
karna jika itu terjadi maka kontrak akan Batal, dan jika gadis itu memilih pergi, maka iya tidak berhak untuk melarang atau membayar denda nya..
itu yang sulit, jika saja iya tidak menyetujui nya, mungkin saat ini Bobby akan dengan bangaga memperkenalkan diri sebagai pemilik perusahaan besar bertaraf internasional, dan termasuk yang paling besar di negara ini,
tapi sayang nya itu tidak bisa iya lakukan
padahal dari pengalaman sebelum nya bahkan banyak rekan bisnis nya, yang menawarkan baik secara langsung atau pun terselubung putri mereka kepada pria itu, apa lagi kalau bukan untuk mengejar jabatan, atau harta.
tapi berbeda kasus nya dengan Alisa,
dia mulai sadar saat tempohari iya di introgasi habis habisan menyangkut status sosial nya.
dan ekspresi sang Bunda bukan bangga atau senang, justru iya malah terlihat marah, dan Hampir saja membuat rencana pernikahan mereka berantakan.
untung saja gadi nya bisa mengendalikan situasi dengan cepat.
"Bobby"
panggil Bunda Lisa lagi, dan membuat lelaki itu terkesiap, mengerjap kan mata nya berulang.
"iya Bunda gimana?"
"kamu ngelamunin apa? dari tadi Bunda panggil diam aja" tanya Linda heran
"gak kenapa kenapa kok Bun, jadi ada apa Bun, kata nya tadi ada yang mau Bunda bicara kan?" tanya lelaki itu kalem,
"Bobby,," ucap Bumda lamat lamat " kamu sekarang sudah Sah menjadi suami Alisa" berkata penuh penekanan
"iya" menganggukan kepala pelan
"Berarti sekarang Alisa sudah sepenuh nya menjadi tanggung jawab kamu" tekan nya lagi
Bobby kembali menganggukan kepala, pokus menyimak apa yang wanita itu akan sampaikan
"Boleh Bunda minta satu, permintaan" tanya Bunda Linda kemudian, dan langsung mendapatkan anggukan di kepala dari lelaki itu
"Bunda mau titip Alisa, jika, jika suatu hari bunda tiada, tolong jaga dia, tolong Bantu dia jika suatu hari dia mendapatkan kesulitan, atau dalam bahaya, tolong jadilah orang pertama yang selalu membantu nya," ucap Bunda serius, dengan nada sedikit bergetar, Bobby bisa melihat guratan kecemasan dan kesedihan yang menjadi satu di sana
"kenapa Bunda berkata begitu"
Bobby mengerutkan kening nya, iya merasa seperti ada sesuatu yang mengganjal di sana
"Nak Bobby, hubungan kalian di dasari keyakinan dan cinta kan?"
"iya" jawab Bobby mantap
"kalau begitu tolong cintai dan temani dia sampai ajal memisahkan, jikalaupun ada rintangan kalian harus hadapi bersama, tidak perduli sesulit apapun itu" diam sesaat dan menatap lamat lamat pria di hadapan nya itu, dengam sorot mermohonan yang nyata.
"inti nya mulai sekarang Bunda menyerahkan tanggung jawab, kebahagiaan dan keselamatan Putri Bunda sama kamu, tolong jaga dia ya Nak Bobby, Bumda percaya sama kamu"
ucap Bunda Linda bersungguh sungguh,
terlihat permohonan yang besar di sorot mata wanita itu, membuat Bobby di hantui rasa bersalah yang nyata,
__ADS_1
iya Dilema, apakah iya benar benar bisa menjaga Alisa seperti permintaan wanita itu, nyata nya pernikahan ini pun iya belum tau akan di bawa kemana.
tapi sebagai seorang suami dia akan pastikan jika tidak ada hal buruk yang terjadi pada Alisa, karna dia akan menjaga nya dengan segala kekuatan yang di miliki nya.
"aku mengerti Bunda, Bunda jangan hawatir" senyum lelaki itu meyakinkan, bukan hanya untuk wanita yang telah menjadi Ibu nya itu, tapi juga untuk dirinya sendiri.
.
.
.
"woy bro,," suara William membuat nya mengalihkan pandangan nya yang tengan pokus menghadap layar monitor
"udah kerja aja lo, gw kira mau libur Hanymoon dulu" goda nya, lalu membanting tubuh nya di sofa empuk yang ada di ruangan itu
"gak sempet gw,, lo liat kan banyak kerjaan gini" masih pokus ke layar monitor nya
dan percakapan dua sahabat itu berlangsung, dengan William yang lebih banyak meledek bagaimana keseruan mereka di atas ranjang.
namun kemudian ketukan di pintu membuat ke dua nya pengalihkan perhatian nya
"pak Maaf Nona Enggel ingin bertemu" ucap Hellen ragu
"bilang pada nya saya sibuk, tidak ingin di ganggu" ucap lelaki itu tegas
"baik pak" Hellen segera membalikan badan nya,
namun belum sempat, wanita itu keluar, dorongan kuat di pintu membuat nya reflek mundur agar tidak tertabrak pintu yang seketika terbuka
"apaan sih" tangan nya sibuk melepaskan cekraman wanita itu yang dengan tidak tau malu langsung menghambur ke pelukan nya.
"aku kangen" ucap Enggel manja, sambil menggelayuti tubuh lelaki itu
"Ehem,, "William berdehem keras, membuat kedua nya mengalihkan perhatian mereka
"Bobby bukan kah kita sebentar lagi ada rapat" ucap nya memberikan kode lewat mata
"iya, mari berangkat sekarang" Bobby sudah berdiri, sedikit merapihkan jas nya dan langsung melangkahkan kaki nya keluar
di susul Enggel dan juga William
"mau apa" sentak Bobby pada Enggel saat wanita itu masih saja mengikiluti nya
"sayang, ini sudah jam makan siang gimana kalau makan bareng aku dulu, baru setelah itu..
"aku akan makan siang dengan kelayen" sentak nya, menyela
"kalau begitu, mari kita turun bersama"sudah menggandeng tangan Bobby dan menyeret nya menuju Lif, William dan Hellen yang menyaksikan hanya bisa memutar bola mata nya jengah.
pasal nya selalu begitu jika berhadapan dengan wanita itu, kesabaran besae memang sangat di perlukan, pasal nya selain sifat nya yang pemaksa, dia juga anak dari kolega besar di perusahaan mereka, itu yang membuat bagaimanapun Wanita itu akan di terima dengan baik di perusahaan itu, meskipun sangat menyebalkan
di dalam Lif Bobby, Enggel dan William menunggu pintu Lif terbuka, berharap wanita itu segera pergi setelah ini, agar mereka berdua bisa makan siang dan mengobrol dengan santai tanpa gangguan, karna memang tidak ada miting siang ini
__ADS_1
Ting...
pintu Lif terbuka, dengan Enggel yang masih menggelayut di lengan lelaki itu, Bobby menggidik risih namun Enggel tetap saja melakukan nya dan ahir nya dengan pasrah iya membiarkan wanita itu melngikuti langkah kaki nya menuju keluar depan gedung besar itu
Alisa yang sedang terburu buru menuntun langkah nya semakin lebar, dengan tumbukan berkas yang akan di bawa nya untuk rapat dengan kelayen nya siang ini
mata nya pokus, melihat dokumen yang ada di tangan nya, siapa tau ada yang terlewat, hingga tanpa sadar iya menabrak seseorang, yang membuat semua dokumen yang iya bawa mengambur berjatukan kelantai
"ah ma,,,af" ucap gadis itu ter putus saat iya mendongakan wajah nya dan mata Bobby yang tajam langsung bersitatap dengan nya,
"kamu gimana sih," sentak Enggel, yang menbuat Alisa langsung mengerjapkan mata nya kaget, dan melirik wanita yang menempel Dan mengalungkan tangan nya di lengan suami nya den bergelayut manja, yang membuat hati Alisa meradang seketika, ada guratan kemarahan yang langsung terpancar di mata gadis itu,
"kenapa ngeliatin gitu, lo gak tau lagi berhadapan dengan siapa?" sentang Enggel dengan nada garang, karna merasa risih Saat Alisa menatap nya dengan pandangan jengkel,
Alisa langsung mengubah ekspresi nya, dan memaksakan bibir nya untuk membentuk senyum semanis yang iya bisa
"ah iya maaf Pak, maaf Nona saya tidak sengaja" ucap Alisa seramah ramah mungkin
"lo
"udah, cukup" sentak Bobby menyela saat Enggel bersiap melintarkan kata kata nya lagi, dan pasti itu bukan lah kata kata yang enak di dengar.
Alisa melirik lelaki yang ada di hadapan nya itu, mata nya memicing penuh kemarahan, tapi bibir nya mengulas senyum manis dan mengucapkan maaf sekali lagi,
"maaf pak saya tidak sengaja"
"tidak apa, apa kamu sudah makan siang?" tanya lelaki itu
"sebentar lagi pak"
"kenapa belum..
"udah deh kenapasih perhatian banget, gak penting deh" potong Enggel cepat
milihat itu menyulut emosi Enggel, yang langsung menarik tangan lelaki itu hingga tubuh nya secara otomatis mengikuti langkah kaki wanita itu, dan menghilang di telan jarak.
tinggal Alisa yang memandangi punggung suami nya menjauh dengan di seret wanita cantik yang entah siapa itu, tidak di pungkiri itu melihat itu membuat hati nya mendidik seketika
"Alisa, ayo makan bersama, aku dan Bobby akan keluar untuk makan siang" ucap William, dan langsung membuat Alisa mengalihkan pandangan nya kedasa pria itu
iya segera mengoreksi espresi nya dan mengulas senyum manis ke arah pria itu
"duluan aja pak, aku udah di tunggu sama Eva," ucap nya sopan
dan lelaki itu hanya mengangguk sebagai jawaban,
"mereka gak ada hubungan apa apa kamu tenang aja oke," ucap William sambil mengedipkan satu mata nya menggoda
lalu pergi meninggalkan nya sendiri.
.
.
__ADS_1
.bersambung......