BUKAN ANAK HARAM

BUKAN ANAK HARAM
part 35


__ADS_3

"kenapa belum pada makan"tanya dinda


"kita itu nunggu kamu, kenapa lama sekali"protes ameera


"maklum perawan kan mandinya lama"dinda sambil nyengir


"ya udah kita mulai makanya"ameera


mereka pun makan bertiga, dengan hening dengan pikiran masing-masing.


"kalau ameera menjadi istri aku,pasti bahagia banget karena dia bisa memanjakan perut pasanganya,dan juga ketika pulang kerja pasti langsung hilang rasa lelah melihat wajahnya yang adem dan menyejukkan"dion dalam hati sambil mencuri pandang pada ameera.


dinda yang melihat dion tengah memandangi ameera langsung menginjak kaki sahabatnya itu.


"awww"pekik ameera


"kenapa apa perut kamu sakit,ayo kita ke dokter"dion hawatir


"engga sakit kok,tadi ada semut yang gigit kaki"alasan ameera


"kirain kamu sakit"dion lega.


”seperti suami yang hawatir pada istrinya"guman dinda pelan


"kamu ngomong apa tadi"tanya dion pada dinda


"ehh engga kak"dinda

__ADS_1


"aku mau pamit dulu, soalnya takut jadi fitnah karena terlalu lama di sini"dion pamit, meskipun sebenarnya dia engga pulang kalau boleh dia mau di rumah ameera terus hihihi biar seperti suami istri.


"ya udah hati_hati di jalan kak"ucap dinda,


dion berharap yang ngomong kaya gitu pada dirinya itu ameera, tapi sayang dinda.


setelah mereka berdua membereskan bekas makan dan mencuci peralatan masak juga piring bekas makan, mereka menonton tv sambil bercerita.


"ngomong_ngomong penggemar kamu tadi mau apa kesini”tanya dinda


”appaan sih kamu dinda,dia itu cuma mau kasih ini,katanya pas makan dia inget aku jadi di belikan”ameera sambil menunjuk paper bag.


"apaan itu isinya,coba aku lihat"dinda sambil membuka isi paper bag.


”wahhh dia tau aja apa yang kamu suka,dia calon ayah yang baik buat anak kamu"dinda sambil terkekeh


”dih anak aku mah engga perlu calon ayah kerena udah punya ayah”balas ameera, karena samapi kapanpun dia akan menuggu suaminya jika belum ada kata talak dia tidak mau mencari penggantinya, meskipun pernikahanya terpaksa tapi ini sebuah pernikahan yang sah dimata allah..


mereka berdua melanjutkan obrolanya sambil makan susi.


***


rio sedang tertidur dengan nyenyak entah berapa lama dia tidur.


"den bangun, ditunggu di ruang makan sama nyonya dan tuan"suara mbok inem


"iya mbok nanti aku kebawah nyusul"rio sambil bangun menuju kamar mandi

__ADS_1


setelah 10 menit dia baru beres ritual mandinya dia langsung turun ke bawa karena ingin bertemu dengan kedua orang tuanya.


"selamat malam semuanya"ucap rio sambil mengecup kening kedua orang tuanya


"rio mana istri kamu"ucap mamih jelita


"iiitu mih dia sedang pulang kampung"rio berbohong


"owh padahal mamih sama papih kangen sama ameera,mamih sudah membelikan oleh-oleh banyak untuk para menentu mamih"ucap mamih penuh bahagia


"padahal engga usah repot-repot mih,"ucap arman


"engga repot kok sayang malah mamih senang,nanati kalau kamu pulang bawa ya takutnya istri kamu nunggin oleh_oleh dari mamih"ucap jelita


"kalau di kasih terima aja kak,mumpung gratis "canda rio


"bener juga"balas arman, mereka pun tertawa rasanya kangen banget suasana seperti ini,


setelah beres makan mereka mengobrol di ruang keluarga untuk mengobati rasa kangen, sedang arman setelah mengobrol beberapa saat langsung pamit pulang.


"rio ayah mau tanya,tolong jawab yang jujur, apakah kamu selama kami dirawat,kamumeninggalkan ameera dan hidup masing_masing"ucap Abdullah dengan suara tegasnya


rio yang dapat pertanyaan itu hanya diam karena dia bingung mau jawab apa.


"jawab rio jangan diam terus"jelita pada sang anak


"begiiini mih pih, aku dan istriku hidup masing-masing,dan aku juga engga tau keberadaan dia dimana sekarang"rio sambil menuduk.

__ADS_1


Abdullah yang mendengar pernyataan anaknya langsung naik pitam dan menampar rio, karena dia merasa gagal mendidik anaknya untuk menjadi lelaki tanggungjawab.


"sabar pih, ingat kita baru sembuh tahan emosinya"jelita menangkan suaminya


__ADS_2