BUKAN CINTA KONTRAK

BUKAN CINTA KONTRAK
BAB- 11. PERTEMUAN


__ADS_3

"TUNGGU... balikan badan mu"


Alisa membeku mendengar teriakan itu, namun iya enggan berbalik, iya berusaha menggerakan tubuh nya namun entah mengapa terasa kaku


ayo Alisa kabur, lo harus kabur, habis sudah kalau dia bisa ngenalin lo


gadis itu kembali menyeret kaki nya yg entah mengapa terasa begitu berat, seperti ada beton yg mengelayuti kaki nya hingga membuat nya susah bergerak


"Balikan badan mu"


dan suara pria itu yg penuh penekanan, emakin membuat nya gugup, iya menelan ludah nya , yg entah mengapa tiba tiba tenggorokan nya merasa sakit


gadis itu mengulas senyuman nya walau terlihat sangat di paksakan dan iya berbalik


"pa..pagi pak" dan melihat exspresi pria yg ada di hadapan nya ini membuat iya semakin sulit untuk menarik bibir nya untuk tetap tersenyum walau kaku


"berapa lama? "


pertanyaan apa itu?


"sudah berapa lama kamu bekerja di sini" Boby melanjutkan pertanyaan nya karna iya tau mungkin gadis di hadapan nya ini tidak mengerti dengan pertanyaan nya sebelum nya


Alisa berdehem untuk menghilangkan kegugupan nya. "3 bulan pak, saya baru 3 bulan bekerja di sini!"


melihat langkah pria di hadapan nya ini semakin mendekat, gadis itu reflek memundurkan kaki nya melangkah kebelakang, semakin pria itu mendekat, gadis itu pun juga semakin melangkah kebelakang berharap bemberi jarak yg cukup jauh dari nya


mata meraka saling mengunci, Boby memperhatikan setiap inci wajah wanita itu, rambut hitam, mata bulat berwarna hitam bening, wajah oval dan hidung mungil,


iya mengingat ingat wajah gadis di hadapan nya ini dan memastikan kalau dia adalah orang yg sama dengan wanita yg menolong nya dan dengan gila dia juga telah menodai wanita itu


bruk...


punggung Alisa yg terbentur dinding, iya semakin gugup saat lelaki di hadapan nya itu semakin mendekan , namun iya tidak bisa melangkah kebelakang lagi karna punggung nya sudah membentur dinding

__ADS_1


" yatuhan apa ini ahir nya, aku sudah berusaha lari sejauh yg ku bisa tuhan tapi kenapa? kenapa justru sekarang dia muncul di hadapan ku lagi seperti jelangkung. mungkin gak sih di kehidupan sebelum nya aku melakukan kesalahan besar hingga sekarang harus se apes ini.


kalau dia mengenal ku habislah.. habislah.... "


Alisa menelan ludah sendiri nya saat lelaki itu kini sudah sangat dekat dengan nya,


jantung nya berdetak tidak terkontrol,


"ma..maaf pak ada yg bisa saya bantu"Alisa mengulas senyuman nya yg terasa semakin kaku tapi iya tetap berusaha memasang exsfresi ramah dan tersenyum se manis bungkin, walau kalian pasti tau senyum yg sangat..sangat di paksakan itu seperti apa..


Lelaki itu tidak menjawab pertanyaan gadis itu, justru iya mengulurkan tangan nya


melihat itu, tubuh Alisa langsung menegang.


iya menahan nafas nya yg semakin berat dengan deyut jantung yg semakin kencang memukul mukul rongga dada nya


"rapihkan pakaiyan mu"


tanpa di duga Boby justru mengulurkan tangan nya menyentuh kerah gadis itu dan merapihkan nya, prua itu berbalik dan pergi


gadia itu bergegas berjalan me masuki toilet wanita, iya menyiramkan air ke wajah nya berkali kali di atas wastafel dan memandangi diri nya sendiri di cermin.


di sisi lain tanpa Alisa sadari ada beberapa pasang mata yg melihat adegan itu dengan terheran heran, pasal nya selama ini mereka tidak pernah melihat seorang BOBY HARTANTO HALIM, melakukan hal itu bahkan dengan kariawan yg sudah mengapdi selama bertahun tahun,


tpi kenapa iya malah nampak perhatian dengan kariawan yg bahkan baru 3 bulan bekerja di perusahaan itu


"heh sok cantik banget ya lo, cari muka lo sama big bos hah"


Alisa tersentak saat ada tangan yg mendorong bahu nya dengan kuat


"apa sih bak Nadia , aku gak ngerti"


"alah .. terus tadi itu apa? awas ya kalau lo berani sok cantik dan ngegodain big bos lagi"

__ADS_1


Nadia berjalan keluar dari toilet, dengan sengaja iya menyenggol bahu Alisa , hingga membuat gadis itu tersentak mundur kebelakang


huhhh gadis itu menghembuskan nafas kasar


tukan baru ketemu udah banyak masalah, bener ni kaya nya berurusan sama dia bakal bikin masalah tambah banyak deh di hidup gw


di depan komputer iya berusaha memfokuskan diri menyelesaikan pekerjaan nya


"heh cin,, lo cerita dong gimana tadi kok bisa sih cin.. lo sedeket itu sama big bos yg macho itu,, aduh eke juga mau begindang cin.."


dengan logan centila seperti biasa , Ari lelaki yg terkenal lebih feminim dari kebanyakan lelaki lain itu sudah siap dengan rumpian dan gosip gosip nya, yg kadang membuat kepala Alisa yg memang duduk berhadapan dengan nya yg hanya di beri pembatas didnding papan sebagai penyekat nya, itu semakin di buat pusing


"apa sih, udah deh jangan rumpi"


"eke tu gak rumpi, cuma tadi adegan nya panas cin, tu big bos cakep bingit.. meleleh hati eke tuh" Ari bahkan bisa membayangkan tubuh proposional yg ada di dalam balutan kemeja yg di kenakan sang big bos


Alisa mengibaskan tangan di hadapan wajah nya Ari, iya sedikit me nepuk jidat nya agar lelaki centil itu tebangun dari hayalan gila nya


"lo ya, udah punya batang masih aja cari batang"


Alisa memutar bola mata nya jengah,


kenapa bisa iya mendqpatkan rekan kerja yg super apstrak seperti ini , dan gila nya satu tim pula,,


.


.


AUTHOR: AYO DONG KAK MANANI JEJAK NYA,๐Ÿ˜๐Ÿ˜


KALAU KALIAN SUKA SAMA CERITA INI BOLEH DONG AUTHOR DI KASIH JEMPOL DAN CINTA NYA.. ๐Ÿ’—


JIKA BOLEH BERHARAP AUTHOR JUGA MAU DONG DI KASIH VOTING POIN NYA๐Ÿ˜

__ADS_1


YA KALAU BOLEH NGAREP LAH YA๐Ÿค—


BIAR AKU NYA MAKIN SEMANGAT GITUโ˜บโ˜บโ˜บโ˜บ


__ADS_2