
Kan masih anak_anak engga boleh makan kaya gini banyak_banyak"jelas rio
"awas uela aduin cama mamih"zuela lari pada mimihnya yang sedang makan malam.
sedangkan rio tidak peduli dengan ancaman keponakanya itu dia fokus makan sambil nonton tv.
tiba-tiba hp rio berdering ternyata yang telpon sabrina
"hallo"rio sambil pergi ke kamar saolnya takut Arman tahu bawa rio masih berhubungan dengan sabrina.
"sayang jadikan makan malam sekaligus shopping nya,aku tunggu kamu jemput di rumah soalnya aku lagi malas bawa mobil"sabrina di sebrang sana dengan suara manja.
"maaf banget sayang kayanya engga jadi makan malamnya"rio
"kenapa engga jadi huuh,kamu berubah sekarang engga seperti dulu lagi"sabrina emosi sambil nangis
"bukan begitu sayang,kamu ngerti lah dengan posisi aku sekarang,kak arman sedang memginap di sini aku engga bebas keluar takut kak aku curiga,kalau soal shopping kamu bisa sendirikan aku transfer sekarang"jelas rio
"hmm iya udah kalau begitu aku ngerti,ya udaj jangan lupa transfer sekarang i love you ,udah dulu ya soalnya aku mau shopping"langsung mematikan telpon.
"giliran aja soal shopping langsung tidak marah,mungkin begitu semua cewe"rio sambil berjalan ke luar kamar dan menemui kakaknya yang ada di ruang keluarga.
"habis dari mana kamu"arman
__ADS_1
"tadi ada telpon dari Farhat,jadi aku angkat dulu"rio,
"kaya engga ada kerjaan aja Farhat,telpon kamu malam_malam"arman
"engga tau,dia suka gangguan aku istirahat kadang ngejengklin dia itu"rio
"rio kak cuma mau ngasih saran sama kamu, cepat cari istri kamu karena kalau sampai ayah,atau bunda tau urusanya akan ribet"jelas arman karena engga mau adiknya terlalu.jauh melangkah dalam kesalahan.
"iya nanti aku akan mencarinya engga usah hawatir"rio
"gimana engga hawatir kamu nikah untuk memberikan kebahagiaan pada istri kamu,tapi kenyataannya kamu malah seperti ini meskipun kamu di jodohkan tapi kalau niatnya menikah itu ibadah pasti kamu akan mencintai dan menghargai istri kamu"arman memberikan wejangan pada sang adik.
"tapi aku memberikan atm,untuk menafkahi dia tiap bulan aku selalu teransfer lebih dari cukup kak"bela rio kerena dirinya tidak mau fi salah oleh sang kakak.
rio hanya bisa diem karena percuma dia ngebela dirinya juga pasti ujung-ujungnya dia yang di salahkan.
"dinda udah belum mandinya, ayo kita makan dulu"ameera mengetuk pintu kamar
"udah bentar lagi,ini lagi pake baju dulu"balas dinda
"ya udah aku tunggu di meja makan"ameera
"iya,kalau udah lapar makan aja duluan"dinda
__ADS_1
"engga aku mau nungguin kamu"ameer sambil berlalu.
"wih makanannya banyak banget, perasaan kamu ulang tahun masih lama,apalagi ini makanan orang kaya udangnya pada besar_besar pagi"dinda matanya begitu berbinar melihat banyak makanan di meja.
"udahlah makan aja,engga apa-apa kan kali_kali makanan kaya gini,itu bukan udang besar namanya lobster"ameera
"sama aja sejenis udang,cuma beda nama aja"dinda tidak mau kalah
"ayo makan engga usah banyak ngomong"ameera mereka berdua pun makan dengan lahap.
setelah makan mereka langsung nonton tv sambil makan cemilan..
"din coba ini lihat"ameera sambil memberikan tespek
"apa ini meera"dinda yang otaknya sedikit lemit hanya melihat tespek untuk beberapa saat.
"yang bener meera,aku bakal punya keponakan"dinda langsung memeluk tubuh sahabatnya itu dia menangis bahagia,.
"iya bener din,kamu bakal punya keponakan"ameera membalas pelukan dinda.
"kamu engga usah banyak pikiran sekarang udah ada untun di perut kamu"dinda sambil mengusap perut ameera.
"iyaa aku engg akan banyak pikiran kok,besok kamu liburkan anter aku ke dokter ya"ameera
__ADS_1
"siap mamah muda"canda dinda