
Mbok inem,mbok"panggil jelita.
"iya nyonya ada apa"ucap mbok inem.
"tolong masak kesukaan rio,dan juga kedua anak bujang saya"ucap jelita,dia sudah menganggap kedua sahabat rio adalah anaknya.
"baik nyonya"ucap mbok inem sopan dan berlalu pergi.
setelah menunggu beberapa saat akhirnya ketiga pemuda yang di tunggu jelita datang.
"waduhh anak mamih kenapa baru datang, padahal mamih dari tadi nungguin kalian loh"ucap jelita.
"maaf Tante tadi macet jadi sampai ke sini aga telat"balas rey.
"ini aku bawakan cake kesukaan tante"Farhat sambil memberikan paper bag.
"ihh anak bujang satu ini pengertian banget,mamih do'akan semoga kamu cepat dapat jodoh"jelita mengambil paper bag yang Farhat masih.
"dihhh cari muka banget "ketus rio.
"rio jangan begitu,dia yang paling pengertian di antara kalian,ayo makan sayang"ucap jelita sambil menggandeng tangan Farhat, Abdullah yang melihat tingkah istrinya hanya menggeleng² kepala.
Farhat yang merasa menang hanya tersenyum sinis pada kedua bosnya itu.
"awas kau,aku potong gajih"ancam rio.
"tante aku mau di Potong gajih, karena memberi cake pada tante"adu Farhat dengan muka memelas.
"siapa sayang yang berani potong gajih kamu,biar tante kasih pelajaran"jelita menatap kedua orang yang ada di belakangnya.
"bukan aku tante"rey dengan cepat.
"kalau begitu berarti rio kamu"jelita dengan tajam.
"e_eh bukan aku mamih"rio takut.
"awas saja kamu memotong gajih Farhat,mamih akan kasih hukum"ucap jelita.
"engga akan mamih,malah aku selalu kasih bonus kok"rio.
__ADS_1
"udah lah kalian jangan berantem terus,lebih baik kita makan"Abdullah.
mereka pun makan sesekali becanda dan ngobrol dengan hangat, setelah beres makan mereka duduk di ruang tamu.
"rey apakah kamu sudah mempunyai calon"tanya jelita pada sahabat anaknya.
"belum tante,do'akan aku tadi baru nemu semoga dia mau jadi istriku"rey dengan mata berbinar.
"kaya barang aja nemu"ledek rio.
"biarin wae"ucap rey.
"emang kamu nemu dimana"Abdullah penasaran.
"tadi pas waktu warteg"ucap rey.
"sejak kapan kamu suka makan warteg,"tanya jelita.
"sejak ada warteg di sebelah kantor rio,tante harus coba makanan di sana enak² kaya di restoran, apalagi sambal cuminya beh mantap di tambah lagi ayam Bakar tambah mantap,rio dan Farhat juga sering makan di sana sejak ada warteg itu"rey tanpa jeda.
"baru juga dua kali"timpal Farhat.
"tante harus coba deh kapan²,yang punya warteg masih muda lagi hamil tan"ucap rey.
"kok kamu tau sih rey"ucap Abdullah.
"taulah om kan tadi ketemu pas beli, wajahnya kaya engga asing,tapi aku lupa pernah liat dia dimana"ucap rey.
"rey pasti tau pih,kan dia naksir sama adik yang punya warteg itu, katanya cinta pada pandangan pertama gitu"ledek rio.
"apaan sih loe"rey menyenggol lengan rio.
malam semakin larut akhirnya mereka pergi ke kamar masing² untuk beristirahat.
hari terus berganti kini kandungan ameera mengijak sembilan bulan kata dokter akan melahirkan dalam waktu dekat, membuat ameera sedikit sibuk mempersiapkan kebutuhan anaknya yang sebentar lagi lahir rasanya dia sudah tidak sabar menunggu kehadiran bayi kecil itu.hubungan rey dan dinda semakin dekat,Karena rey hampir setiap hari ke kator sahabat hanya untuk makan siang itulah salah satu alasan rey padahal di mau mendekati dinda,hingga mereka berdua akrab dan bisa dekat.
ameera sudah siap² berangkat ke warung besama dinda sekalian.
"meera engga usah ke warung aja"dinda pada sahabatnya itu.
__ADS_1
"aku sehat kok dinda,kalau aku di rumah jenuh engga ada teman bosan"ucap ameera.
"ya udah deh terserah kamu,asal jangan ikut membantu istirahat di kamar"dinda.
"siappp bos,kamu berhenti aja kerja disana lebih baik ikut ngelolah warung aja "bujuk ameera.
"nanti aku akan berhenti kerja, sekarang aku masih mau kerja"ucap dinda.
"pasti alasanya kerena mau sering ketemu pacar kamu itu,siapa sih namanya lupa lagi"ameera .
"ihhh apaan sih bukan kok,namanya mas rey dia itu bukan pacar aku"ucap dinda malu².
"ahh yang bener bukan pacar kok seperti perangko nempel terus" ameera terkekeh.
"ya udah ayo.berangkat udah sing"ucap dinda sambil menuju taksi yang dia pesan.
setelah sampai ke tempat yang ameer tuju dinda langsung pergi.
Perut ameera sangat mulas tapi kadang²,mungkin ini kontraksi yang bohongan menurut ameera.
"teteh kenapa apa perutnya sakita"tanya pia sang pegawai.
"iyaa cuma sedikit kok,tenang aja"ameera.
"jangan² ibu mau lahiran"pia sangat hawatir.
"kata dokter satu minggu atau dua minggu lagi saya lahiran "ucap ameera.
"ya udah kalau gitu ibu istirahat aja,mau di buatkan apa"tanya pia.
"saya mau teh manis,sama mau bakwan tolong belikan ya"ameera,dia langsung menuju kamar tempat istirahat.
rio baru tiba di kantor tapi kenapa perutnya sangat sakit sekali,rasanya tulang belakang mau rontok,.
"kenapa sih perut gue"rio sambil memegang perutnya.
rasanya dia tidak kuat,untuk perdiri suaranya serak dia terus saja berguling² di lantai.hingga keringat bercucuran dia tidak bisa berdiri terus mengerang kesakit,tidak ada yang mendengar suara kesakitan rio karena ruangannya kedap udara.
tunggu kelanjutannya ya gaes dadah🤗🤗😘
__ADS_1