BUKAN ANAK HARAM

BUKAN ANAK HARAM
bicara empat mata.


__ADS_3

Rio yang mendengar suara istrinya langsung tersadar dari lamunan,rio mendekat dan menggendong anaknya dan memandangi wajah bay yang ada di hadapannya.


"anakku"lirih rio,dan seketika air matanya keluar.


ketika mengazani anaknya suara rio bergetar ada tangisan haru dan bahagia kerena sudah menjadi ayah sekarang..


semua orang yang ada di dalam langsung pamit ke luar, karena mereka tau rio dan ameera butuh ruang untuk mereka berdua.


setelah kepergian orang² kedunya canggung,rio bingung mau mulai bicara dari mana.telah lama mikir akhirnya rio mendekat dan duduk di sebelah ameera yang sedang berbaring.


"hmmm aku minta maaf untuk semuanya,aku tidak berniat untuk meninggalkan kamu waktu itu,orang tuaku kecelakaan jadi aku panik langsung pergi begitu saja kalau tidak pecaya tanyakan saja pada mereka,aku sudah mencarimu kemana² tapi aku tidak menemukan kamu,aku juga sudah ke kampung kamu tapi kata bibi kamu sudah pergi untuk menyusulku"ucap rio sambil menunduk.


ameera menatap laki² yang di depannya ini,ameera berpikir apa dia mimpi bisa ketemu dengan laki² yang sudah menjadi suaminya itu.


"apakah bener dia mencari ku selema ini, ternyata dia masih mengingat aku sebagai istrinya"ameera dalam hati.


"hmm iya aku sudah memaafkan kamu kok"ameera sambil tersenyum tulus.


tanpa di duga Rio Langsung memeluk ameera tanpa aba-aba membuat ameera terkejut sekaligus gugup,pipinya sekarang pasti sudah seperti kepiting rebus,.


"hmmmm ii_tu anak kita nangis"ucap ameera.


membuat rio sadar bawa dia dari tadi memeluk istrinya,.


"eehh i_iya"rio salting sambil menggaruk leher.


"tolong bawa kesini, soalnya aku belum bisa turun"ucap ameera.


"aku tidak bisa menggendong nyaa"jawab rio.


"tolong panggil mamih,kalau kamu tidak bisa"ameera.


rio langsung keluar memanggil sang ibu..


"kamu harus belajar gendong rio, sekarang kamu udah jadi ayah"omel jelita sambil masuk ke dalam.


"iyaa rio akan belajar mih"ucap rio.


jelita pun menggendong bayi dan di berikan pada ameera, sedangkan rio duduk di kursi sebelah ameera dia trus mengamati istri dan anakanya itu.

__ADS_1


ameera yang mau menyusui anaknya jadi malu karena rio terus menatapnya.


"engga usah malu, rio juga sudah melihatnya kan"jelita sambil terkekeh melihat tingkah manatunya malu².


ameera sangat malu mendengar ucapan mertuanya, sedangkan rio terlihat biasa saja.


ameera pun menyusui bayi mungil, sedangkan sang bayi menyedot dengan lahap.


"tauuu aja itu enak,"rio dalam hati.


di luar farhat sedang mengobrol rey dan Abdullah, sedangkan Dinda hanya duduk dengan canggung.


ternyata suami ameera itu bos nya di kantor, sedangkan rey itu sahabatnya kenapa bisa kebetulan begini pikir dinda.


"nak apakah kamu kerabatnya ameera"tanya Abdullah.


"saya sahabatnya ameera om,saya tinggal sama ameera selama ini"ucap dinda.


"terimakasih kamu sudah menjaga ameera dengan baik"ucap Abdullah tulus.


"tidak usah bilang terimakasih om,kita berdua hidup sebatang kara jadi kita sudah kewajiban saling menjaga,saya juga sudah menggap ameera keluarga saya"dinda.


"sini duduk sayang"ucap jelita lembut.


dinda pun duduk di sebelah jelita,dinda merasa nyaman dengan jelita yang begitu baik perlakukan dirinya.


"jadi begini sayang,ameera akan tinggal di rumah kami kamu juga ikut tinggal disana,anggap aja tente dan paman orang tua kamu"ucap jelita.


"tapi tante,gimana dengan yang sudah kami sewa"dinda bingung.


"tidak usah bingung biar itu jadi urusan kami,kamu juga engga usah kerja sebagai OB di perusahaan milik rio"jelas jelita.


"terus aku kerja dimana tente"ucap dinda.


"begini dinda..kamu kelolah aja rumah makan dariapada jadi OB kan aku sudah pernah bilang, aku sudah omongin ini sama mamih dan juga mas rio mereka setuju kok"ameera.


"nanti dinda pikiran² dulu deh"ucap dinda.


"ya udah kamu istirahat sana,ambil baju kamu dan keperluan kamu,nanti biar rey yang nganter,habis itu langsung ke rumah tante yah,sudah ada mbok inem yang membereskan kamar kamu dan kebutuhan lainya "jelas jelita.

__ADS_1


dinda pun pamit untuk pulang.


"ameera aku pulang dulu yah, sayang aunty pulang dulu yah"pamit dinda pada ameera dan juga bayi.


"kita pindah ke rauang vvip yah sayang"ucap jelita pada menantunya.


"engga mih,besok juga pulang"ucap ameera.


"ya sudah itu mau kamu,mamih pamit dulu sebentar, mamih udah pesankan makanan untuk kalian menantu mamih tidak suka makanan rumah sakit"jelita.


sedangkan farhat sudah kembali ke kantor dari tadi karena ada meeting menggantikan rio.


suasana kembali canggung ketika mereka berdua di dalam ruangan.


ketika beberapa saat makanan yang mamih nya pesan datang.rio pun mengambilnya.


"itu untuk kita semua"tanya ameera takut salah.


"iya kata mamih ini untuk kamu makan, karena ibu menyusui itu harus banyak makan supaya asi keluar"jelas rio.


"biar aku suapi saja"sambungnya.


"tapikan kamu harus makan juga"ameera.


"aku nanti saja, sekarang aku mau menyuapi kamu"rio mengambil satu kotak makanan.


rio menyuapi ameera dengan telaten,ameera sebenarnya malu tapi bagaimana lagi rio memaksa,ameera membuka mulut dengan malu².


"begini kah rasanya di suapi suami,rasanya dag-dig-dug seeer"ameera dalam hati.


rio yang melihat ameera malu² kucing sangat gemas,apalagi wajah ameera seperti kepiting rebus sangat menggemaskan.


"pasti bibir itu sangat manis,ahhh beruntung banget gue nikah sama daun muda"rio dalam hati.sambi terus melihat bibir ameera yang seperti buah ceri.


"tahan tahan rio, istrimu baru saja melahirkan,aduuh kenapa otak ini jadi mesum apalagi yang di bawah mulai sesak"ucap rio dalam hati.


"mas udah ahh,aku sudah kenyang sekarang mas yang makan"ucapan ameera menyadarkan lamunan rio.


"ehhh iya mas makan dulu"ucap rio.

__ADS_1


tunggu kelanjutannya 🌹🌹❤️❤️🤗🤗


__ADS_2