
"kamu engga usah sedih yah, biarkan aja bu Astuti mengambil semua harta yang ayah kamu punya dulu,yang penting kamu engga tinggal sama dia lagi,aku akan selalu ada buat kamu karena kita saudara"ameera menguatkan sahabatnya.
"makasih kamu adalah orang yang sangat berarti bagi aku setelah bapak aku meninggal,kamu begitu peduli sama aku dibandingkan ibu kandungku sendiri"dinda langung memeluk ameera
"kita harus saling menguatkan karena kita hanya berdua di dunia ini"ameera membalas pelukan dinda.
"aku berangkat kerja dulu"pamit dinda setelah sarapan
"hati² kerjanya"ameera
"siapp bos"dinda sambil berlalu pergi
"meera tunggu"suara seseorang
ameera pun mencari sumber suara itu,dan ternyata itu suara dion.
"iya ada apa kak"ameera dengan senyum indahnya,siapapun yang melihat senyum ameera pasti jatuh cinta menurut dion.
"ini buat kamu"Dion, sambil memberikan kresek pada ameera
"ini apa kak, padahal nggak usah repot-repot"ameera
"buka aja, biasanya kan yang hamil muda sukanya yang seperti itu"dion
__ADS_1
Ameera pun membuka dan ternyata isinya adalah mangga muda,ameera langsung wajahnya berbinar.
"terima kasih ya kak, tau aja aku ingin mangga muda"ameera tersenyum bahagia
"sama-sama ya udah kalau gitu aku pamit dulu ya soalnya aku mau kuliah dulu"pamit dion membalas senyuman ameera.
setelah kepergian dion ameera langsung membuat bumbu rujak, sambil nonton tv dia sambil makan rujak rasanya sangat nikmat.
"rasanya pengen jalan² keliling kampung pasti segar udaranya"ameera berbicara pada dirinya
setelah itu ameera mengambil jaket dan langsung keluar, dia juga membawa beberapa lembar uang.
ketika ameera berpapasan dengan orang² mereka mentap ameera dengan sinis.
"iya wajahnya doang polos tapi ternyata lebih liar"balas ibu satu lagi.
ameera yang engga paham siapa yang di gibahin sama ibu² lebih memilih melanjutkan makanan.
"kenapa mereka setiap liat aku pada menatap kaya gitu"ameera bicara pada dirinya sendiri
"lebih baik sekarang ke warung mang somad beli sayuran buat masak nanti"lanjutanya lagi samabil melangkahan kakinya
ketika sudah sampai di warung ameera memilih beberapa sayuran dan dia juga menyapa beberapa tetangga.
__ADS_1
"ehh ameera kok sekarang aga berisi ya"tanya tetangga
"kaya lagi hamil ya"celetuk yang lainya
"Alhamdulillah bu"ucapan ameera tidak mau terlalu menggapi ucapan para tetangga.
"beneran kamu hamil ameera,pantesan tadi saya liat anaknya pak lurah datang ke rumah kamu bawa mangga muda pas saya tanya"ibu erni Tetangga yang ameera kenal.
"hamil sama siapa sama anakanya pak lurah bukan, kenapa engga nikah aja,baru aja lulus sekolah udah hamil"dari tadi melihat ameera dengan wajah sinis
"maaf iya ibu² tapi ini bukan anaknya kak dion,anak saya ini mempunyai ayah yang jelas bukan hamil tanpa ayah"jelas ameera
"alah kalau bener mempunyai ayah yang jelas, kenapa dia tidak pernah datang kesini untuk menengok kamu"ucapan bu erni
"pasti dia jual diri, untuk memenuhi gaya hidupnya dan juga untuk biaya pengobatan bapaknya yang sangat mahal itu dulu"ucap ibu yang pake gincu merah.
mendengar ucapan ibu itu ameera sangat marah, ingin sekali dia merobek mulut ibu itu dengen tangannya,ameera sangat sedih mendengar omongan para tetangganya sangat julid padahal mereka tidak tau apa yang sebenernya terjadi.
"ibu_ibu saya permisi dulu"ameera pamit setelah menghitung belanjaannya.
setelah ameera sampai rumah dia nangis sejadi² nya dia sangat amarah tapi dia tidak punya bukti bawa dirinya sudah menikah hanya dinda dan orang tuanya yang tau pernikahannya itu.
"sayang sabar iya kamu harus kuat mendengar omongan mereka,kamu baik² di dalam perut mamah"ucap ameera sambil mengusap perutnya.
__ADS_1