
Rasanya dia tidak kuat,untuk perdiri suaranya serak dia terus saja berguling² di lantai.hingga keringat bercucuran dia tidak bisa berdiri terus mengerang kesakit,tidak ada yang mendengar suara kesakitan rio karena ruangannya kedap udara.
keringat terus bercucuran rasanya rio ingin mati, suara juga mulai melemah akibat tadi dia terus berteriak rasanya dia sudah pasrah.
sedangkan di luar Farhat terus mengetuk pintu sang bos namun tidak ada jawaban membuat farhat kembali ke ruanganya,rio pernah memperingatkan jika belum di suruh masuk jangan sakali masuk jika tidak terlalu penting.
"mungkin bos sedang istirahat di kamarnya"ucap Farhat sambil berlalu pergi.
setelah beberapa menit Farhat mengetuk pintu bosnya tapi tidak ada jawaban dari dalam, Farhat pun penasaran hingga dia membuka pintu dia sangat kaget ketika melihat bosnya di bawa dengan kedaan pingsan dan keringat bercucuran,rio langsung beriak pada sang sekertaris untuk membantu membawa rio ke bawah.
"boss bangun"Farhat panik.
setelah keluar dari lift khusus ceo, Farhat langsung membawa ke dalam mobil untuk di bawa menunju rumah sakit.
"ina tolong hubungi ibu jelita dan pak Abdullah,dan boss aku bawa ke rumah sakit harapan ibu"Farhat pada sang sekertaris dan langsung berlalu pergi.
di dalam mobil rio sadar dari pingsannya,dengan wajah lesu dan acak²an.selang beberapa lama rio kesakitan lagi pingganya terasa panas dan mau copot.
"Farhat tolong aku,rasanya skit sekali"ucap rio.
"boss apanya yang sakit"Farhat panik.
"perut sama belakang perut,aku mau di elus² punggung"rengek rio.
"nanti saya lagi nyetir boss,nanti saya elus²"ucap Farhat.
"aku engga mau tau,pokonya mau di elus²"rengekannya lagi.
"kenapa sih engga sakit engga sehat selalu membuat aku jengkel,biarkan sajalah dariapada aku celaka lebih baik potong gaji"farhat dalam hati.
"Farhat kau mau aku potong gajih huhh,"ucap rio dengan nada mengacam.
"lebih baik potong gajih bos dari pada mati konyol dalam mobil"ucap farhat santai.
"kauuu ini,auuu sakitt"rio pun mengerang lagi kerena kesakitan.
setelah beberapa menit perjalanan akhirnya sampai di rumah sakit,dan langsung di bawa ke UGD, Farhat mudar mandi entah penyakit apa yang penyerang bosnya itu,dan jelita bersama Abdullah datang.
"Farhat bagaimana kedaan rio,"ucap jelita.
"belum tau tante, sekarang sedang di periksa sama dokter"balas Farhat.
"anak itu makan apa coba sampai sakit perut kaya gini"ucap jelita.
dokter pun keluar setelah beberapa menit di dalam.
"dokter bagaimana kedaan anak saya"tanya Abdullah.
__ADS_1
"anak bapak baik² saja dia hanya sakit perut biasa dan sakit punggung,pasien akan saya pindahakan ke ruang inap"ucap dokter.
"baiklah dokter"ucap Abdullah.
mereka bertiga pun masuk dan melihat rio sedang tidur setelah di beri obat oleh dokter.
sedangkan di tempat yang berbeda ameera sedang merasa mules seperti datang bulan tapi dia tidak terlalu peduli,hingga dia terus membatu para pegawainya yang sedang melayani pembeli karena ini jam makan siang dia jam makan siang jadi lumayan rame.
"teteh duduk aja biar aku yang melayani pembelian"ucap pia.
"aku engga enak kalau duduk perut aku sakit"ucap ameera.
"jangan² teteh mau lahiran"pia panik.
"engga kok kata dokter seminggu lagi"ameera santai.
"tapi kan kadang suka maju atau mundur teh, waktu HPL nya"ucap pia.
"engga aku jadi kasir aja kalau engga boleh bantu"ucap ameera pergi ke meja kasir.
"ehhh sibuk banget nih"dinda yang baru datang.
"kok kamu baru datang sih"ucap ameera.
"iyaa tadi sedikit ngebihah dulu ngomongin bos besar"ucap dinda.
"tadi dia di bawa ke rumah sakit, padahal pas datang sehat² saja"Dinda.
"penyakit kan tidak ada yang tau,ya udah kamu makan sana tadi pia masak udang asam manis sama aya goreng Kentucky, katanya mau makan yang berbeda jadi masak itu"ameera.
"ya udah, mau ambil makan dulu"dinda sambil berlalu pergi.
perut ameera terus mulas,tapi tidak terlalu sakit seperti kata orang kalau mau melahirkan rasanya sakit sekali tapi ini mules biasa.
"mungkin ini efek karena tidak menstruasi jadi mules kali"ameera dalam hati.
"meera kamu engga makan"tanya dinda.
"udah tadi"sambil tersenyum.
"mau makan lagi engga,biar aku suapin"dinda.
"engga udah kenyang,aku ke belakang dulu ya mau pipis"ucap ameera,dia langsung ke kamar mandi kerena area kawanit**nya aga becek,pas dia lihat ada cairan dan bercak dara membuat dia panik dan langsung keluar mencari dinda.
"dinda..."ameera pada sang sahabat.
"tolong pesankan aku taksi"ucap dinda.
__ADS_1
"ke rumah sakit di "ucap ameera sambil mengelus perutnya.
"siapa yang sakit"ucap dinda panik.
"aku mau melahirkan,saolnya banyak cairan dan ada bercak darah"ucap ameera berbisik, mendengar itu dinda langsung melotot dan panik gimana engga panik,masa orang yang akan melahirkan bisa sentai itu apalagi ngomong ada darah di celannya.
dinda langsung memesan taksi dan menyuruh pia mengambil kantong kebutuhan bayi di rumah..
"ameera sabar yah mungkin sebentar lagi taksinya datang"dinda panik,
tapi ameera malah santai sambil minum teh manis dan beberapa gorengan.
"ehh meera,apa bener kamu mau melahirkan"tanya dinda.
"iya kayanya mau melahirkan, soalnya ciri² yang dokter katakan ada semua"ameera santai.
"apa perut kamu sakit,"tanya dinda.
"sedikit sakit seperti mau menstruasi"ameera sambil meminum teh manis.
"tuh taksinya udah ada ayoo naik"dinda memapah ameera.
"vina kalau pia datang suruh langsung ke rumah sakit"ucap dinda sebelum pergi.
"siappp teteh"ucap vina.
setelah dinda dan ameera pergi ke rumah sakit tiba² rey datang menenteng keresek untuk wanita yang beberapa bulan dekat dengan dirinya.
"perimis mbak"tanya rey.
"eh mas rey,mau cari teteh dinda yah"jawab vina karena rey sering kesini dan ngobrol bareng dinda.
"iyaa nih tapi kok kayanya engga ada"rey sambil celingak-celinguk.
"teh dinda baru saja pergi ke rumah sakit"ucap vina.
"siapa yang sakit"rey panik.
"teh ameera mau melahirkan"ucap vina.
"di rumah sakit mana mereka perginya"tanya rey.
"katanya rumah sakit yang deket dari sini"ucap vina.
"ya sudah saya pergi dulu, terimakasih infonya"rey berlari menuju mobilnya.
tunggu kelanjutannya bey bey☺️☺️
__ADS_1