelita ,sambil berlalu ke kamar untuk melihat suaminya jangan sampai dia mendengar obrolan dirinya dan sabrina bisa_bisa rio di hajar sebelum tau kebenaranya.


"mamih tadi ngobrol sama siapa, kayaknya rame banget di bawah"tanya Abdullah


"iya mamah tadi ngobrol sama mbok inem, masalah belanja bulanan"jelita berbohong.


"owh"ucap Abdullah


jelita langsung menghubungi rio dan menyuruh rio untuk pulang sebentar.


***


di tempat lain rio uring_uringan kerena belum bisa menemukan istrinya di tambah lagi tadi mamihnya telpon suruh pulang sambil ngomel-ngomel.


"kenapa orang_orang sangat menyebalkan sekali hari ini"rio ngomel sambil memukul setir


"harus kemana lagi mencari ameera itu"ucap rio,dia sudah mulai pasrah apakah dia harus meminta bantuan ayahnya.


setelah samapi di hotel rio langsung masuk dan kaget ketika melihat rey ada di kamarnya.


"sejak kapan loe masuk ke kamar gue"rio ketus


"sejak gue tadi telpon loe"rey santai


"rey kenapa loe engga pesan kamar,kenapa harus numpang di kamar gue,loe udah jatuh miskin"ejek rio

__ADS_1


"gue kangen sam loe,enak aja gue masih kaya"rey sambil memukul pake bantal


sedangkan kan rio tidak menggapai omongan rey dia berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan badannya karena sudah lengket.


"gue nanti malam pulang"rio sambil mengganti bajunya


"gila gue baru sampai loe udah mau balik aja, ngapain loe nyuruh gue datang kesini"rey dengan wajah kesal


"di suruh mamih gue pulang,nanti juga gue kesini pagi buat nyariin seseorang"santai rio


"seseorang siapa,iya gue nnati bantu cariin,cari makan yuk"rey dengan nanda bisa aja,tidak emosi seperti tadi.


"gue udah makan tadi,loe pesen aja makan di sini,gue mau istirahat sebentar"rio sambil berbaring di kasur


"ckk, menyebalkan sekali"rey


***


di tempat lain ameera sedang mencari_cari kontrak tapi setelah beberapa kontrak dia lihat tidak ada yang cocok soalnya kekecilan.


"gimana nih meera dari tadi kontrakanya kamar nya cuma satu semua"dinda mulai cape


"tuh disitu ada tulisan rumah di kontrakan,kita kesana yuk"ameera sambil menggandeng tangan dinda.


"permisi assalamualaikum"ucap dinda


"apa benar rumahnya di kontrakan bu"tanya ameera


"bener neng,ibu mau pulang ke kampung ibu,jadi rumah ini ibu kontrakan kerena anak ibu udah punya keluarga semua,ayo masuk dulu ke dalam engga enak ngobrol sambil berdiri"ucap ibu dengan ramah


mereka pun masuk dan ngobrol_ngobrol dan akhirnya ameera dan dinda memutuskan ngontrak di sini,selain rumahnya nyaman dengan tiga kamar disini juga tempatnya sangat dekat dengan pasar dan juga minimarket dan mall.


"ameera aku mau ngelamar kerja di ABgrup,disana lagi membutuhkankan ob"ucap dinda


"emang dimana perusahaan ABgrup itu"tanya ameera


"tuh disana, gedung yang paling tinggi, katanya itu perusahaan terbesar di Indonesia"dinda


"owh seperti itu,kamu tau dari mana"ameera


"aku liat dari google"dinda nyengir


"semoga kamu di terima kerja disana,emang kamu sudah memberikan surat pengunduran diri pabrik kemarin"ameera


"semoga saja si terima,sudah lewat emil"dinda.


mereka pun ngobrol setelah hampir malam mereka masuk ke kamar masing-masing.

__ADS_1


perjalanan dua jam akhirnya rio pun sampai di rumah.


"rio kamu sudah pulang nak"ucap jelita yang melihat anakanya masuk,dia sudah menunggu rio sangat lama hingga membuat dia hawatir.


"sudah,mamih bisa lihat sediri kan sekarang rio ada di depan mamih"ucap rio


"kamu ikut mamih sebentar,ke kamar tamu ada yang mau mamih omongin"ucap jelita menuju kamar tamu.


"ada apa sih mih"rio penasaran, setelah sampai di kamar tamu, jelita langsung mengunci pintu.


"kenapa harus di kunci sih mih,udah ngomong aja"lanjut rio


"takut ayah kamu mendengar omongan kita,bisa gawat kamu pasti di cingcang"jelita yang hapal sifat suaminya itu.


"tadi ada si centil Sabrina kesini"jalita


"owh,terus "rio


"tunggu dulu jangan di potong,dia memberikan tespek dan sama hasil USG sama mamih"jelita


"terus urusanya sama aku apa mih"rio heran


"katanya itu anak kamu,dia ngangis_ngangis kesini"ucap jelita


"itu bukan anak aku,dia ngarang mih,mana mungkin ku menyetuh anak gadis orang sebelum menikah, meskipun aku pacaran lama tapi aku tidak pernah sampai berhubungan suami istri"rio dengan wajah meyakinkan.


melihat sorot matanya tidak ada kebohongan yang rio ucapakan,dan jelita juga yakin anaknya tidak melakukan hal sehina itu.


"terus itu anak siapa"tanya jelita


"mana aku tahu,aku pernah melihat dia waktu di rumah sakit dengan seorang cowo mungkin itu ayah dari anaknya"ucap rio


"iya udah kamu cari bukti bawa itu bukan anak kamu"ucap jelita sambil mengusap bahu anaknya


"iya aku akan menyuruh orang_orang ku untuk menyelidiki sabrina"ucap rio


"bagaimana dengan ameera,apakah kam suah menemukannya"jelita


"aku belum menemukanya mih,kau sudah mencarinya tapi aku tidak berhasil"rio dengan lirih


"coba kamu besok bujuk ayah kamu,biar dia memeberi tahu dimana ameera tinggal”jelita


"iya besok aku mau ngomong sama ayah"rio


"ya sudah kamu tidur sana,ini sudah malam"ucap jelita


rio pun pamit untuk istirahat.

__ADS_1


__ADS_2