BUKAN ANAK HARAM

BUKAN ANAK HARAM
part 37


__ADS_3

"engga gue cuman nanya"rey.


pesanan farhat pun datang.


"itu punya loe semua Farhat"tanya rio heran kerena ada tiga menu makanan.


"iya bos mumpung di traktir bos"Farhat dengan nyengir kuda.


"emang ada menu yang lain di sini"tanya rio penasaran.


"ada tuh baca aja sepanduknya"Farhat sambil menujuk.


"ahh iya gue engga liat"rio sambil menepuk jidatnya


Farhat langsung makan dengan lahap,rasanya sangat enak di tambah lagi dia belum makan malam jadi rasanya makin enak apalagi geratis hihihi


"geu boleh coba tongsengnya sedikit"rio pada farhat kerena yang di pesan farhat terlihat sangat enak.


"silahkan bos,apa sih yang engga buat bos"farhat meskipun dia tidak rela tapi mau bagaimana lagi, daripada gajihnya di potong.


"gue juga mau nyobain dong,boleh kan"tanya rey, Farhat hanya mengangguk saja.


mereka berdua memakan tongseng dengan lahap dan tidak sadar yang punya tongsengnya menatap dengan tajam.


"hmmm gimana enak kan"tanya farhat kesal.


"farhat kamu pesen lagi aja ini buat gue,dan loe udah jangan makan yang ini pesanan loe bentar lagi juga datang"rio yang terus.


memasukkan makanan dalam mulutnya.


Farhat pun memesan tongseng lagi, sekarang berdua karena rey juga mau.

__ADS_1


pesenan rey pun datang,dia melihat ke arah tongseng yang lagi di makan sama rio.


"emang kalian belum pernah makan tongseng "tanya farhat pada kedua orang yang ada di hadapannya


"gue belum pernah ini pertama kalinya"rio


"iya gue juga belum pernah dan ini pertama kalinya,ini bakal jadi daftar makanan favorit gue"farhat


"maklum mereka kan orang kaya,bukan kalangan menengah kaya gue"farhat dalam hati


mereka pun makan sambil berbincang dan setelah itu pulang ke rumah masing².


***


dinda yang bangun lebih dulu, segera bersih² rumah dan juga masak, setelah itu membangunkan ameera.


setelah membangunkan ameera dia langsung mandi karena siap² mau kerja, setelah selesai mandi dia ke meja makan dan ternyata ameera sudah menunggunya.


"masak nasi goreng telor aja"dinda sambil membuka tudung saji


"keliatanya Sangat enak nih"ameera


"pasti dong enak, kan aku chef"dinda bangga


"dinda maaf iya aku selalu bangun siang"ameera


"engga apa², kenapa harus minta maaf engga terlalu banyak yang di kerjakan kok pagi² masak mah urusan kecil"dinda


"nanti makan malam mau masak apa"tanya ameera


"apa aja yang penting makan"dinda

__ADS_1


"ya udah kalau gitu mah"ameera sambil memasukkan nasi pada mulutnya


"kamu mau aku bawakan apa"dinda


"engga usah bawa apa²,nanti kalau aku mau sesuatu pasti chat kamu"ameera.


setelah beres sarapan dinda pamit kerja,dia tidak membawa motor hari ini kerena ingin naik angkot.


"ehh dinda,mau kerja ya"tanya bu ningsih


"iya bu"balas dinda


"si ameera kenapa engga kerja"tanya Bu Ningsih


"engga bu,ameera di rumah saja"balas dinda


"kan dia lagi hamil ya,takut kecapean kali,denger²r dia itu simpanan om²,kamu pasti tau kan,dia kan temen baik kamu"bu ningsih, sedangkan bersama ibu² lainya hanya mendengarkan sambil menganggukkan kepala tanda setuju yang bu Ningsih omongkan.


"maaf ya ibu jangan suka memfitnah temen saya,tau dari mana ibu dia simpenan om² apa ibu sudah pernah melihat dia bersama om_om"dinda marah


"iya belum pernah tapi dari status wa kamu,makan di tempat mewah bersama ameera sudah keliatan dia simpanan om²"bu Ningsih


"ibu tau status wa saya dari mana, perasaan aku juga engga punya nomer ibu"dinda


"dari ibu tiri kamu,makanya kamu tidak mau tinggal di rumah ibu tiri kamu kerena mau hidup enak sama ameera,dasar kamu sama ameera sama aja"bu Ningsih


"owh ternyata ibu yang fitnah ameera"dinda dalam hati


"terserah kalian saja lah,aku mau kerja dulu"dinda pergi, karena percuma memberikan penjelasan sama orang² seperti itu tidak akan percaya.


setelah kepergian dinda,ibu_ibu itu saling berbisik mungkin melanjutkan gibahnya

__ADS_1


__ADS_2