BUKAN ANAK HARAM

BUKAN ANAK HARAM
makan enak..


__ADS_3

"ya udah kalau begitu saya kerumah sakit dulu,titip zeula"arman


"iya tuan"mbok inem


"ayo sayang kita ke rumah sakit takut penyakit rio serius"arman berjalan menuju mobil untuk pergi ke rumah sakit.


setelah samapi rio di bawa ke ruang UGD untuk di periksa oleh dokter.


"gimana keadaan adik saya dokter "arman


"kedaan adik anda baik_baik saja dia hanya ke kurangan cairan dan asupan makanan, mungkin akhirnya ini adik anda selera makannya turun jadi dia drop"ucap dokter


"syukurlah kalau begitu"arman lega


"mungkin untuk beberapa hari ini,pasien harus di rawat dulu biar kedaanya lebih baik"dokter


"iya dokter saya mengikuti saran dokter saja"arman


"kalau begitu saya permisi dulu"dokter pun pergi.


arman dan nadia masuk ke dalam untuk melihat adiknya yang tengah berbaring lemas.,


arman menatap wajah adiknya dengan sendu sebenarnya dia kasian melihat adiknya yang semakin kurus sekarang.


"kak aku dimana"tanya rio dengan suara lirih


"kamu sedang di rumah sakit,tadi kamu pingsan"arman

__ADS_1


"duh pusing"rio sambil memegang kepalanya


"jangan bangun dulu,rio sebenarnya ada masalah apa hingga kamu tidak berselera makan begini,kamu cerita pada kak mungkin kak bisa bantu kamu" arman


rio mengebuskan nafasa berat"aku tidak punya masalah apa_apa kak cuma engga tau kenapa akhirnya ini ku tidak berselera makan"jelas rio


"rio kamu seperti orang yang lagi ngidam"celetuk nadia


"emang orang yang ngidam seperti ini yah kak"tanya rio pensaran


"iyaa dulu kak Nadia seperti kamu,tapi kamu kan cowok mana mungkin ngidam"balas arman.


setelah itu arman pamit pulang nanti Farhat yang menunggu rio di rumah sakit,


setelah kepergian kakaknya , kepikiran omongan kakak iparnya itu apa bener istrinya itu sedang hamil.


"mau pada kemana nih udah pada rapih"tanya dion


"mau kedepan"balas dinda


"hmm mau di antar engga nih"dion


"engga usah kita deket kok"ameera sambil terus berjalan dengan cepat


"ya udah kalau begitu,nanti aku ke rumah kamu ya meera ada yang mau aku omongin"dion sambil berlalu pergi.


"mau ngapain kak dion ke rumah kamu meera"tanya dinda

__ADS_1


"engga tau kok kamu nanya sama aku,tanya aja sama orangnya"ameera sewot.


"dihh kok kamu jadi marah sih meera padahal aku cuma nanya"balas dinda


"ayo itu angkotnya udah ada"ameera sambil naik kedalam angkot.


mereka pun sampai di sebuah kelinik,dan harus menunggu beberapa saat,


sekarang giliran Ameera yang di panggil setelah itu di periksa dan di USG untuk memastikan kehamilanya.


"bu liat yang ada di monitor ini,itu bayi ibu"ucap dokter


"yang ini, dokter"ucap dinda antusias sedang ameera hanya melihat monitor dengan mata berkaca-kaca karena tidak menyangka di ramihnya sudah ada bayi kecil.


"iya ibu yang ini,bayinya alhmdulillah sehat"ucapan dokter sambil menujuk monitor.


"usia kandungan ibu ameera memasuki empat Minggu,tolong jaga kesehatan jangan banyak pikiran dan melakukan hal yang berat soalnya masih rentan"ucap dokter sambil memberikan vitamin.


"iya dokter saya akan menjaga bayi saya"ameera


setelah memeriksa kandungan keduanya pun mencari makan karena ameera sudah sangat lapar padahal tadi dia makan banyak mungkin ini bawaan bayi.


"meera kenapa harus ke restoran mahal sih"ucap dinda


"aku pengen makan yang enak seperti para artis yang sering aku tonton di tv"ameera


"anak kamu bapaknya sultan jadi dia ngidamnya makanan mahal"dinda sambil tersenyum

__ADS_1


keduanya pun langsung memesan makanan yang harganya lumayan nenguras dompet untuk kamu menengah..


__ADS_2