BUKAN ANAK HARAM

BUKAN ANAK HARAM
part 61 pengganggu...


__ADS_3

"hmmm iya,ya udah sebentar lagi mateng mas duduk dulu disana,kalau mas nempel terus engga akan kelar"ameera lembut ambil mencium pipi rio .


mau tidak mau akhirnya rio duduk, apalagi sudah dapat ciuman dadakan rasanya dia akan menurut ketika ameera menyuruh apapun.


" dia tau aja kelemahan suaminya"rio sambil melihat ameera yang lincah sekali memainkan alat dapur..


"benar-benar istri idaman,kenapa baru nyadar sekarang"rio pada dirinya..


"mas ayo makan,kenapa bengong terus"suara ameera membuyarkan lamunan rio.


"ehhh iya,"rio sambil memakan sop ayam buatan sang istri.


"mas kenapa baju aku engga di bawa ke rumah ini,terus aku pake apa"ucap ameera polos.


"baju kamu yang ada di rumah mamih aku kasih ke orang yang membutuhkan"rio santai sambil menikmati makananya.


"mas kok gitu terus aku pake baju apa,mana baju di sana masih bagus lagi"ucap ameera marah pada sang suami, kenapa dia seenaknya saja memberikan baju dirinya pada orang lain tanpa ijin,.


"tenang aja aku ganti kok baju kamu,di atas semua keperluan kamu sudah lengkap,pasti kamu suka apalagi baju rumahan pilihan aku pasti kamu suka"rio sambil membayangkan ameera memakai baju yang dirinya beli.


mendengar ucapan suaminya dia hanya pasrah.


"nanti juga ada art yang membersihkan rumah paling datang nya jam 8 setelah aku berangkat ke kantor dia juga tidak menginap di sini, kecuali kalau aku keluar kota baru dia akan menemani kamu disini,soal perut aku pingin kamu yang masak engga mau orang lain"jelas rio.


"iyaa mas,aku pasti masakin kamu tenang aja"ucap ameera sambil tersenyum.


"owh iya nanti juga ada orang yang mengasuh anak kita takutnya kamu cape,tapi kalau sore dia juga pulang,kalau malam biar tugas aku yang jagan anak kita"ucap rio,dia takut istrinya cape dan setres karena dia tau istrinya masih muda takut mental belum stabil.


"padahal engga perlu pake pengasug segala biar aku aja yang urusin anak kita"tolak ameera.


"sayang pokonya pake pengsuh,biar kamu tidak terlalu merepotkan dan ada teman mengobrol"ucap rio tegas.


"hmmm baiklah"ameera pasrah.


ketika beres makan tiba-tiba tangisan cahaya terdengar.


"sayang kamu keatas aja,biar aku membereskan semuanya"ucap rio.


ameera pun langsung pergi ke atas melihat sang anak dan langsung menggendong.


"pasti kamu lapar yah,maaf bunda tadi makan dulu"sambil mencium kepala sang anak.


"kamu pasti lapar mau mimi yah"ameera lansung memberikan asi kepada cahaya di sambut dengan antusias.

__ADS_1


rio membuka pintu kamar ambil membawa buah yang sudah di potong dan beberapa cemilan karena dia tau istrinya pasti akan lapar terus akibat menyusui.


"mas bawa apa"tanya ameera.


"bawa beberapa cemilan untuk kamu,pasti nanti kamu lapar"rio sambil naro yang dia bawa di meja lalu duduk di sebelah istrinya melihat sang putri menyedot asi sangat lahap.


"tau aja dia kalau yang di sedot itu enak, dia terus kapan giliran yah nak"ucap rio dalam hati.


ameera sangat bersyukur mempunyai suami yang pengertian dalam segala hal,rio adalah suami idaman menerut ameera.


"mas kenapa melihat seperti itu"ucap ameera.


"engga,kamu udah beres nifas sekarang "tanya rio.


"udah hampir dua Minggu"ameera santai.


"kenapa kamu engga memberi tahu aku"ucap rio kesal.


"kan mas tidak nanya"ameera santai.


"sudah sana mandi biar mas yang jaga cahaya"ucap rio,ameera pun beranjak pergi ke kamar mandi.


"mas tolong ambilkan handuk,aku tadi lupa"teriak ameera di kamar mandi.


”maaf sayang aku engga bisa, soalnya cahaya engga mau aku tinggalkan"alasan rio.


terpaksa ameera keluar,hanya menutup area sensitifnya dengan tangan, karena malu jika suaminya melihat area sensitifnya.


"kenapa ditutup kan aku sudah melihatnya"ucap Rio, ketika sang istri keluar dari kamar mandi.


rasanya Ameera sangat malu, ketika Rio berbicara seperti itu, dia langsung ke ruang ganti.


"ahh istriku semakin semok saja setelah melahirkan,hot sekali dia sekarang tambah seksi saja"rio berbicara sendiri sambil mengedong sang buah hati.


"mas kok baju dasternya seksi semua sih"ucap ameera di ruang ganti.


ameera sangat kesal melihat baju yang berjejeran masa dia pake baju modelan kaya gini mana belahan dadanya sangat terbuka,terus bajunya di atas lutut semua model bajunya sama semua.


"itu baju rumahan sengaja beli muat kamu kalau di rumah,tapi kalau ada tamu pria pakenya yang sebelah kiri"jawab rio.


lalu ameera membuka lemari sebelah kiri dia melihat baju yang tertutup dengan model yang sama,.


"sabar ameera bukanya menyenangkan suami itu pahalanya sangat besar"ameera menyemangati dirinya.

__ADS_1


ameera langsung keluar setelah selesai memakai baju, sebenarnya dia malu memakai baju seperti ini mungkin karena tidak terbiasa,.


rio yang melihat istrinya langsung terpesona baju yang di pakai sang istri sangat cocok, sangat seksi apalagi badan sang istri sedikit berisi.


"cantik "ucap rio tidak sadar.


ameera hanya tersenyum malu mendengar pujian sang suami,dia seperti pengantin baru rasanya.


"mas kenapa sih liatin terus"ameera.


"kamu cantik"rio sambil mendekati ameera, melihat istrinya berpakaian seperti ini burung dia langsung aktif,.


ameera merasa deg-degan melihat sang suami seperti itu, melihat reaksi ameera tidak menolak rio langsung mencium bibir ameera,dengan penuh gairah sedangkan tangan ameera sudah berada di leher rio,dia terbawa suasana apalagi ketika berciuman dengan suaminya hatinya berdesir..


melihat ameera membalas rio semakin semangat,lalu menidurkan ameera di sisi ranjang, setelah itu memindahkan sang anak ke dalam box bayi.


"repot sekali jika sudah punya anak"rio dalam hati, setelah menidurkan anaknya lalu beranjak ke kasur.


mereka pun melanjutkan,rio terus ngecup seluruh badan ameera memberikan tanda merah membuat tubuh ameera semakin panas dan mendesah tak karuan, melihat sang istri seperti itu rio semakin tertantang.


"maass ahh"ameera terngah_engah menahan gejolak melihat istrinya seperti itu rio langsung,memasukan burung perkasanya.


ketik rio berada di puncak kenikmatan tiba-tiba sang anak menangis,.


"mas udah belum,tuh cahaya nangis"tanya ameera.


"tunggu sebentar lagi"ucap rio parau.


maskipun sang anak terus menangis rio tetap melanjutkan aksinya yang sedikit lagi menuju puncak ke nikmat dan setelah beberapa menit akhirnya mereka mendesah bersamaan.


rio langsung mamakai celana berjalan menuju box untuk menggendong sang anak.


"kenapa sih nak kamu itu menggu ayah sama bunda, padahal ayah mau buatin adik untukmu biar nanti kamu ada temennya"rio pada sang anak.


sedangkan sang anak hanya tersenyum mendengar ocehan sang ayah.


"tuh kana ngeledekin ayah,tadinya ayah mau dua rode sama bunda kamu,ehh belum satu rode aja kamu udah menganggu.


"mas jangan bicara aneh-aneh sama cahaya"tegur ameera.


"jangan dengerin ayah kamu sayang, pasti kamu haus sini mimi sama bunda"rio memberikan cahaya pada sang istri.


"sayang nanti kita makan di luar, sambil membeli beberapa keperluan cahaya"ucap rio.

__ADS_1


"hmmm iya mas”balas Ameera.


see you next partt🌹🌹🌹


__ADS_2