BUKAN ANAK HARAM

BUKAN ANAK HARAM
part 31


__ADS_3

"ya sudah kalau begitu aku permisi dulu"pamit dion dengan wajah sedih.


sedangkan ameera hanya diam pikiran kacau disisi lain dia mencintai dion dan di sisi lain di mempunyai suami,


setelah dion pergi ameera langsung ke kamar,dia menangisi kisah cinta dirinya dan dion yang tak sampai,


sedangkan dinda hanya melihat sahabatnya,dia tidak berani masuk karena ameera butuh ketenangan dan menyendiri.


**


di rumah sakit farhat bingung menghadapi bosnya, karena dari tadi bosnya banyak sekali kemuanya, setelah tidak tadi engga jadi ke taman tiba-tiba diam seribu bahasa,dan sekarang tiba_tiba ingin rujak setelah di belikan tiba-tiba pengen mempek_pempek dan bengen waktu yang sangat singkat membuat kepala pusing, Farhat seperti mempunyai istri sedang ngidam padahal dia jomblo.


"bos mau di belikan apa lagi,biar sekalian kaki saya gempor"Farhat


"sudah ini udah cukup,aku sudah mencicipi semuanya yang aku mau"rio santai.


"dimana engga cukup,makanan segitu banyak,kalau bos nambah lagi berarti dia kesurupan"farhat dalam hati


"karena aku sudah mencicipi semuanya,jadi yang sekarang tinggal giliran kamu memakan semuanya"lanjutnya santai


"kamu siapa bos"tanya farhat pada sang bos


"iya kamu Farhat siapa lagi"rio


"maaf bos aku sudah sangat kenyang tadi udah makan"farhat,


"oh jadi engga mau makan nih,ya udah engga apa-apa bulan depan jangan berharap dapat bonus"ancam rio

__ADS_1


"hmm jangan begitu bos,saya akan memakan semuanya"farhat sambil mengambil semua makanan yang di beli tadi.


"bagus kau sangat berguna sekali"rio


"kenapa akhir_akhir ini bos semakin menyebalkan"farhat dalam hati.


"bos kok semuanya masih utuh katanya udah bos cicipin"farhat


"emang udah aku cicipin aromnya saja"rio


"owh begitu"Farhat pasrah harus mengabiskan enam makanan yang berbeda ini demi bonus bulan depan.


"kamu pasti bisa Farhat ingat bulan depan kita dapat bonus"Farhat menyemangati dirinya sendiri.


rio hanya tersenyum melihat Farhat makan dengan wajah di tekuk,rasanya dia ingin ketawa tapi dia tahan biar makanan yang ada di depan farhat habis.


"habiskan itu sedikit lagi,lihatlah orang di luar sana susah sekali untuk makan enak"rio


"baik bos ku akan memakanya"farhat


"giliran aku di ceramahin,padahal yang mau makanan ini kan dirinya bukan aku"Farhat dalam hati


"bagus kalau begitu,bulan besok tidak boleh transfer ke ATM Sabrina"rio


"baik bos"Farhat


*

__ADS_1


"ameera sarapan yuk,nanti tidur lagi setelah sarapan"dinda


"kamu aja duluan aku engga nafsu makan"ameera


"kamu makan dulu,kasian loh dede bayi yang ada di perut kamu,aku juga udah bikinin susu buat kamu nanti dingin"dinda


ameer pun bangun dan ke kamar mandi untuk cuci muka, dirinya tidak boleh egois karena sekarang ada nyawa di perutnya yang harus sehat.


"sarapan apa dinda"tanya ameera yang ikut duduk.


"sarapan nasi goreng seafood"dinda sambil masukan ke mulutnya


"wahh pasti enak nih"ameera langsung berbinar


"hmmm meera kamu baik-baik saja kan"dinda


"aku baik_baik saja kok,kamu tengang aja,tadi siapa yang datang kesini"ameera


"kamu mendengar"dinda


"aku hanya mendengar orang berbicara dengan keras aja"ameera


"tadi ibu Astuti kesini,dia bilang sudah menikah lagi jadi aku engga usah minta harta apapun sama dia kerena semuanya harta dia"dinda


"kamu engga usah sedih yah, biarkan aja bu Astuti mengambil semua harta yang ayah kamu punya dulu,yang penting kamu engga tinggal sama dia lagi,aku akan selalu ada buat kamu karena kita saudara"ameera menguatkan sahabatnya.


"makasih kamu adalah orang yang sangat berarti bagi aku setelah bapak aku meninggal,kamu begitu peduli sama aku dibandingkan ibu kandungku sendiri"dinda langung memeluk ameera

__ADS_1


"kita harus saling menguatkan karena kita hanya berdua di dunia ini"ameera membalas pelukan dinda.


__ADS_2