
di dalam ruangan kerja nya Boby membolak balik berkas yg baru saja di berikan Helena sekertaris pribadi nya
iya menyuruh sekertaris nya mengumpulkan informasi tentang gadis itu
"hemz... Kota B, seperti nya dia benar wanita itu aku yakin" gimam nya
Lelaki itu bertambah yakin saat iya melihat poto yg ada di pormulir kerja gadis itu , di situ iya menggunakan kalung yg sama yg di temukan nya setelah malam itu
"baik lah aku akan membayar hutang ku agar kita impas" pria itu tersenyum miring merencanakan sesuatu
kring..... "halo iya pak ada yg bisa saya bantu?"
Helen mengangkat telpon dr bos nya yg berada di dalam ruangan, sedangkan meja kerja nya ada di bagian depan di luar ruangan bos nya
"Helen panggil dia ke mari"
"maaf maksud nya siapa pak? " binggung
"wanita itu" marah
"apakan Alisa dari divisi marketing pak? " Helen bertanya hati hati pasal nya iya sangat hafal sifat bos nya yg memang terkadang membuat nya sedikit kesal
"iya sekarang.. " tut... Boby mematikan telpon nya,
iya bersandar di kursi kebesaran nya sambil mengambil selengambil selembar cek
.
.
"ALISA PUTRI dari tim 01"
seseorang memanggil nama nya , sontak saja membuat gadis itu menghentikan aktifitas nya sang sedang berdiskusi membuat perencanaan promosi dengan tim nya terhenti
iya langsung berdiri ,ketika seorang pria menghampiri nya dia adalah pak Arya kepala divisi mereka
"maaf pak ada apa" gadis itu sesikit membukuk kan badan nya memberi hormat
"kamu, tolong berikan dokumen ini ke ruangan CEO
sekarang jangan sampai beliau menunggu lama"
"baik lah pak saya permisi"
setelah mengambil dokumen yg di berikan Arya iya langsung bergegas pergi,
iya menaiki lif menuju tempat teratas perusahaan itu, sejujur nya tidak semua kariawan di beri kesempatan memasuki tempat ini jadi ini adalah pertama kali juga bagi nya,
tpi yg membuat nya gugup adalah ,jangan sampai orang yg akan di temui nya ini adalah lelaki bedebah itu,
ting.. suara pintu lif terbuka menandakan iya sudah sampai di tempat teratas dr bangunan itu
iya tercengang saat melewati lorong menuju ruangan petinggi perusahaan itu hanya ada 5 ruangan di lantai ini dan semua ruangan itu adalah ruangan petinggi perusahaan,
dan ruangan yg adapaling ujung sekaligus paling besar itu adalah ruang presider prusahaan itu
Alisa mendekati Helena yg sedang pokus menatap layar komputer iya memang sedang mengerjakan banyak laporan yg menumpuk di ahir bulan
__ADS_1
"permisi bak, Aku Alisa, aku di suruh mengantar dokumen ini" gadis itu tersenyum canggung dan menunjukan berkas yg iya bawa
"ouh iya, langsung masuk aja beliau di dalam kok"
"Aku yg nganter bak?"
"iya, aku lagi banyak kerjaan, gak papa kan aku minta tolong" Helena tersenyum memandang gadis di hadapan nya yg terlihat gugup, pasal nya memang jarang sekali kariawan yg mempunyai kesempatan masuk ke dalam ruangan big bos mereka,
Alisa hanya mengangguk sebagai jawaban nya, iya berbalik menatap pintu besar yg ada di hadapan nya,
iya berdehem beberapa kali untuk mengusir ke gugupan nya
oke cuma anter berkan Lisa, pasti bukan dia lah orang nya,, belum tentu dia di ruangan ini kan,, lihat banyak ruangan di sini mungkin dia ada di ruangan yg lain
Alisa meyakinkan diri nya sendiri dalam hati
krekkk... pitu terbuka,
gadis itu mendorong nya perlahan dan masuk ke dalam ruangan yg besar itu, iya mengedarkan pandangan nya
iya tercengang menatap interior di lamam ruangan itu warna cat yg di dominasi putih dan coklat menimbulkan kesan maskulin di sana, poto, dan lukisan yg berjajar rapih di bagian tengah atas, rak buku dan lemari dengan banyak piala da piyagam penghargaan di dalam nya tersusun sangat rapih dan sofa besar yg ada di sisi ruangan sungguh luar biasa
ni ruangan satu bisa seluas ruang tamu rumah ku di kampung, besar banget....
iya melihat seseorang yg duduk di kursi kebesaran nya dengan posisi memunggungi nya
hanya ujung kepala nya saja yg terlihat, membuat gadis itu tidak bisa melihat wajah nya
Alisa sedikit berdehem sebelum berucap
(.....)... hening tidak ada jawaban
"baiklah pak kalu begitu saya akan meletakkan nya di atas meja saja pak"
karna tidak juga mendapat respon iya segera meletakan dolumen tersebut dan bergegas pergi
"tunggu"
saat gadis itu berbalik dan hendak melangkah pergi suara seseorang menghentikan langkah nya
gadis itu segera memutar badan nya dan memusatkan pandangan nya kearah sumber suara
Boby memutar kursi nya dengan satu kaki, dan menatap tajam gadia yg ada di hadapan nya itu sambil menyunggingkan sedikit senyuman nya
Alisa terbelalak melihat lelaki yg ada di hadapan nya, jantung nya berdetak kencak yg serasa membuat nya sulit bernafas tubuh nya membeku seperti patung yg sulit di gerakan
"hay kita bertemu lagi, bukan kah ini kebetulan yg menyenangkan?? "
lelaki itu berucap santai seolah tidak terjadi apapun
"silahkan duduk" setelah tidak memdapatkan jawaban lelaki iti memilih menawarkan nya duduk
gadis itu tersentak lalu mengucapkan terimakasih
" tidak tidak perlu pak terinakasih, membungkukan badan nya
"jangan sungkan silahkan duduk, ada yg ingin ku bicarakan padamu"
__ADS_1
ahirnya gadis itu memilih menurut dan duduk di hadapan pria itu
" 3 bulan" Boby memulai pembicaraan, yg membuat Alisa menekuk alis nya binggung
"3 bulan aku mencarimu untuk membayar hutang ku" boby tersenyum memandang gadis yg ada di hadapan nya yg sedang gugup setengah mati
*pura pura gk kenal aja kali aku ya.. mudah mudahan masih sempe*t
"maaf pak saya tidak mengerti"
"kamu yakin tidak mengerti?"
dia ingin bermain main dulu rupanya
lelaki itu sedikit berdehem mencairkan suasana
"kamu tau vila X, di kota B?"
Alisa menggeleng
melihat itu lelaki itu menaikan sebelah alis nya kemudian berucap
"yakin tidak tau? bukan kah kita menghabiskan malam panjang di sana?" tersenyum menggoda
mendengar itu Alisa menegang, iya yakin lelaki di hadapan nya ini sudah mengenali nya , karna tidak mungkin iya berkata se yakin itu kalau dia tidak mengingat nya
"maaf pak saya tidak mengerti apa yg anda bicarakan, saya permisi pak"
Gadis itu bangkin dari duduk nya dan berjalan cepat kerah pintu
dan saat iya menarik pintu itu. "tidak bisa, kenapa tidak bisa?"
gadis itu mencoba menarik nya lebih kencang namun tetap gagal
dan tiba tiba iya terlonjak saat tangan seseorang menyentuh bahu nya
.
.
.
.Netizen: O.M.Gπ±π±π± apa yg akan terjadi di dalam sanaπ°π°
.
.Author: hayo ngapain? ngapain??π²π²
.
.Netizen: π€π€ena ena kale thorππ
.
.Author: π΄π΄ aduh tukimin ya fikiran nya gak jauh dr ena ena meluluπππ
istifar woyyy istifar...ππππ
__ADS_1