BUKAN CINTA KONTRAK

BUKAN CINTA KONTRAK
BAB: 16 KALUNG KU


__ADS_3

Alisa berusaha mendorong lelaki itu yg justru membuat ciuman mereka makin panas


semakin iya memberontak maka lelaki itu akan termotifasi melakukan yg lebih gila lagi


Boby menekan tengkuk belakang kepala gadis itu dan semakin merapatkan tubuh mereka, memperdalam dan menyecap semua rasa yg ada di sana ,


iya bahkan memasukan lidah nya dan mengapsen seluruh yg ada di dalam rongga mulut Alisa, bibir nya semakin menekan bibir gadis itu menyecap nya mencari kenikmatan dan kepuasan di sana


Alisa memukul mukul dada bidang lelaki itu tapi tak dihiraukan , sedangkan iya hampir kehabisan oksigen, karna perbuatan lelaki bedebah ini


Lalu gadis itu menggigit lidah Boby dan membuat nya terlepas,


Alisa dengan sekuat tenaga mendorong lelaki itu menjauh


"apa kau ingin membuat ku mati?


gadis itu berucap marah, sambil terengah


Boby hanya tersenyum dan ibu jari nya menyentuh bibir nya yg basah dan menjilat nya


"manis " gumam nya ,


melihat itu Alisa hanya bisa mendengus jengkel


"apa hanya begitu kau bisa mati" mulai mendekat kembali


"jangan memdekat, atau aku akan teriak"


"teriak saja , bukan kah kau tau ruangan ini kedap suara??" lelaki itu menyeringai puas


"baik lah bukan kah tadi anda bipang ingin bicara? mari bicara tapi jangan seperti ini"


Boby sudah akan menempelkan tubuhnya kembali ke wanita itu,


"kenapa? apa kau taksuka? "


.Alisa semakin jengkel melihat nya, iya segera mendorong tubuh pria itu dan berjalan menjauh,


iya mendudukan tubuh nya di kursi yg tadi iya duduki, dan Boby berjalan mendekat Dan duduk berhadapan dengan gadis itu, dan kini di antara mereka di batasi meja kaca


"Baiklah pak Boby jadi apa yg ingin kau katakan?" Alisa lebih dulu berbicara karna dia tidak ingin ke adaan ini berjalan lebih lama lagi


baiklah selesaikan dan segera pergi " batin alisa


"baik lah, aku tidak akan menawaekan hal yg sama padamu, tpi mungkin kau akan menyukai apa yg akan ku tunjukan pada mu"


" hahh... apa itu" Alisa memutar bola mata nya jengah


Boby mengeluarkan benda yg ada di saku nya dan menunjukan nya kepada gadis itu.

__ADS_1



Alisa reflek merdiri dan meraih kalung yg ada di tangan lelaki itu, namun gerakan nya kalah cepat, karna lelaki itu segera mengangkat nya tinggi di atas kepala nya,


"itu kalung ku" teriak Alisa


"ohya..? tapi aku menemukan nya jdi ini miliku sekarang"


"curang,, di mana kau menemukan nya? bagaimana mungkin itu ada padamu?"


"tentu saja mungkin karna aku menemukan nya ada di vila ku"


mata Alisa melebar mendengar nya, iya mengingat ingat saat itu memang setelah kejadian malam itu iya tidak lagi melihat kalung itu di leher nya..


"tuan aku mohon kembalikan kalung itu, itu milik ku"


suara gadia itu memelas


"ouh seperti nya kalung ini memang sangat berharga untuk mu ya?" Boby tersenyum menang


"tentu saja, itu adalah harta yg paling berharga bagi ku"


Bukan memberikan nya lelaki itu justru berdiri, membalikan badan nya dan hendak pergi


Alisa spontan ikut berdiri dan berlari mendahului lelaki bertubuh tinggi dan tegap itu, iya merentangkan tangan di hadapan lelaki itu dan menghalangi jalan nya


"ouh,,, sayang sekali benda ini sekarang miliku! ucap lelaki itu santai


"tidak bisa, saat itu bukan kah itu salah mu,, kau yg membuat kalungku jatuh di sana, jadi tidak bisakah anda berbaik hati padaku? tolong kembalikan kalung ku"


Alisa berusaha memohon untuk mendapatkan kalung nya kembali


apakah benda ini sangat penting bagi nya?


fikir Boby


"baiklah, jika memang begitu ambil jika kau bisa"


Boby mengibas ngibaskan kalung itu di hadapan Alisa ,


sontak alisa meraih nya, namun lelaki itu justru mengangkat nya tinggi melebihi kepala nya,


gadis itu berusaha mengapai nya, iya berloncar loncat sambil megang tangan pria itu mencoba meraih nya, namun gagal, bagaimana tidak bahkan Alisa tidak sampai sebahu nya,


namun tidak menyerah iya mengambil kursi dan menaiki nya , iya meraih tangan lelaki itu dan menarik nya mendekat untuk meraih nya


namun hal takterduga terjadi pria itu menasik pinggang nya dan membuat nya oleng hingga ahirnya mereka terjatuh dengan posisi gadis itu ada di atas tubuh sang pria


hening... tidak ada yg bergerak, hanya suara detak jantung masing masing yg kian cepat dan mata mereka yg saling memandang menyelami ke indahan masing masing

__ADS_1


Alisa tersadar dan gadis itu segera bergerak untuk bangkit, namun Boby justru mencekal tangan nya , iya menarik tengkuk gadis itu dan mulai menyatukan binir mereka kembali


entah mengapa, bahkan iya todak pernah melakukan hal itu sebelum nya, iya tidak pernah memaksa apa lagi menyerobot se enak nya, bahkan saat iya bersama Bella sekalipun,


lelaki itu hampir kehilangan kendali atas diri nya lagi, bahkan iya tidak memperdulikan rontaan yg lakukan gadis itu,


Boby justru menggulingkan posisi mereka hingga kini gadis itu berada di bawah kendali nya. lumatan nya semakin lama semakin agresif, tangan nya kini bahkan mulai nakal ke mana mana,


Alisa mencoba meronta tapi tenaga nya kalah jauh dan membuat nya hanya bisa menangis salam posisi nya


lumatan dan gerak tangan nya terhenti saat iya merasakan air mata yg mengalir di wajah gadia itu,


iya sadar atas apa yg iya lakukan


apa aku sudah gila! kenapa aku tidak bisa mengontrol diriku begini, dasar bodoh


Boby mengumpat diri nya sendiri dalam hati


iya bangkit dan merapihkan pakaiyan nya, sebelum iya pergi, iya mengangkat dan mendudukan gadis itu di kursi,


Alisa hanya diam meneriam perlakuan lelaki yg selalu saja melecehkan nya, iya menundukan kepala nya dan menghapus air mata nya, menggunakan ke dua punggung tangan nya,


"maaf" hanya itu yg mampu di ucapkan pria itu dan berbalik pergi meninggalkan wanita itu ,


"tunggu"


lelaki itu menghentikan langkah nya dan berbalik setelah mendengar wanita itu memanggil nya


"tolong.. tolong jaga kalung itu, itu adalah benda yg sangat penting bagi ku" dari sorot mata nya gadis itu benar benar memohon


"temui aku di cafe ZZ, besok malam" setelah mengucapkan itu Boby berbalik dan benar benar pergi


Alisa menganggukan kepala nya sebagai jawaban, iya menghembuskan nafas berat beberapa kali untuk menetralkan fikiran nya


untung saja dia masih punya hati, kalau tidak, apa yg akan terjadi pada ku tadi,"


Alisa menggerutu dalam hati sambil merapihkan pakaiyan nya yg acak acakan


.


saat membuka pintu Alisa terkejut saat iya mendapati seseorang berada di depan nya dengan wajah yg .....


.


.Bersambung


.


.Author: siapa dia , hayo ada yg bisa tebak kagak..πŸ˜‰πŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2