BUKAN ANAK HARAM

BUKAN ANAK HARAM
part 59 sangat rusuh


__ADS_3

"iyaa terserah mas aja"ucap dinda.


dinda juga mengabari tante jelita dan minta izin membawa karyawan ameera ke rumah,dan jelita pun mengizinkan bahkan jelita sangat senang karena rumahnya akan rame.


setelah beberapa saat mereka menunggu Farhat akhirnya datang dengan wajah masam dan dingin sebenernya dia sangat malas mengantar karyawan istrinya boss itu, karena ancaman rey dia pun setuju mengantarkan mereka.


"ehhh bro sudah datang nih"rey basa basi,.


"iya mana yang mau saya antarkan"ucap farha.


"tuh mereka berempat,kalau dinda bareng gue,saolnya kita mau pacaran dulu"rey dengan wajah meledek.


farhat pura pura tidak mendengar omongan rey, karena dia tau rey meledek dirinya kerena jomblo.


"mau berdiri terus"ucap Farhat pada empat orang yang sudah menunggu dari tadi.


"ehh ayo masuk ajak"silvi menyadarkan ketiga temennya itu.


"aku mau di belakang"ucap vina sama vani.


"ehh aku juga di belakang"silvi menyerobot dan langsung duduk.


"terus aku dimana,aku juga mau di belakang"ucap pia.


"engga maut lah kan ini untuk tiga orang muatnya"vina.


"iyaa engga muat"ucap silvi.


"kamu di depan aja"ucap vani.


"aku engga mau di depan,liat aja mukanya garang begitu"ucap pia meskipun pelan tapi Farhat mendengar.


"dasar wanita tukang rusuh,tinggal duduk aja ribet"ucap farhat.


"mau di tinggalkan Disini apa duduk di depan"Farhat lagi.


"iyaa duduk di depan aja"pia pasrah.


Farhat langsung menutup pintu mobil dan melaju dengan kencang, sedangkan mereka berempat mukanya di tekuk karena farhat membawa mobilnya seperti orang yang sedang di kejar-kejar lentenir..


"rasain emang enak di kerjain"Farhat melihat wajah tegang mereka kerena takut.


mereka pun sampai di rumah ameera, mereka sangat lega akhirnya mereka masih hidup dan sampai di tempat tujuan.


mereka turun dengan kepala pusing sedangkan Farhat nyelonong pergi ke dalam dengan santai.


ameera dan dinda sedang menunggu di teras, kerena dinda sampai terlebih dahulu.

__ADS_1


"ehh kalian kenapa "ameera nyamperin para gawai nya seperti ketakutan.


"engga teh hanya sedikit pusing"ucap pia.


"ya sudah ayo masuk,"ucap ameera,langsung di ikut oleh mereka.


"wahh rumahnya besar sekali"silvi melihat kagum rumah yang bergaya Eropa kelasik ini di tambah dengan perabot mewah membuat siapapun melihatnya sangat kagum.


"iya sangat indah"puji vina dan vani.


"suttt jangan terlalu keras ngomongnya"pia mengingatkan sahabatnya.


mereka pun berkumpul di ruang tamu sambil berbincang bincang sambil bercanda.


"ayoo makan dulu mamih sudah masak banyak"ucapan jelita dengan wajah berbinar karena dia sangat senang kini rumah rame yang biasanya sepi seperti kuburan.


mau tidak mau mereka pun makan dalam meja yang sama,jelita tidak pernah membedak bedakan setatus sosial itulah yang membuat para kerjanya betah.


setelah makan mereka pun kembali mengobrol.


"ehh teh bayinya mana"tanya silvi yang dari tadi tidak melihat bayi.


"iya kelupaan,tadi sedang tidur sama bapaknya kalau gitu aku liat dulu ke atas"ucao ameera smabil berlalu pergi.


sedangkan Abdullah,farhat dan rey sedang ngobrol di taman belakang entah apa yang mereka obrolan pokonya urusan laki-laki.


"lain kali aja tente,solanya kita sekarang mau,beres beres buat pindah ke rumah yang dulu di tempatin teh ameera"ucap pia.


"ya sudah kapan_kapan kalin nginep disini,anggap saja ini rumah kalian engga usah sungkan"ungkap jelita.


"iya tente,nanti kami nginep"ucap silvi.


"ya udah kalian, ngobrol aja tante mau ke atas dulu,soalnya nanti malam mau keluar ada janji "ucap jelita sambil berlalu pergi.


"satu keluarga baik semua yah"ucap vani.


"iya, pantesan teh ameera baik, orang keluarganya positive vibes semua "ucap vina.


ameera pun turun dari tangga sambil menggendong bayi bersama dengan rio yang baru bangun dengan muka bantalnya tidak mengurangi ketampananya.


sehingga pia the gengs melongo melihat rio yang ganteng nya di atas rata-rata orang Indonesia.


"hmmmm"suara dinda, membuat mereka tersadar dari lamunannya.


" itu suami teh ameera bukan"tanya silvi pada dinda.


"iya namanya rio"ucap dinda.

__ADS_1


"ya allah meni kasep pisan"ucap vani.


"iyaa meni ganteng cocok sama teh meera"ucap vina.


"kenapa yah orang disini kasep semua"ucap silvi.


"wah teh bayinya pasti cewe"ucapan pia yang langsung mendekat pada ameera yang baru saja duduk di sopa.


"iya cewe,kok kamu tau"tanya ameera.


"kan liat bajunya warna pink"pia di ikuti anggukan mereka.


"ihh idungnya mancung sekali, seperti teh ameera"ucap vani.


"iyaa cantik sekali,gumussss seperti teh ameera"ucapan yang lainya sambil di iringi tawa.


rio yang sedang makan di meja makan, mendengar pujian mereka yang bilang bayinya mirip ameera semua berdecak sebal karena mereka tidak ada yang menyebutkan mirip dengannya dan langsung pergi ke taman untuk bergabung dengan ayahnya.


"wihhh juragan baru bangun nih,enak bener hidupnya jam segini baru bangun"ledek rey.


"sirik aja sih loe rey"balas rio.


"siapa yang sirik"rey dengan sengit.


"udah jangan berantem, kebiasaan sekali kalau ketemu"ucap Abdullah.


"iyaa kebiasaan"ucap Farhat.


"diam loe" rey dan rio barengan.


membuat Abdullah ketawa melihat wajah pasrah Farhat.


"ya sudah kalian lanjut ngobrol,ayah mau keluar sama mamih ada janji"ucap Abdullah sambil berlalu pergi.


"mana anak loe kok engga di bawa"tanya rey.


"tuhh anak gue lagi di puji sama mereka,katanya cantik mirip ibunya"ucap rio sambil menunjuk ke arah ruang tamu yang sangat rame oleh kaum perempuan.


"iya lah pasti mujinya ke ibunya kerena anak loe cewe"ucap rey.


"iya juga sih"rio sambil menggaruk kepala.


"namanya siapa boss"ucap Farhat.


"belum di kasih nama,nanti aja diskusikan sama ameera"ucap rio..


maaaf baru update sekarang soalnya sibuk..

__ADS_1


minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin..🙏🙏🌹🌹🌹


__ADS_2