BUKAN ANAK HARAM

BUKAN ANAK HARAM
part 6


__ADS_3

"ya udah kita numpang sama kak dion,soalnya angkot juga dari tadi belum ada yang lewat"ameera.


"iya udah ayo masuk"ucap dion,dan mereka berdua pun masuk.


di dalam mobil suasana hening, mereka sedang berkelana denga pikiranya masing masih..


dion selalu curi padang pada kaca sepion untuk melihat ameera, sedang orang yang di lihat dion tidak tau bawa dion dari tadi memperhatikan nyaa..


"ehh kalian udah makan belum,kalau belum kita cari makan dulu"ucap dion..


"udah kak tadi kami sudah sarapan"ameera.


"syukurlah kalau begitu"dion.


"iyaa ka kampus kak dimana, dekat engga sama rumah sakit,kalau jauh nanti turunin aja biar kita naik goocar ke rumah sakitnya"ucap ameera.


"Deket kok kamu tidak perlu naik goocar,nanti aku anterin santai aja"ucap dion..


"iya udah kalau begitu kak"ameera.


setelah beberapa menit baru lah sampai di rumah sakit yang sangat besar,ameera dan dinda pun turun.


"kak terimakasih ya udah merepotkan"ameera.


"tidak merepotkan malah aku seneng kok bisa bantu kamu,aku boleh minta nomer kamu engga,"ucap dion sambil tersenyum.


"buat apa kak"ameera.


"ya takutnya ada perlu sama kamu nanti"dion.


"ya udah ini nomer aku catatan"ameera.


dion pun mencatat nomer ameera,dan pamit untuk ke kampus karena takut ke siangan.


"ciee ada yang tukeran nomer nih"goda dinda

__ADS_1


"apaan sih dinn,"ameera malu.


"hmmm ah,kamu udah menghubungi ibu kamu belum, kita udah ada di lobi nih "ucap dinda


"oh ya aku lupaaa"ameera sambil menepuk dahinya.


ameera pun menghubungi ibunya,dan ibu menyuruh mereka nunggu di lobi nanti ibu jemput..


setelah beberapa menit akhirnya ibu datang dengan wajah kusut..


"ibuuu"ucap ameera sambil salaman,lalu mencium kedua tangan ibunya.


"nak syukurlah kalian selamat sampai tujuan"ucap ibu sambil mengelus pundak anakna


"iya tante Alhamdulillah"ucap dinda sambil menyalami ibu ameera.


"dinda makasih, udah nemenin anak tante"ucap ibu.


"sama² tente"balas dinda.


setelah sampai di ruangan dimana bapak dirawat,maeera hanya mematung takut dia tidak kuat melihat bapaknya yang berbaring dengan kedaan keritis..


"ayo masuk nak pasti bapak mu, ingin kamu menjenguknya"ucap ibu dengan nada sedih menahanair mata,.


"ibu sama dinda duluan aja masuk, nanti meera nyusul bu"ameera karena tidak ingin ibu sedih melihat dia menangis nanti..


setelah beberapa menit ibu dan dinda kerluar kini giliran ameera masuk ke dalam..


"assalamualaikum, gimana kabar bapak,kenapa masih belum bangun, sekarang ameera ada di sini untuk nemenin bapak,apa tidak kangen bapak sama meera,kalau bapak belum bangun siapa yang jagain meera sama ibu"ucap ameera sambil menangis, melihat bapak berbaring dengan perban di kepalan dan selang infus di tangan.


rasanya dunia ini mau runtuh,dia terus memeluk bapaknya yang terbaring.


"ameera sabar ya udah jangan seperti ini,nanti bapak kamu sedih"ucap dinda.


ameera buru mengelap air matanya,dia harus kuat karena takut ibunya sedih melihat dirinya lemah seperti ini.

__ADS_1


"ehh din ibu kemana"ameera kerena dinda tidak besama ibunya..


"tadi mau ke kantin,mau makan"ucap dinda.


"owh gitu, syukur deh ibu engga ngeliat aku nangis"ameera lega.


"ya udah ayo keluar dulu,kata ibu ini jam bapak kamu di cek sama dokter"dinda sambil menggandeng tangan ameera, setelah itu duduk di luar ..


beberapa saat kemudian,ada dokter yang masuk keruang dimana bapaknya di rawat, setelah selesai pemeriksaan dokter keluar,lalu ameera dan dinda mendekat pada dokter yang memeriksa bapaknya karena dia ingin mengetahui kondisi bapaknya.


"permisi dok saya, mau tanya bagaimana keadaan bapak saya"ucap ameera


"maaf dengan siapanya pasien"ucap dokter


"saya anaknya dokter"ucap ameera..


"begini pasien ini harus di operasi secepatnya,karena ada gumpalan darah di otaknya,dan juga beberapa sarap yang putus,kalau tidak di tangani takutnya pasien tidak bisa selamat"ucap dokter..


"kalau boleh tau berapa biaya operasi dokter"ameera..


"sekitar 300 jutaa,tidak bisa di tanggung bpjs,"ucap dokter.


"kalau begitu terimakasih,apa dokter sudah memberi tahu ibu saya"ameera.


"saya sudah memberi tahu ibu anda,namun beliau belum memberikan keputusan,kalau begitu saya permisi dulu"ucap dokter..


"iya silahkan dokter"ameera..


setelah dokter pergi ameera hampir saja pingsan karena shock, mendengar apa yang dokter katakan,dia bingung dimana dia mencari uang sebayak itu..


"dinda gimana ini,aku bingung sekali, kenapa ibu tidak memberi tahu aku soal ini din"ameera sambil memeluk dinda,


"sabar meera semoga ada jalan keluar nya"dinda sambil mengusap punggung sahabatnya,dia sangat sedih melihat sahabat terbaiknya itu rapuh..


see you next part by by❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2