
"Siapa yang sakit"rey panik.
"teh ameera mau melahirkan"ucap vina.
"di rumah sakit mana mereka perginya"tanya rey.
"katanya rumah sakit yang deket dari sini"ucap vina.
"ya sudah saya pergi dulu, terimakasih infonya"rey berlari menuju mobilnya.
dinda pun turun dari mobil langsung memanggil perawat,setelah beberapa saat datang perawat dan ameera pun di bawa ke ruang persalinan.
dokter pun langsung memeriksa ameera.
"ibu sangat hebat padahal ini sudah pembukaan tujuh tapi ibu kelihatan sangat santi,apakah tidak merasakan sakit"tanya dokter.
"sakit buu suma seperti mules mau buang air besar"jawab ameera
pembuakaan tujuh Saat kondisi ini, mulut rahim semakin melebar yang mencapai 7 sentimeter. Janin juga terus berusaha menuju jalan lahir. Ibu hamil disarankan untuk mengatur napas agar lebih rileks dan menjaga tenaga hingga ahli kesehatan menyuruh untuk mendorong janin untuk keluar.
"ya sudah sekarang ibu lapas terus buang,ngeden buu sebentar lagi bayi akan keluar"ucap dokter.
ameera pun mengikuti instruksi dokter,dinda yang melihat ameera melahirkan sangat lemas karena ini kali pertama dalam hidupnya dia melihat orang melahirkan.
dinda terus memberikan semangat pada ameera,tapi dirinya sangat lemas terlalu lama di ruangan persalinan.ameera yang melihat sahabatnya itu terlihat ketakutan langsung peka.
"dinda kamu tunggu di luar saja"ucap ameera sambil menahan sakit.
"aku mau nemenin kamu disini,"ucap dinda.
"kamu di luar saja,aku baik² saja kok"ameera meyakinkan sahabat itu.
kerena tidak kuat lagi dinda pun menunggu di luar sampai bulak balik dengan wajah panik, sedangkan ameera di dalam sedang berjuang.
"nih minum"ucap seseorang.
"terimakasih,mas rey"ucap dinda sambil tersenyum.
"tenang aja kakak kamu pasti kuat kok"ucap rey.
"dia pasti kuat"dinda.
"apakah suaminya udah di kasih tau"rey.
dinda hanya menggeleng kepala, dengan mata menahan air mata.
melihat dinda tidak nyaman dengan yang dia lontarkan rey langsung mengalihkan pertanyaan.
di ruangan sebelah rio terus meraung-raung kerena kesakitan,dia menjambak rambut Farhat.
"mamih sakit mihh"rio sambil menahan rasa sakit.
"mihh tolong usap² punggung rio"pernintah rio.
"seperti kamu dulu saat melahirkan seperti itu"ucap Abdullah.
"masa sih pah"jelita tidak percaya.
__ADS_1
"beneran kamu dulu pas ngelahirkan kedua anak kamu kaya gitu, persis sekali"Abdullah.
"emmm tante aku tunggu di luar yah"pamit farhat karena dia tidak kuat dengan amukan rio seperti orang kesurupan.
farhat keluar ruangan dengan rambut acak²an baju yang sangat kusut akibat yang rio lakukan tadi.
"Farhat kamu ngapain disini"tanya rey Karena melihat farhat keluar dari ruangan sebelah.
"ehhh bos rey ada disini"tanya Farhat.
"iya lagi nunggu temen yang lahiran"ucap rey.
"sejak kapan punya temen hamil"farhat penasaran.
"itu yang sering gue ceritain,yang punya warteg di depan kantor bos loe"jelas rey.
"owh"balas rey.
"emang rio sakit apa,kalau gitu gue mau lihat ke dalam"rey.
"engga tau sakit apa,lebih baik bis rey engga usah ke dalam nanti di siksa sama bos rio,nih liat aja aku kaya gini"jelas Farhat.
"ya udah nanti aja deh liat rio biar dia tenang dulu,ya udah ayo kesana gue kenalin sama seseorang"rey menyered tangan farhat.
"dinda kenalin ini Farhat temen aku"rey memperkenalkan Farhat pada dinda.
"dinda temenya mas rey"balas dinda,.
beberapa saat kemudian terdengar tangisan bayi di dalam berbuat semua orang merasa bersyukur.
air mata ameera tumpah ketika mendengar suara bay menangis perjuangan selama ini tidak sia², ketika orang menggap dirinya hina dan murahan.
"selamat ya bu,anak ibu perempuan sangat cantik seperti ibunya"ucap sang dokter.
dinda langsung masuk ke dalam dan melihat keponakan yang baru lahir ke dunia ini.
"tolong azankan anaknya bu"ucap dokter.
ucapan dokter membuat ameera merasakan nyeri di dalam dadanya mengingat tidak ada sesosok seorang suami di sampingnya.melihat sahabatnya sedih dinda langsung bicara.
"sebentar saya panggilkan dulu"ucap dinda langsung ke luar.
"mas rey tolong azankan ke ponakan saya "dinda memeohon kepada rey.
"tapikan harus ayahnya"ucap rey.
"tapi ayahnya tidak ada entah pergi kemana"jawab dinda lemah.
"ya udah ayo"ucap rey diikuti oleh dinda dan Farhat.
pas farhat melihat sosok di depannya yang tengah berbaring dengan bayi yang sedang di gedong membuat farhat terdiam lalau maju beberapa langkah.
"nyonyaaaa"ucap Farhat dengan mata berkaca² dia tidak menyangka sosok yang dia cari selema ini ada di depan mata.
"apakah kamu mengenalnya"ucap rey penasaran,farhat hanya mengangguk.
sedangkan ameera bingung ada orang asing memanggil dia nyonya.
__ADS_1
"rey tolong jangan di azankan dulu,tunggu aku sebentar lagi akan kesini"ucap Farhat yang di balas anggukan oleh rey.
Farhat langsung keluar menuju tempat dirawat rio.
"boss bosss"teriak farhat dengan wajah bersinar.
"ada apa sih kamu berteriak seperti di hutan saja"ucap jelita.
"kamu kenapa Farhat, seperti menang lotre saja"ucap rio santai setelah tadi kesakitan seperti pinggangnya mau copot sekarang dia baik² saja tidka merasakan apapun.
"bos sudah baikan "tanya Farhat heran melihat bosnya sedang makan lahap.
"sekarang aku sudah sehat"rio santai.
"ikut aku sekarang bos,ke kamar sebelah"Farhat pada rio.
"mau ngapain kamu bawa² rio ke sana"tanay jelita.
"ikut saja pasti bos sangat bahagia"ucap ferhat.
"emang ada apa disana"tanya rio.
"ada anak dan istri bos sana"ucap farhat.
"istri yang mana rio,jadi selama ini kamu nikah diam²"tanya Abdullah dengan wajah penuh amarah.
"ehhh engga kok ayah, Farhat lagi ngelantur itu"rio sambil melotot pada Farhat.
"terus apa maksud ucapan farhat kalau"jelita.
"mana aku tahu"rio acuh.
"boss ikut aku ke kamar sebelah pilss"ucap Farhat memelas.
"ikut aja rio"ucap Abdullah.
rio pun turun dari tempat tidurnya,dan Farhat mau memapah tapi rio tolak,dan di ikuti oleh kedua orang tuanya.
ketika rio membuat pintu ruangan sebelah dia langsung diam menatap sosok perempuan cantik yang sedang menggdong bayi yang baru lahir,air mata tidak bisa di bendungan karena melihat perempuan yang selama ini dia cari ada dihadapannya,dia yang selalu hadir di setiap tidurnya hingga membuat rio terbangun.
sedangkan jelita langsung memeluk menatu yang iya rindukan selama ini.
"sayang maafkan anak mamih"ucap jalita.
sedangkan ameera hanya bisa menangis suasana hatinya tidak bisa di gambarkan antara bahagia dan juga kecewa.
dia bahagia kerena anaknya sekarang punya keluarga lengkap dan kecewa kenapa suaminya tidak mencarinya padahal dia selalu menunggu suaminya menjemput dirinya.
"sayang kamu tidak apa²"ucap jalita.
semua orang yang ada di ruangan ini hanya menangis haru termasuk rey tidak menyangka jika ameera itu istri sahabatnya.
"mas tolong adzakan anak kita"ucap ameera pelan.
rio yang mendengar suara istrinya langsung tersadar dari lamunan,rio mendekat dan menggendong anaknya dan memandangi wajah bay yang ada di hadapannya.
"anakku"lirih rio,dan seketika air matanya keluar.
__ADS_1
ketika mengazani anaknya suara rio bergetar ada tangisan haru dan bahagia kerena sudah menjadi ayah sekarang..
tunggu kelanjutannya dadah❤️❤️🤗🤗