
"assalamu'alaikum,Meera ini aku dinda,apa bener bapak kamu jatuh dari pohon kelapa"ucap orang di sebrang sana..
"walaikumsalam,din iyaa bapak sekerang di rumah sakit din bagaimana ini huhuhu"ameera menangis..
"oke aku kerumah kamu sekerang,kamu jangan ke mana² kamu harus tenang"dinda hawatir..
ameera hanya bisa melamun, pikirannya hanya tertuju pada bapak,soalnya dia tidak tau kabar bapaknya, handphone ibunya tidak aktif sedangkan pak rt sama uwa suwar tidak membawa handphone.
beberapa saat kemudian,ada yang membuka pintu ruang tamu yaitu dinda.
"maaf ya meera aku tidak mengucapkan salam,soalnya aku hawatir sama kamu"dinda.
"tidak apa² kok din,aku paham"ameera, mereka berdua pun saling berpelukan,dan saling menguatkan..
"besok kita berangkat ke kota pagi²,aku akan menemanimu kamu tidak usah hawatir"dinda
"terimakasih,maaf aku merepotkan kamu din"ameera
"kamu tidak merepotkan aku kok kita kan sahabat, masa aku tidak membantu ketika kamu dapat musibah"dinda
"aku jadi terharu"ameera
"meera coba kamu telepon ibu kamu,siapa tahu sudah aktif sekarang"dinda
"iya akan aku coba din"ameera,mengambil handphone lalu mencoba menghubungi nomer ibunya dan ternyata aktif dan di angakat.
"assalamualaikum,bu gimana keadaan bapak"ameera sambil menangis..
"walikumsalam,meera bapak masih keritis dokter sedang memeriksanya sekarang,maaf ibu tadi tidak menghubungi kamu,karena ibu panik nak"ucap ibu di seberang sana..
"ya Allah,bu semoga bapak cepat sadar dari keritisnya,aku besok akan ke sana bersama dengan dinda"ucap ameera..
__ADS_1
"ya sudah,besok kamu hati² di jalan,ibu mau urus administrasi bersama pak rt dulu, assalamualaikum”ibu pamit,
"ibu jaga kesehatan jangan terlalu banyak pikiran,meera juga mau istirahat,walaikumsalam"ameera mematikan sambungan telepon.
"meera bagaimana keadaan bapak kamu,"dinda
"bapak masih keritis din,aku hawatir sama bapak"ameera memeluk dinda dan menumpahkan semua kesedihan di dalam hatinya.
"kamu sabar ya, semoga bapak kamu baik² saja,kita besok kesana"dina sambil mengusap punggung ameera.,
"amiin ya allah,semoga bapak baik² saja"ameera
"amiin,sana kamu ganti baju sana abis ini kita istirahat,biar besok badan kita fit"dinda..
ameera pun bergegas mengganti baju dan tidur bersama dinda..
pagi sekali ameera sedang masak untuk sarapan,dan juga untuk bekal mereka nanti disana, karena ameera takut ibunya belum makan dari kemarin.
"din kamu belum pamit sama bunda kamu"ucap ameera,takut sahabat belum minta izin.
"udah dong,semalam bunda aku suruh aku datang kesini,dan dia juga menyuruhku nemenin kamu ke rs"ucap dinda..
"syukur lah kalau begitu, terimakasih sayang aku"ameera sambil memeluk sahabatnya itu.
"kenapa sih bilang makasih terus,kaya sama siapa saja"dinda dengan muka cemberut.
"hehehe maaf,ya udah ayo berangkat"Ameera.
mereka berdua pun jalan,karena akan mencari angkot setelah naik angkot baru naik bus..
"meera kok angkotnya engga ada,dari tadi ya"ucap dinda..
__ADS_1
"iya nih,mungkin kena macet kali"ameera.
"bisa siang kita kesana"dinda..
ketika mereka berdua sedang menuggu angkot, ada sebuah mobil yang berhenti di depan mereka..
"ehhh ameera dinda, mau kemana nih udah pada rapih pagi² gini"dion..
"mau kerumah sakit"ucap ameera..
"emang siapa yang sakit,apa kamu sakit ameera"dion panik.
"bukan meera, yang sakit tapi bapak ameera yang sakit kak dion"jelas dinda
"ya allah,bapak kamu sakit apa meera"dion.
"dia jatuh dari pohon kelapa kak"ameera.
"gimana ke adaan nya sekarang,di rumah sakit mana sekarang"dion.
"sekarang masih keritis,di rumah sakit hasan sadiqin kak"ameera
"ya udah kalau kalian mau kesana bareng aku
aja, sekalian biar kamu engga usah cape naik turun mobil"dion
"gimana meera"ucap dinda minta persetujuan pada ameera..
"ya udah kita numpang sama kak dion,soalnya angkot juga dari tadi belum ada yang lewat"ameera
"iya udah ayo masuk"ucap dion,dan mereka pun masuk.
__ADS_1
see you next part bey bey🌷🌹🌹❤️