BUKAN ANAK HARAM

BUKAN ANAK HARAM
part 52


__ADS_3

"kamu kakak yang paling baik terimakasih"ucap dinda sambil berlalu pergi, meskipun ameera seumuran dengan dinda tapi dia sangat dewasa,selalu mengayomi dinda membuat dinda merasa jadi adiknya dia..


setelah membeli makanan tadi rey tidak pernah berhenti tersenyum sepanjang jalan,hingga karyawan rio heran bisanya muka sahabat bosnya ini coll dan juga garang tapi kenapa sekarang jadi full senyum dan ramah jika di sapa, apakah dia kesambet pikiran mereka yang melihatnya.


rey langsung masuk sambil tetap tersenyum seperti iklan pasta gigi.


"kebiasaan engga ngucap salam"rio memutar mata.


"ehh maaf,lupa saking bahagia"ucap rey,membuat Farhat dan rio mengerutkan dahinya.


"bahagia kenapa,saham loe naik"ucap rio.


"lebih dari itu"ucap rey,sambil membuka makanan yang dia beli.


"ayo Farhat makan,kenapa melongo terus dari tadi"ucap rey yang melihat Farhat hanya diam.


"saya di kasih bos"ucap Farhat.


"iya kalau kamu mau,kalau engga pergi saja"rio sambil menyuapkan nasi pada mulutnya.


"mau dong apalagi makan enak gratis pula"ucap Farhat.


"kenapa loe makan aja sambil nyengir,nanti gigi loe kering"rio pada sahabatnya.


"loe engga suka banget liat gue bahagia"ucap rey manyun.


"mulanya gitu,gue takut loe kesambet"rio.


"emang gue kesambet cinta"rey sambil nyengir.


"dasar loe"rio sambil melempar kersek.


"rio kenapa sih loe engga bilang punya karyawan cantik"ucap rey sambil ngunyah.


"ehhh emang gue tau ada karyawan cantik,"ucap rio.

__ADS_1


"gue tadi ketemu karyawan loe bajunya cleaning servis,behh mukanya cantik khas wanita sunda ngomongnya lembut seperti kapas,kakaknya itu yang punya warung nasi di yang gue beli"ucap rey antusias.


"owh begitu"ucap rio.


"kok loe jawabannya begitu amat sih"rey cemberut.


"terus gue harus gimana,udah diam dulu kitakan lagi makan"rio kesal mendengar ocehan sahabatnya satu ini.


"loe tau engga siapa nama cewek itu"tanya rey pada rio.


"mana gue tau rey,gue cuma gajih mereka engga tau namanya kecuali assiten gue sama sekertaris gue,tuh tanya sama si Farhat"ucap rio kesal.


"maaf bos saya kurang tahu, soalnya saya buka HRD"farhat nyengir.


"ini ayam bakar bakal jadi daftar makanan favorit gue"rey sambil makan dengan lahap.


"hampir semua makanan,bos rey selalu bilang ini bakal jadi daftar makanan favorit"ucap Farhat.


"namanya juga udik Farhat"ucap rio.


"apaan loe bilang gue udik"ucap rey kesel.


"loe tau engga yang punya warung nasi di seberang itu masih muda,dia sedang hamil besar kira² sembilan delapan bulanan kayanya,tapi wajahnya itu familiar rasanya gue pernah melihat tapi dimana lupa lagi, orang juga baik dan ramah kelihatan dewasa tapi mukanya masih unyu²"rey.


"rio sejak kapan loe jadi rempong seperti ibu² kompleks"ucap rio.


"kan gue cuma bercerita"rey.


"tapi pas kemarin aku kesan tidak ada wanita hamil"timpal farhat.


"mungkin dia sedang tidak ada disana,kapan² kita makan disana tempatnya juga enak dan bersih"rey.


"kalau loe sudah beres makanya silahkan pergi,gue masih banyak pekerjaan"ucap rio yang sudah selesai makan.


"kok loe ngusir gue sih rio"ucap rey, sedang kan Farhat sudah pergi dari ruangan rio dan memanggil OB untuk membersihkan ruangan bos.

__ADS_1


rey pun terpaksa pergi meski sebenarnya dia masih betah di sana bersama rio.


****


ameera sedang istirahat di mushola yang ada di warungnya jadi setiap pegawai harus melaksanakan solat jika muslim dan juga ada dua kamar untuk istirahat karyawan dan dirinya di kamar atas jika mau menginap.


ameera sedang selonjoran rasanya dia lelah sekali padahal dia tidak bekerja berat hanya sesekali membantu jika pegawainya sedang kelelahan.


"ameera aku mau bekerja lagi"pamit dinda.


"iya sana hati² kalau nanti kalau nyebrang"ucap ameera.


"kamu juga istirahat kelihatannya cape, nanti kalau pulang bareng"dinda.


"iya aku juga mau istirahat"ucap ameera, setelah pamitan dinda langsung pergi untuk bekerja lagi.


rumah besar kedua orang tua rio sedang duduk rasanya rumah yang besar ini begitu sepi, kedua anaknya memilih pisah rumah meskipun seminggu sekali mereka selalu berkumpul.


akhir² ini pikiran jelita sangat terganggu dengan hilangnya menantu yang sedang hamil,dia kadang mencari sediri menantunya itu tanpa sepengetahuan suami dan anaknya tapi dia tidak pernah menemukanya.


urusan dengan Sabrina sudah selesai,malah jelita juga mengancam Sabrina jika dia mengganggu keluarganya apalagi rio dia kana melaporkan ke pihak polisi,tas dasar fitnah dan pencemaran nama baik terhadap putranya rio hingga dia tidak berani menampakan diri di hadapan rio dan keluarga.


"papih rumah ini rasanya sepi sekali"ucap jelita sambil meminum teh.


"iya coba Arman sama rio mau tinggal disini, pasti rumah ini rame"jawab Abdullah.


"iya tapi kita juga harus mengrti bawa mereka sudah memiliki keluarga masing² butuh perivasi"ucap jelita.


"coba telpon rio suruh nginep disini bersama Farhat dan rey,sudah mereka sudah lama tidak nginep disini"ucap Abdullah.


jelita pun menelepon rio dan kedua temanya untuk nginep Disini dengan sedikit paksaan akhirnya rio mau.


"mbok inem,mbok"panggil jelita.


"iya nyonya ada apa"ucap mbok inem.

__ADS_1


"tolong masak kesukaan rio,dan juga kedua anak bujang saya"ucap jelita,dia sudah menganggap kedua sahabat rio adalah anaknya.


"baik nyonya"ucao mbok inem sopan dan berlalu pergi.


__ADS_2