BUKAN ANAK HARAM

BUKAN ANAK HARAM
part 38


__ADS_3

"owh ternyata ibu yang fitnah ameera"dinda dalam hati


"terserah kalian saja lah,aku mau kerja dulu"dinda pergi, karena percuma memberikan penjelasan sama orang² seperti itu tidak akan percaya.


setelah kepergian dinda,ibu² itu saling berbisik mungkin melanjutkan gibahnya.


"awas saja kalau mereka ngomong kaya tadi di depan ameera,gue sumpel mulut pake petasan"dinda sambil menuju angkot yang sedang mencari penumpang..


"hmmm masak apa ya,buat makan malam"ameera bingung.


"masak ayam bakar aja,sambel matah sama tempe enak kayanya"ucap lagi


ameera langsung mengambil belezer dan langsung berjalan keluar, ketika di jalan selalu ada ibu² yang menendang dengan tatapan sinis,dan akhirnya ameera sampe di tukang sayur.


"dek meera mau belanja apa"tanya kang sayur ramah


"mau ayam satu kilo kang sama tempe"ucap ameera

__ADS_1


"kamu tau dia hamil dari mana"seorang ibu-ibu berbisik pada temannya


"dari bu Astuti,liat postingan anaknya"jawabnya dengan pelan ,namun ameera mendengar obrolan mereka


"pantesan badannya berisi,apa dia tidak malu ankanya nanti tidak punya ayah"ucap yang lainya


"dia tidak akan malu,yang penting cuan banyak"jawab ibu yang tadi berisik


"pantesan bu astuti, mengusir si dinda kerena mungkin takut si dinda hamidun juga terus dia yang di omongin"ucap ibu satu lagi


"kayanya seperti itu"ucap mereka


"iya kang,padahal yang mereka omongin engga bener semua,tapi mereka merasa paling tau hidup saya hanya mendengar dari cerita orang"ameera sambil tersenyum


"iya saya percaya kok sama dek ameera"ucap kang sayur


"semuanya berapa kang"tanya ameera

__ADS_1


"empat puluh lima ribu neng"jawabannya


"ini bang,engga usah di kembalikan"ameera sambil memberikan uang lima puluh ribu, karena dia tidak mau mendengar omongan ibu_ibu rempong terlalu lama.


ketika di perjalanan dia ketemu dengan dion,ameera mencoba menghidar pura² tidak melihat karena dia takut jadi bahan omongan orang apalagi dengan kondisi dia lagi hamil,tapi sayang dion malah melihatnya dan memanggil nama ameera.


"ameera tunggu, kenapa kamu tidak mendengar aku memanggil kamu"dion sambil berlari mengejar ameera,dan terpaksa ameera pun berhenti.


"ada apa kak dion"tanya ameera


"engga,tadi aku ke rumah kamu untuk memberikan ini ,tapi kamu engga ada, untungnya kita ketemu disini"dion dengan senyum manis


"owh terimakasih kak,tapi aku engga bisa terima,kak dion kasih aja sama orang lain,satu lagi kak engga usah menemui aku lagi takutnya orang² mengira kita punya hubungan dan itu akan menjadi fitnah apalagi aku sudah punya suami"ameera, karena dia tidak mau orang berpikiran yang aneh aneh pada dirinya yang lagi hamil masih berdekatan dengan laki² lain.


"aku tidak mau bermaksud apa²,aku cuma mau ngasih ini,kamu terima ya,aku juga engga bakalan deketin kamu lagi"dion dengan senyum manis, padahal hatinya serasa di iris oleh pisau,dia sangat kecewa dengan ameera tapi dia juga tau bawa ameera berbicara seperti itu untuk kebaikan dirinya agar dia sadar bawa ameera adalah istri orang,


ameera mengambil kantong keresek yang dion berikan Karena merasa tidak enak.

__ADS_1


"terimakasih,aku pamit dulu"ameera berlalu pergi, sebenarnya dia tidak tega untuk berbicara seperti itu tapi ini demi kebaikan mereka bersama,ameera tidak mau dion menjadi bahan omongan orang² karena dekat dengan dirinya,


dion yang melihat kepergian ameera hanya membuang nafas kasar, apakah perjuangannya untuk membuat ameera menjadi miliknya cukup sampai disini, kenapa rasanya berat sekali melepaskan cinta Pertamanya ini, padahal dia ingin menikahi ameera dia tidak peduli ameera sedang hamil anak orang,dia akan menerima ameera apa adanya karena cintanya Sangat tulus,tapi ameera lebih memilih ayah dari anak yang menurut dion tidak bertanggungjawab..


__ADS_2