BUKAN ANAK HARAM

BUKAN ANAK HARAM
part 41


__ADS_3

"maaf saya mau tegaskan saya tidak hamil di luar nikah,dan kenapa saya harus pergi ini rumah saya,dan satu lagi apa saya merugikan kalian disini, bahkan saya makan di tanggung saya sediri kenapa kalian harus repot ngurusin saya,jika kalian sudah tidak ada lagi urusan dengan saya silakan pergi dari rumah saya"ameera.


"awas saja kalian tidak pergi dari kampung ini kalian tau akibatnya,ayo pak kita pergi dari rumah jelek ini"siti sambil pergi ke luar.


setelah dua orang itu pergi dia ameera langsung ambruk dia menangis sejadi²nya Karen dari tadi dia menahan sesak di hatinya dia tidak mampu lagi menahan rasa sakit.


"Ameera kamu harus kuat"dinda sambil membopong tubuh sahabatnya ke kursi,dinda juga ikut menangis kenapa nasib sahabatnya harus seperti ini,padahal anak di dalam kandungan ini mempunyai ayah dan tidak hamil di luar nikah.


"dinda apa yang harus kita lakukan, apakah kita harus pergi dari rumah ini mendengar ancaman orang tua kak dion aku takut bayi di dalam perut ini kenapa²"ameera menangis sambil mengusap perutnya.


"aku cuma ngikutin keputusan kamu ameera, apapun itu aku akan mendukung kamu kita akan menghadapi bareng²"dinda.


"tapi gimana pekerjaan kamu.kalau kamu ikut sama aku,lebih baik kamu tinggal disini biar aku aja yang pergi"ameera tidak mau sahabatnya kesusahan


"soal pekerjaan aku bisa. cari lagi nanti,aku akan tetap ikut bersama kamu, aunty akan jagain kamu dan mamah kamu"dinda meyakinkan ameera sambil mengusap perutnya.


"terimakasih"ameera sambil memeluk dinda dengan rasa haru disaat seperti ini hanya dinda lah yang selalu mendukung dan menguatkan dirinya.


"jangan terus memelukku aku tidak bisa bernafas ini,kita kemas beberapa barang untuk kita bawa,kita harus pergi malam ini bukan biar orang tidak pada tau"dinda


"ya sudah ayo kita hanya akan membawa baju dan barang² penting yang kita butuhkan saja,dan kunci di titipkan sama bibi asri saja,kalau ada yang mau menyewa atau mengontak kita serahkan saja sama bibi sari"ameera


"iya ide bagus biar rumah ini ada yang ngurus"dinda


setelah mereka berdua membereskan barang² yang akan mereka bawa.mereka berdua langsung menuju rumah bibi asri.


"assalamualaikum bibi"ucap ameera


"walaikumsalam,eh ameera tumben malam² kesini,ayo masuk dulu"bibi asri dengan ramah.ameera dan dinda pun ikut masuk.


"maaf sebelumnya ameera mengganggu bibi malam².jadi begini bibi ameera akan pergi merantau.ameera mau nitip rumah jika ada yang mau ngontrak boleh di kontrak nanati uang kontrak kita bagi dua.kalau soal pembayaran lewat transfer juga tidak apa-apa"ameera.

__ADS_1


"iya soal rumah kalian jangan hawatir.kenapa kalian perginya malam² apa engga bisa pagi aja,"bibi asri dengan wajah khawatir


"iya bibi kami sengaja pergi malam² biar pas sampai kesana pagi"jawab dinda.


"owh seperti itu kalian hati² disana,ameera kamu kan sedang hamil apa kamu akan ke kota suami kamu,kamu harus jaga kesehatan"bibi asri langsung memeluk ameera, karena dia sudah mendengar kabar kehamilan ameera,tapi ketika bibi asri bertanya pada ameera,dan ameera menjelaskan bawa dia sudah menikah dia percaya meskipun gosip di luar sana seperti itu terhadap ameera.


"bibi tenang saja,ameera akan menjaga bayi ameera dengan sangat baik.ameera juga akan menyusul suami ke kota"ameera terpaksa berbohong kepada sang bibi supaya dia tidak banyak bertanya.


"bibi kalau begitu kita berdua pamit,bibi jaga kesehatan"pamit dinda,dan ameera sambil bersalaman.


"assalamualaikum"lanjutnya


"waalikumsalam"balas bibi asri


setelah berpamitan pada bibi asri ameera dan dinda langsung ke luar dan menuju rumahnya.


"mobil yang kita pesan pasti sebentar lagi datang"ucap dinda


"tidak ada, semuanya beres"dinda, setelah beberapa saat mobil yang mereka pesan pun


akhirnya datang mereka berdua langsung naik, sepanjang perjalanan tidak ada obrolan mereka hanya diam dengan pikirannya masing-masing.


"bismillahirrahmanirrahim semoga saja meninggalkan rumah adalah jalan terbaik untuk aku dan anakku,biar kami bisa hidup tenang tanpa ancaman orang yang tidak suka terhadap kami"ameera dalam hati sambil mengusap perutnya.


sepanjang perjalanan mereka ke tidur,hingga tidak terasa mereka sudah sampai di kota tujuan.


"maaf mbak kita sudah sampai"suara supir membuat keduanya bangun.


"aduh maaf pak kami ketiduran"dinda langsung membangunkan ameera, setelah membayar ongkos mereka langsung turun.


"wow bangunannya tinggi sekali"dinda dengan kagum.

__ADS_1


"iyaa ternyata yang ada di tv itu benar"ameera


"setelah ini kita kemana tidak mungkin kan mencari kontrakan malam² begini"dinda


"cari hotel aja yang dekat sini, gimana ini kan sudah jam satu malam"Ameera.


"iya aku pesan taxi online dulu"dinda.


langsung membuka hpnya.


"bentar lagi juga datang,lebih baik kita cari tempat duduk soalnya nanti pegel kaki kalau berdiri terus"lanjut dinda, mereka pun duduk di sebuah kursi dekat jalan.


ketika mereka berdua duduk tiba-tiba ada yang nyamperin dua orang pria dengan tubuh besar dan wajahnya sangat seram,ameera yang melihat dua pria itu semakin mendekat langsung mengambil hp dan pura² telepon.


"hallo ayah,iya aku nunggu di pinggir jalan sudah aku serlok tempatnya,ayah masih tugas di kantor polisi, sekalian ayah bawa anak buah ayah kesini takut terjadi apa² di jalan kan ini sudah malam"ameera,dinda yang mendengar ucapan sahabatnya itu hanya tersenyum dalam diam.


"ada apa yah pak"ameera bertanya pada kedua pria yang ada di hadapannya yang dari tadi memperhatikan dirinya dan dinda.


"ehh engga ada apa²,kami hanya lewat saja"ucap salah satu pria itu dengan wajah panik, tadinya dia ingin mengambil barang berharga dua gadis yang ada di hadapannya,tapi setelah mendengar salah satu gadis itu sedang telpon dengan bapaknya yang polisi dia langsung takut karena dia tidak mau masuk penjara lagi.


"saya permisi dulu"lanjut pria itu dan berlalu pergi.


setelah kepergian dua pria permen itu ameera dan dinda langsung ketawa yang dari tadi mereka tahan.


"wihh kamu hebattt,punya ide dari mana tadi buat ngerjain dua pria itu"tanya dinda


"itu sepontan aja,dan akhirnya mereka berdua percaya kalau aku anak polisi"ameera.


"iya lihat saja mukanya mereka langsung panik"dinda.


"iya,tadi mukanya seperti nahan berak"ameera dan mereka pun kembali tertawa membayangkan wajah dua pria tadi.

__ADS_1


setelah beberapa saat mobil yang mereka pesanan akhirnya datang dan mereka pun naik menuju hotel terdekat untuk beristirahat.


__ADS_2