
Kenapa sabrina sangat tega pada dirinya padahal selama ini rio selalu memberikan apa yang sabrina mau,dan ketika keluarganya tidak setuju dengan hubungan itu,rio tetap mempertahankan sabrina dan selalu membela sabrian ketika keluarganya menjelekkan sabrina,rio selalu menjaga Sabrina,dia tidak mau berhubungan intim sebelum menikah takut merusak masa depan Sabrina, Selama pacaran 4 tahun lebih,dia mencoba menahan nafsunya meskipun sabrina selalu mangajak untuk berhubungan tapi rio selalu menolak,apa karena itu sabrina mengkhianati dirinya.
rio langsung balik ke ruangannya,dia juga menelpon Farhat agar balik ke tempat dia di rawat, moodnya sudah hancur.
ketika farhat sudah sampai di ruangan rio,dia melihat bosnya sedang melamun,apa sebenernya yang bosnya lihat tadi,kenapa raut wajah yang tadinya baik_baik saja sekarang sudah murung dan kusut seperti jemuran kering.
"bos yang di minta bos tadi sudah saya kirim lewat email"ucap Farhat
"hmm,ya kerja kamu bangus"rio langsung mengambil hpnya di atas laci dan melihatnya.
"kenapa penarikan hanya satu kali, padahal aku selalu tarsfer tiap bulan, terus selama beberapa bulan ini dia pake uang dari mana"rio
"ada apa bos"tanya Farhat
"Farhat tolong carikan di daerah mana terakhir wanita itu menarik uang"rio
"baik bos,kalau gitu saya ijin kelar sebentar"pamit rio untuk menelpon seseorang
*
sesudah membeli beberapa keperluan di minimarket ameera dan dinda langsung pulang ke rumah.
"hmm lumaya lelah hari ini"keluh Ameera
"meera aku membereskan belanjaan dulu,kamu mau aku buatkan jus"dinda
"engga usah aku nanti minum air putih aja, sekarang mau selonjoran dulu"ameera
"iya udah kalau begitu"dinda sambil berlalu pergi membawa belanjaan.
setelah dinda pergi ameera memijit kakinya sendirian, mungkin kalau suaminya ada disini kalau dia pegal pasti ada yang memijitnya,
entah kenapa beberapa hari ini ameera selalu ingat pada suaminya itu apa ini bawaan bayi.
"ameera kenapa membeli ice cream banyak sekali,seperti ingin buka warung saja"teriak dinda dari dapur
"biar nanati kalau mau,tinggal ngambil engga usah jauh_jauh"balas ameera
__ADS_1
"ini juga kenapa beli kinerjoy banyak sekali,kan kamu tidak terlalu suka sama coklat"dinda Heraan
"sekarang aku jadi suka makanya aku beli,itukan buat kita berdua dinda"ameera
"terserah kamu aja meera asal kamu bahagia"dinda
ameera mengambil buah naga, rasanya dia ingin sekali membuat jus pasti segar.
"katanya tadi di tawarin engga mau jus, kok sekarang mau bikin,sini biar aku buatin"dinda mengambil alih
"engga usah dinda,aku juga bisa kok cuma buat jus aja"ameera
"engga usah bumil duduk cantik aja,"Dinda
ameera pun menuruti semua perkataan sahabatnya itu karena dia tau penolakanya tidak ada gunanya.
ketika keduanya ngobrol tiba_tiba pintu rumahnya ada yang mengetuk,ameera melihat ada siapa yang datang kesini.
"assalamualaikum, permisi"ucapnya
"boleh aku masuk"tanyanya Dengan senym manis
"booleh, silahkan masuk"ameera gugup
mereka pun masuk dan duduk kursi.
"mau minum apa"tanya ameera
"air putih aja,kalau yang manis-manis takut diabetes"ucap pria yang ada di hadapan ameera.
dinda pun mengambilkan air lalu dia pergi lagi, karena takut akan menggangu obrolan ameera dan dion.
"ada yang kau mau tanyakan,apa boleh"dion langsung pada initinya
"silahkan,emang kakak mau bertanya apa"ameera penasaran
"hmm maaaf kalau nanti kesinggung tapi jagan marah aku cuma ingin tahu aja"dion
__ADS_1
"iya aku engga akan marah kok"ameera
"begini meera apa kamu sedang hamil"tanya dion hati_hati.
ameera hanya membuang nafas kasar,apa dia harus jujur atau berbohong,jika dia berbohong nanti juga dion bakal tahu semuanya.
"iya memang aku hamil kak"ucap ameera
deg hati dion sangat sakit,melihat wanita yang sejak kecil dia sukai kini tengah hamil oleh orang lain
"siiapa ayah anak yang kamu kandung" dion penasaran
mendapatkan pertanyaan seperti itu ameera hanya diam, meskipun dia menyebutkan nama ayah dari anaknya dion tidak akan tahu.
"ada seseorang,meskipun aku menyebutkan ayah dari bayi yang ada di kandungan ku ini,kak dion tidak akan mengenalnya"ameera
"jika ayahnya tidak bertanggung jawab,aku akan menikahi kamu dan bertanggung jawab ameera, sebenarnya aku sangat mencintaimu dari dulu tapi aku tak berani mengatakan padamu, bolehkah aku menjadi ayah dari bayi yang kamu kadung"dion bicara dengan sangat serius.
ameera menatap dua manik mata yang begitu tulus,andai saja dulu dion mengatakan cinta sebelum dia menikah dengan rio,pasti ameera akan menerima dion dan menolak pernikahan dengan pria yang bahkan mengilang tepat di hari ketiga pernikahanya.
"maaf kak aku tidak menerima, keren ayah dari bayi ini bertanggung jawab,cuma untuk saat ini dia tidak bisa ada di sisi aku kerena dia bekerja,dan soal perasaan kak kepadaku aku tidak bisa membalas Karena aku istri orang"jelas ameera
"jawab pertanyaan aku dengan jujur, apakah kamu mencintai aku"tanya rio
"aku tidak mencintai kak,aku menganggap kak hany sebagai teman"ameera
"kamu bohong,aku tau kamu mencintai aku,kenapa kamu bohong ameera, kenapa kamu bohongi persaan kamu sediri"rio
"aku tidak membohongi persaanku,aku bicara yang sebenarnya"elak ameera, karena dia tidak mau dion terlalu berharap lebih padanya.
"ya sudah kalau begitu aku permisi dulu"pamit dion dengan wajah sedih.
sedangkan ameera hanya diam pikiran kacau disisi lain dia mencintai dion dan di sisi lain di mempunyai suami,
setelah dion pergi ameera langsung ke kamar,dia menangisi kisah cinta dirinya dan dion yang tak sampai,
sedangkan dinda hanya melihat sahabatnya,dia tidak berani masuk karena ameera butuh ketenangan dan menyendiri.
__ADS_1