BUKAN ANAK HARAM

BUKAN ANAK HARAM
part 51


__ADS_3

"din tidurnya di kamar aku yah"ucap ameera.


"asiappp bos,ya udah kita tidur sekarang ini sudah malam kasian baby di dalam perut"dinda sambil menuntun Ameera yang mulai ke susahan untuk bangun.


waktu terus berlalu tapi mata ameera susah sekali di pejamkan rasanya tidak ada rasa ngantuk dalam dirinya, pikiran ameera terus melayang apalagi satu bulan lagi dia akan melahirkan perasaan cemas terus melandanya.


ameera beranjak dari kasur rasanya purut ini sangat lapar,dia terus berjalan mencari makanan yang bisa dia makan Untung ada roti dan susu hingga ameera memakanya setelah beres mengganjal perut dia langsung tidur .


pagi sekali dinda sedang sibuk membereskan rumah sedangkan ameera sedang mengepel lantai,meski dinda menyuruh dia diam tapi ameera tetap tidak bisa dia ingat kata dokter harus banyak bergerak agar ketika hamil besar.


"meera aku berangkat duluan yah"ucap dinda.


"iya sok,aku nanti aga siangan dikit berangkatnya kalau belanja keperluan di warung sudah menyuruh pia ke pasar,kalau silvi ngurusin warung juga ada pegawai baru dua jadi aku bisa Santi sedikit"balas ameera.


"syukur deh kalau udah ada pegawai baru,viar kamu engga terlalu cape palagi bayi ini mau keluar sebentar lagi"dinda sambil mengelus perut ameera.


"ya sudah kamu hati² kerjanya"ke6pada sahabatnya itu, sedangkan Dinda langsung pamit kerja.


perut ameera terasa lapar padahal dia tadi sudah sarapan nasi goreng bersama dinda tapi sekarang udah lapar lagi.


"makan bubur enak kayanya,bisanya suka ada si kang bubur lewat di depan rumah"ameera sambil berjalan keluar dan duduk di teras rumah, beberapa saat kemudian tukang bubur lewat.


"mang bubur satu"ameera langsung memberikan mangkuk.


"siapp neng,pake sambal engga"ucap kang bubur semangat.


"engga mang"ucapannya sambil mengelus² perut.


"udah lama baru keliatan neng"kang bubur.


"iya kemarin sibuk mang,jadi engga ada di rumah"ucap ameera.


"owh begitu neng,ini buburnya"sambil memberikan mangkuk.


"berapa mang"tanya ameera


"sepuluh ribu neng"ucap kang bubur.


"nih mang"ameera menyodorkan uang warna biru.


"aduh neng maaf engga ada kembalian, soalnya neng yang pertama beli"ucap kang bibur sopan.


"engga usah di kebalian kang"ameera sabil pergi.

__ADS_1


"Terimakasih neng"kang bubur dengan wajah cerah.


setelah makan bubur dan berisih² badan beres ameera langsung meluncur ke warung tempat dia mengais rejeki.


****


rio sedang sibuk dengan pekerjaan tiba² handphone berdering.


"ada apa jam segini telpon,loe engga punya kerjaan banget"cerocos rio.


"emang gue engga punya kerjaan soalnya udah gue serahin semuanya pada si johan"ucap di sebrang sana santai.


"terserah loe mau ada kerjaan atau engga,tapi jangan ganggu gue"ucap rio


"gue engga bakalan ganggu loe kok,gue cuma mau nawarin loe mau di bawakan apa nanti makan siang"ucap rey.


"loe sahabat paling baik yang gue kenal,gue mau makanan kaya makan siang kemarin,sekalian bawakan juga buat Farhat"ucap rio.


"okee siap nanti gue kesana, soalnya sekarang gue lagi ngopi"ucap rey langsung mematikan telpon.


rio meneruskan pekerjaan yang tadi tertunda gara² sahabatnya itu.


setelah beres pekerjaan rio duduk dekat jendela ruanganya bersebrangan dengan ruko yang sekarang jadi warung nasi,rio melihat orang² yang berlalu-lalang disana,.


mata rio tertuju pada seorang ibu hamil yang turun dari sebuah mobil,rio kira² kandungannya sudah sembilan bulan sebentar pagi melahirkan karena dia sangat susah berjala,hal membuat dia ingat akan istrinya yang sekarang entah dimana, untuk melupakan pikiran terhadap istrinya rio langsung memeriksa beberapa berkas.


rey langsung meluncur ke tempat yang di tuju yaitu warung nasi kesukaan dirinya dan kedua kawannya itu.


"permisi mbak"ucap rey.


"iya pak mau pesan apa"ucap wanita hamil yang keliatan muda.


"saya pesan nasi sama laukanya yang bestseller dan juga sambal cumi di tambah ayam bakarnya"ucap rey sambil terus melihat perempuan hamil itu karena perasaan dia pernah melihat tapi dimana lupa lagi.


"tunggu sebentar mas, apakah mas mau minum dulu sembil menunggu"tawarnya.


"boleh mbak es teh manis satu"ucap rio sembil terus melihat wajah yang tadi melayani dirinya.


" tolong buatkan es teh,nanti kasih ke emas yang disana"ucapnya.


"siap teh,teteh duduk aja biar pia yang melayani"ucap salah satu pegawai.


"owh dia itu bosnya,tapi ramah sekali pada pembeli"ucap rey dalam hati.

__ADS_1


ketika rey menyeruput es teh yang segar,tiba² lengannya ada yang menyenggol dan minuman sedikit tumpah.


"maaf yah mas"ucap seseorang yang menyenggol minuman rey.


muka rey sudah merah padam ingin marah dan memaki tapi ketika melihat perempuan bermata teduh dan berwajah manis itu semua kemarahannya hilang.


"tidak apa² santai saja"ucap rey.


"biar saya ganti aja minumnya"tawarnya dengan suara lembut khas orang sunda.


"kenapa wajahnya khas suda banget di tamah suaranya lembut seperti gula halus"rey dalam hati.


"ada apa ini"suara itu membuat rey tersadar dari lamunannya.


"ini meer aku menyenggol minuman mas ini"ucapannya dengan wajah bersalah.


"maafkan adek saya mas,dia tidak sengaja"ucap ameera dengan wajah cemas.


"tidak apa² kok mbak, minumnya juga tumpah sedikit santai saja"rey.


"owh adik yang punya warung ini ternyata,tapi kenapa seragamnya kaya yang bekerja di perusahaan rio"ucap rey dalam hati.


"apa mau saya ganti minumannya"tanya ameera.


"ahh tidak usah mbak,ini juga sudah cukup"ucap rey sambil melihat dua perempuan yang ada di hadapannya,.


"teteh ini pesanan mas nya"ucap pia.


"owh iya,mas ini pesananya"ameera sambil memberikan kantong kersek.


"beberapa semuanya mbak"ucap rey.


"totalnya segini mas,tapi saya diskon 20 persen untuk permintaan maaf adik saya membuat anda tidak nyaman"ucap ameera, sedangkan dinda yang ada di dekat ameera hanya dia,


"terimakasih mbak,saya tidak apa² kok soal kejadian tadi"ucap rio sambil memberikan uang pas,dia juga langsung pergi.


"ameera yang diskon dua puluh persen aku ganti yah,kan aku yang buat salah"ucap dinda.


"engga perlu di ganti,kaya sama siapa saja"ucap ameera.


"kamu rugi nanti,aku bayar yah"dinda.


"engga akan rugi kok sana kamu makan, kita ini saudara punya aku punya kamu juga"ucap ameera.

__ADS_1


"kamu kakak yang paling baik terimakasih"ucap dinda sambil berlalu pergi, meskipun ameera seumuran dengan dinda tapi dia sangat dewasa,selalu mengayomi dinda membuat dinda merasa jadi adiknya dia..


__ADS_2