BUKAN ANAK HARAM

BUKAN ANAK HARAM
mateng..


__ADS_3

Tahan tahan rio, istrimu baru saja melahirkan,aduuh kenapa otak ini jadi mesum apalagi yang di bawah mulai sesak"ucap rio dalam hati.


"mas udah ahh,aku sudah kenyang sekarang mas yang makan"ucapan ameera menyadarkan lamunan rio.


"ehhh iya mas makan dulu"ucap rio.


setelah dua hari di rawat ameera sekarang sudah bisa pulang,rio juga telaten ketika menjaga ameera selama di rumah sakit.


hubungan mereka juga semakin membaik tidak sekaku saat bertemu.


"kapan kita pulang"tanya ameera yang sudah tidak betah di rumah sakit.


"nanti siang, Farhat sedang mengurus pembayaran admistrasi dan lain sebagainya"ucap rio.


"hmmm aku bosen sekali"ucap ameera dengan wajah cemberut.


lalu ameera mengambil ponselnya,dan menghubungi dinda,.


sekarang dinda sudah berhenti bekerja jadi OB dia mengurus udah yang di bangun oleh ameera dan dirinya yaitu warteg.


"iyaa meera ada apa"ucap dinda di seberang sana.


"kapan kamu kesini aku engga ada yang nemenin"ucap ameera.


"kan ada suami kamu,pas kamu pulang ke rumah tante kita ketemu, soalnya sekarang aku sibuk si vani sakit jadi engga masuk"jelas Dinda.


"hmm ya udah deh kalau begitu"ucap ameera lalu mematikan telpon.


"kenapa dia menyebalkan sekali,jadi selama aku nemenin dia aku di anggap mahluk kasat mata kali"omel rio dalam hati.


setelah mendengar obrolan ameera dan sahabatnya rio jadi cemberut,terus di suruh makan tidak mau membuat ameera jadi bingung.


"kamu kenapa sih mas dari tadi diem terus mana mukanya masam banget"ucap ameera.


"engga"rio sambil melirik istri yang tidak peka itu.


"ya udah kamu makan dulu sana,dari pagi belum makan"ucap ameera.


"engga"ucap rio.


"ishhh seperti bocah,"ameera dalam hati,dia juga tau suaminya merajuk.


" udah kalau engga mau makan,aku makan sendiri ya"ucap ameera sambil memakan makanan yang dinda kirim tadi pagi lewat goj*k.


"hmmm rasanya enak loh"gooda ameera,emang bener rasanya enak engga di buat².


rio yang melihat istrinya makan jadi menelan ludah,dia itu mau tapi dia juga malu karena sudah bilang engga.

__ADS_1


"aku boleh minta engga"ucapan rio seperti anak kecil, membuat ameera tersenyum tidak sia² ameera menggodanya.


"katanya tadi engga kok sekarang mau"ucap ameera.


"tadi aku engga lapar, sekarang aku lapar"alasan rio.


"owh begitu,"ucap ameera.


rio langsung mengambil makanan lalu melahapnya.


"tadi kenapa cemberut terus"ucap ameera.


"engga apa²"rio malu kalau mengakui dirinya marah karena omongan istrinya dengan dinda.


Farhat sudah siap membawa barang² ameera dan bayi, sedangkan rio menggendong sang bayi karena dia tidak mau ameera terlalu lelah.


"mas biar aku aja yang bawa"ucap ameera.


"engga boleh nanti kamu kecapean,kata dokter kamu tidak boleh setres atau kecapean"ucap rio.


ameera hanya pasrah,karena dia tau suaminya itu keras kepala meskipun baru mengenalnya.


mereka bertiga naik kedalam mobil, menuju rumah utama,orang tua rio tidak ikut ke rumah sakit karena dia menyiapkan kamar dan perluan lainya menyambut menantu dan cucu kedua.


kepulangan ameera dari rumah sakit di sebut oleh kedua orang tua rio,dan para penghuni lainya seperti pembantu dan security, keluarga rio tidak pernah membeda² jadi semuanya boleh menyambut dan di adakan makan bersama.


"sayang sini"ucap jelita menggandeng ameera.


"selam kenal aku nadia,kita kayanya seumuran beda 5 tahun, semoga betah jadi istrinya rio"canda nadia,memang nadia itu humoris dan ceria.


"salam kenal juga kak,aku ameera"ameera hanya membalas dengan senyuman candaan yang di lontarkan anaknya.


"kalau arman suaminya nadia sedang ada di luar negeri jadi engga bisa kumpul sama kita"jelas jelita.


setelah acara makana² beres para pekerja mulai membereskan semuanya, sedangkan seluruh keluarga sedang ada di ruang keluarga sambil mengobrol.


"udaa uela au punya adek ayi"celot zuela.


"iya nanti kita buat"balas nadia.


"auu cekalang"zuela merengek.


"sayang kalau sekarang engga bisa soalnya butuh proses"bujuk nadia.


"kata uncle,amoang uatnya pake tilgu"zuela dengan polos.


sedangkan Abdullah dan jelita yang mendengar ucapan cucunya ketawa begitupun dengan ameera.

__ADS_1


"kamu jangan dengerin uncle kamu,dia itu sesat"ucap Abdullah.


"cesat itu apa opah"tanya zuela.


"sesat itu engga boleh di dengarkan omongan uncle tadi"jelas nadia.


ameera yang melihat kehangatan keluarga mertuanya sangat terharu dan juga sangat bahagia karena bisa menjadi bagian keluarga ini.


ameera juga sesekali ngobrol dan tertawa apalagi melihat tingkah zuela yang lucu dan random.


setelah puas mengobrol ameera pamit untuk istirahat bersama bayinya dan rio.


ameera memandangi ruangan yang begitu besar yang sekarang menjadi kamar dirinya dan suaminya.


kamar dengan ukuran kasur bigsize,dan ada sofa juga tv yang besar ada juga Walk in Closet ruang untuk baju,ameera berjalan ke balkon langsung di suguhkan dengan pemandangan taman, sungguh kamar yang indah dan bikin nyaman dia kira kamar seperti ini ada di tv ternyata sekarang ada di hadapannya.


"sudah puas apa belum melihatnya"suara rio menyadarkan lamunan ameera.


"ehhh sudah"ucap ameera gugup karena rio membisikan suarnya di telinga ameera deg-degan.


"tolong gendong bayi kita taruh di box,soalnya aku engga bisa"ucap rio.


"eehh iyaa,"ameera mengambil alih bayinya lalu menaruh di box bayi.


"aku mau mandi dulu"rio sambil berlalu ke kamar mandi.


"sejak kapan ada box bayi disini, mungkin tadi aku tidak sadar pas di balkon."ucap ameera pada dirinya.


ameera terus memandangi bayi yang sedang tidur pulas.


"hidung kamu kok mirip papah kamu sih nak"ameera sangat gemas pada sang anak.


beberapa saat kemudian rio keluar dari kamar mandi Dengan menggunakan handuk,yang di lilitkan ke pinggang membuat roti sobeknya terlihat jelas dengan rambut basa membuat dia sangat hot..


ameera yang melihat itu hanya melongo, untung tidak ngeces.


"duhhh mateng sekali"bisik ameera tanpa sadar.


rio yang melihat ameera menatap dirinya dengan kagum hanya menyunggingkan bibirnya.


"apakah kamu sudah puas"tanya rio.


"belum"ameera keceplosan.


"ehhh maksudnya apa yah mas"ucap ameera pura² tidak mendengar.


rio hanya terkekeh melihat tingkah istrinya itu sambil berlalu pergi ke ruang ganti.

__ADS_1


sedangkan ameera merutuki tingakahnya tadi kenapa dia harus keceplosan bikin malu saja.


tunggu kelanjutannya ya see you🌹🤗🤗🤗


__ADS_2