
"hey lihat siapa yang datang"
senyum culas dan pandangan mencemooh dari semua kariawan membuat wajah cerah Alisa di pagi itu luntur seketika
Alisa mengeryitkan jidat nya tidak mengerti kenapa di sepanjang jalan iya masuk kantor pagi ini,
semua kariawan terlihat berbeda
mereka berbisik bisik dan melihat nya intens dari ujung kaki hingga ujung kepala, seolah sedang menilai penampilan Alisa, dan di tambah dengan pandangan mencela yang di lemparkan pada diri nya, membuat Alisa merasa tidak. nyaman.
Alisa segera mempercepat langkah nya, menuju ruangan di mana tempat biasa iya menghabiskan banyak waktu nya bekerja seharian penuh di sana
"hey,,, ternyata ada penggoda ni, datang,,"
cibir Nadia yang entah datang dari mana namun tiba tiba saja gadis itu sudah ada di hadapan nya dan membuat Alisa reflek menghentikan langkah nya
Alisa mengkerutkan kening nya dalam, tidak memgerti sebenar nya apa yang di maksud Nadia barisan.
"apa maksud mu"
"Hahahaaaaa,,, suara gelegar tawa sekaligus tepuk tangan menggema di ruangan itu, hingga membuat perhatian beberapa orang terpusat pada mereka
Nadia berjalan memutari tubuh Alisa yang berdiri trgap di fepan nya, mata nya menelusuri seluruh penampilan gadis itu, seolah menilai bagian mana yang menarik perhatian
"ck,,, ck,,, tidak ada yang istimewa, semua nya biasa saja" Nadia berucap, tapi dengan nada mencela dan mengejek yang kental.
"apa sebenar nya maksud mu" tanya Alisa mulai tak nyaman, pasal nya kini banyak mata yang melihat ke arah mereka, dengan tatapan yang tak bisa di artikan.
"kau pasti menggunakan tubuh mu,, " ucap nya Nadia penuh penekanan dan ejekan, " aku ingin tau bagaimana cara nya kau melakukan nya?"
Alisa menohkan wajah nya , menatap tidak suka pada gadis yang telah menghina nya, yang entah dengan alasan apa
"apa maksud mu" tanya Alisa mulai menaikan nada suara nya
"Wowo,,, Alisa santai saja, aku sedang memuji kepandaian mu merayu, kanapa harus semarah itu, bukan kah seharus nya kau bangga? sambil tersenyum mengejek
Alisa menghirup udara sebanyak banyak nya dan menghembuskan nafas nya perlaha, berusaha menahan diri untuk tidak terpancing emosi, dengan ucapan Nadia yang ber teka teki
"Mbak Nadia, Aku gak ada waktu untuk bertele tele seperti ini, jadi aku mohon bicara yang jelas, karna Aku masih banyak pekerjaan" Tegas Alisa
"Ouh, Alisa,, ayolah sekarang aku tau, kenapa begitu banyak proyek besar yang bisa kau dan tim mu dapatkan , padahal pengalaman mu jauh di bawah kami,, " kembali berjalan memutari tubuh Alisa yang masih terpaku di tempat nya. "Ck,,, Ck,,, ternyata, kau mendapatkan nya dengan cara yang menjijikan. "
Nadia sengaja berucap tepat di telinga Alisa, membuat gadis itu menegang menahan emosi yang meluap seketika
"Apa maksudmu" sentak Alisa ,,, dan malah membuat seriangai Nadia semakin lebar
"Apa, kenapa kau marah bukankah itu yang kau lakukan kepada...
ucapan Nadia terhenti saat Helen tiba tiba datang di waktu yang salah menurut Nadia, dan membuat kata kata nya, terhenti
"eh Mbak Helen, pagi Mbak" sapa Nadia langsung merubah Air muka nya, menjadi seramah mungkin
"pagi, kenapa belum memulai pekerjaan kalian" ucap Helen datar, dan sekilas melirik ke Arah Alisa yang masih berdiri tegap di tempat nya, terlihat wajah Alisa
yang sangat kesal di sana
"iya bAik Mbak, permisi"
Nadia membalikan tubuh nya dan berjalan meninggalkan tempat itu, namun gadis itu sempat melirik ke arah Alisa dan menyunggingkan senyuman miring , mencemooh di sana
"kalau begitu aku juga permisi Mbak" ucap Alisa dan hendak mbalikan tubuh nya namun Helen segera menghentikan nya
__ADS_1
dan mengatakan bahwa pak Bobby menyuruh Alisa keruangan nya
dan tentu saja hal itu menambah desas desus yang berkembang, membuat banyak orang percaya dengan gosip gila yang dengan cepat tersebar luas di antara kariawan
.
.
"pagi pak" Alisa memasuki ruangan itu saat suara sahutan dari dalam menyuruh nya masuh,
Alisa akan menggunakan panggilan formal nya, saat pertama kali masuk untuk menghindari kesalahan jika ada orang lain di dalam sana. ,dan akan mengoreksi nya jika ternyata hanya mereka berdua yang ada di dalam ruangan itu
iya membuka pintu besar di hadapan nya dan langsung memasuki ruangan itu, dan yang terlihat pertama kali adalah Bobby yang sedang menata hidangan di atas meja Sofa,
Bobby tersenyum cerah melihat wanita yang iya tunggu telah datang
"kemarilah ayo sarapan, bukan kah tadi kita belum sempat sarapan"
"Baik lah" menjawab cepat, pasal nya iya juga memang merasa lapar karna pagi tadi mereka belum sempat sarapan, karna hampir terlambat
Alisa berjalan dengan loyo,, dan menempatkan diri duduk di samping suami nya
"kapan kamu pesen makanan ini Mas? tanya Alisa b8nggung pasal nya bukan kah mereka berangkat bersama, tapi iya tidak melihat pria itu mampir di lestoran atau tempat lain untuk membeli makanan ini,,
dan sekarang makanan lezat sudah tersedia di hadapan mereka
"tadi aku nyuruh Helen" jawab lelaki itu enteng
"OH" menganggukan kepala paham
Bobby memperhatikan raut wajah Alisa yang terlihat murung, dan tidak seperti biasa nya, gadis itu terlihat kurang berselera, padahal biasa nya walaupun tubuh gadis itu kurus tapi mengenai makanan iya selalu lahap, kecuali ada sesuatu yang mengganggu pikiran nya
"kenapa"
"kenapa wajah mu terlihat begitu murung" tanya Bobby
"tidak ada, hanya sedang kesal" jawab nya asal, sambil terus menguah makanan nya malas
"siapa yang membuat mu kesal"
"seseorang"
"siapa"
"Nadia" jawab Alisa singkat
"siapa dia" tanya Bobby santai
"HaH,,,, mas gak tau dia" menatap suami nya tidak percaya, mana mungkin kariawan yang sudah bertahun tahun bekerja di perusahaaan ini tapi lelaki itu tidak mengenal nya
Bobby hanya mengangkat bahu nya acu
"aku tidak mengenal mungkin menghafal satu persatu nama kariawan di perusahaan ini kan" jawab nya santai, tau apa yang di fikirkan Gadis itu
"di kepala tim B, mas,, tau kan? jelas Alisa
"oh,,, dia perempuan yang terkenal tukang gosip itu to"
jawab Bobby acuh sambil menyuapkan potongan besar roti kedalam mulut Alisa, membuat mulut gadis itu penuh hingga sulit bicara
Alisa memukul pelan tangan suami nya, karna begitu besar potongan roti yang di sodorkan lelaki itu membuat nya hampir tersedak
__ADS_1
"mas ih,, gede banget sih roti nya" ucap Alisa sambil mengucah makanan nya, membuat sura nya terdengar lucu di telinga Bobby, dan membuat nya terkekeh
"imut banget si, kalau kaya gini" sambil mencubit kedua pipi Wanita nya, yang penuh dengan makanan, membuat wajah Alisa memerah menahan marah, dan itu malah membuat Bobby sekin terkekeh.
Alisa segera meraih gelas di atas meja dan meminum nya tergesa,
"mas aku hampir keselek ni" rajuk nya
"gak papa lucu, nih lagi buka mulut lebih lebar, aaaa" sambil meragakan Bobby membuka mulut nya lebar dan tangan nya menyodorkan makanan ke mulut Alisa
Alisa malah menggelengkan kepala nya dengan kuat
"gak mau terlalu besar" ucap nya cepat
"oke kalau gitu pake cara begini"
Bobby menggigit setengah roti yang penuh coklat itu, setengah bagian dan setengah lagi iya mencondongkan wajah nya ke arah Alisa, menyuruh gadis itu menggigit ujung sebelah nya
Alisa meyeringau senang dan langsung mencondongkan wajah nya mendekat lalu menggigit ujung roti itu, membuat bibir mereka saling bersentuhan.
kedua nya tertawa bersama, alangkah lucu nya mereka, kalau di fikir Bobby ataupun Alisa tidak pernah menyangka jika hubungan mereka akan berkembang sebaik ini
Bobby memperhatikan Alisa yang masih sibuk dengan makanan nya dan mata indah nya menemukan kesempatan emas yang tidak mungkin akan iya sia sia kan
"ada apa"
tanya Alisa dan reflek memundurkan kepala nya saat Bobby semakin mencondongkan wajah nya begitu dekat.
"ada coklat di bibir mu" bisik nya
tangan Alisa reflek berniat menyentuh ujung bibir nya untuk mengelap nya, namun dengan cepat Bobby mencekal tangan nya
"biar aku membantumu membersihkan nya"
Bobby semakin merapatkan tubuh nya, mengikis jarak di antara mereka dan sapuan lembut di ujung bibir gadis itu, dan kini benar benar berpindah dan malah menyatukan bibir mereka dalam lumatan yang lembut dan hangat,
memberi morning Kis yang begitu dalam dan hangat, membuat detak jantung Alisa semakin cepat dan beradu,
ini bukan pertama kali bagi nya, tapi setiap kali seperti ini, pasti rasa berdebar yang sama selalu saja datang, membuat nya binggung di antara Malu atau Mau???
.
namun tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka di dalam sana melalui celah kecil pintu yang hendak terbuka namun di urungkan, dan memilih mengintip dalam diam,
terlihat seringai tipis , seolah telah melihat hal yang sangat menjijikan di sana,,
.bersambung.....
.
.NETIZEN: kok lama gak update sih thor..πππππ
.AUTHOR:iya ni monmoaaf banget yea,,, aku nya lagi gak enak badanπ·π·
tapi tenang aja aku akan tetap lanjutin kisah ini sampai ke ujung jalan kokππ
jadi aku juga minta dukungan nya ya dari kalian agar aku lebih termotifasi untuk melanjutkan kisah ini, walau dalam kondisi saat ini,,
Netizen: gimana cara nya tuhπ€π€π€
Author: gampang banget kalian tinggal tekan LIKE, DAN KOMEN, JANGALUPA JUGA VITE POIN NYA YA,,,πππ
__ADS_1
.JADI AKU SEMANGAT TERUS WALAUPUN MENULIS DENGAN KONDISI KURANG FIT.. OKE SAYANG...
,,,, I LOVE YOU UNTUK SEMUA NYA, DAN MAKASIH BANYAK UNTUK YANG SEMPETIN MAMPIR DI NOVEL INI ,,,,