BUKAN CINTA KONTRAK

BUKAN CINTA KONTRAK
BAB 26. CALON MENANTU


__ADS_3

"bak siapa pria itu" Tanya Aris mendekati kaka nya


"ah iya itu, itu teman bak di kantor" jawab Alisa sedikit tergagap dengan pertanyaan sang adik, pasal nya ini tidak kah terlalu cepat, kemarin masih jadi bos yang nyebelin, dan sekarang tiba tiba ganti posisi jadi calon suami, kejutan yang luarbiasa bukan


Aris mengerutkan kening nya, iya sebenar nya tidak percaya begitu saja dengan jawaban sang kaka, tapi seperti nya ini bukan saat yang tepat membahas soal itu, yg terpenting saat ini adalah kondisi sang bunda


.


" " "


.


RUANG VIV 1, tulisan di atas pintu kamar sang bunda membuat Alisa gusar, bukan kah ruangan ini terkenal dengan pasilitas nya yang elite, dan pasti biaya menginap di ruangan ini akan sangat mahal fikir nya


"ada apa?" suara lelaki di belakang nya membuat gadis itu sedikit terlonjak karna terkejut,


"pak kenapa harus di ruangan ini," protes nya kemudian


Boby mengerutkan kening nya, tidak mengerti bukan kah malah bagus jika di ruangan ini, fasilitas yang bagus dan ruangan nya pun bersih


"kenapa apa ada yang salah?"


"ini ruangan VIV 1 pak, biaya nya pasti sangat mahal untuk menginap di sini" ucap gadis itu lirih namun penuh penekanan


"memang" jawab nya enteng, lalu langsung melangkah kan kaki nya masuk ke ruangan itu terlebih dahulu


Alisa segera menyusul nya masuk, di lihat nya sang bunda yang sedang berbaring, dengan banyak selang yang mengelilingi tubuh sang bunda yang masih terlihat memejamkan mata akibat efek bius yang belum hilang


adik dan tante nya yang sedang duduk di sisiranjang. beranjak berdiri di dan memberi jalan Bagi Alisa untuk mendekati sang bunda, iya menangkup kedua pipi wanita yang telah melahirkan nya itu dengan lembut,


"bunda" gumam gadis itu lirih, wajah sendu, dan garis garis lekukan kulit wanita paruh baya itu kini semakin terlihat, dengan tubuh yang kian bertambah ringkih dari terahir kali iya meninggalkan sang bunda untuk bekerja,


. Boby berdiri mematung melihat interaksi ibu dan anak itu, iya Tau gadis itu pasti sangat mencemaskan kondisi ibu nya, karna di sepanjang perjalanan mereka Ke rumah sakit itu, Alisa terlihat terus memanjatkan doa, dan sesekali mengusap air mata yg merembes mengaliri jawah cantik nya

__ADS_1


gadis itu membenamkan wajah nya di lekuk hangat bahu sang bunda yg masih belum sadarkan diri, tubuh gadis itu bergetar terisak dalam diam, mencurahkan perasaan yang iya tahan sepanjang perjalan menuju rumah sakit itu,


dada nya kian sesak melihat kondisi sang bunda, kali ini adalah oprasi besar bagi bunda nya, iya sadar selama beberapa bulan belakangan ini iya jarang memberi kabar pada sang bunda, itu membuat nya merasa bersalah


sentuhan lembut di punggung nya membuat Alisa menghentikan isakan nya, iya mendongakan kepala melihat siapa yang ada di belakang nya


"tante" ucap nya lirih, sang tante hanya tersenyum hangat sambil menggelengkan kecil kepala nya,


"jangan seperti itu sayang, nanti bundamu akan sedih" ucap tante bijak,


Alisa segera menghapus air mata nya, "iya tante, makasih udah jagain bunda selama aku gak ada" Alisa menggenggam tangan tante nya, mengucapkan terimakasih yang tulus dari mata nya


"udah malam, kamu pasti capek baru pulang dari perjalanan jauh, mending sekarang kamu pulang aja dulu, ajak teman kamu" ucap tante Ami , sambil melirik ke arah Boby,


dan yang dilik hanya tersenyum canggung di posisi nya,


"baik lah tante, aku titip bunda ya tante" ucap Alisa, dan mendapatkan anggukan dari sang tante


.


.


"ini pak" Alisa menyerahkan kopi hangat di tangan nya , kepada pria yg duduk tenang di sofa ruangtamu rumah kecil nya


Boby mengambil cangkir kopi yg di berikan gadis itu, lalu mengapu kan pandangan nya ke segala arah, iya melihat banyak bingkai poto di dinding dan meja meja kecil di pojok ruangan, ada beberapa piala dan piagam juga yg tersusun rapih di ruangan itu,


"apa itu poto keluarga mu?" tanya nya sambil menunjuk kearah salah satu poto besar yg ada di ruangan itu


"iya itu mendiang ayah ku, ibu, aku dan adik ku," ucap nya semangat sambil menunjuk satu persatu orang yang ada di poto tersebut


tiba tiba wajah Alisa berubah murung, saat iya menyentuh sosok lelaki paruh baya di dalam poto itu,


"ada apa?" tanya lelaki itu penasaran

__ADS_1


"tidak ada, hanya mengingat ayah ku, kau tau beliau adalah sosok yang luar biasa bagi ku, perpaduan antara lembut dan tegas, iya sangat lembut saat berbicara, tapi juga bisa sangat tegas di saat yang bersamaan, aku bisa melihat kasih sayang yang luar biasa di mata nya untuk kami" Alisa tersenyum manis saat iya bercerita, namun air mata nya mengalir dengan deras membasahi pipi nya,


Boby tau di balik cerita manis yg di utarakan gadis itu, ada rasa sakit dan sesak di sana, itu tergambar jelas dari air mata gadis itu, walaupun gadis itu bercerita dengan di iringi senyuman namun di hati nya bisa merasakan kesedihan dan kehilangan yg mendalam


Boby melangkahkan kaki nya kedepan, dan memeluk Alisa dari belakang iya melingkarkan tangan nya di pinggul gadis itu, lalu mengecup lembut puncak ke pala nya,


"bukan kah sekarang ada aku, aku tidak ingin menggantikan posisi ayah mu, tapi aku bisa menjadi tempat bersandarmu" ucap nya lembut


Alisa tersentuh mendengar perkataan lelaki itu, entah mengapa mendengar Boby mengatakan hal semanis itu membuat nya merasa di lindungi


gadis itu memutar badan nya, membuat mereka saling berhadapan, mata yang saling memandang, membuat hati nya berdegup kian kencang, ada rasa aneh yang menjalar di hati gadis itu seperti ada bunga bunga yang bertebaran di antara mereka


Boby mencondongkan wajah nya, membuat Alisa bisa merasakan nafas hangat lelaki itu mengenai puncak hidung nya


iya memejamkan mata nya saat kecupan lembut mendarat di bibir nya, Boby semakin mempererat pelukan nya saat wanita itu melingkarkan tangan nya dileher kokoh milik nya,


tok..tok... bak.. bak....


suara ketukan di pintu dan panggilan dari luar sana mengagetkan mereka, Alisa segera melepaskan diri dari Boby dan segers berjalan cepat menuju pintu sambil sedikit merapihkan penampilan nya, sedangkan lelaki itu terlihat kesal setengah mati


"lama banget si bak" ucap Aris kesal seraya nyelonong masuk melewati sangkaka yg berdiri membukakan pintu untuk nya,


"bunda sama siapa" tanya Alisa, sambil mengikuti langkah adik nya masuk ke dalam rumah


"sama tante lah, aku mau mandi dulu, ganti baju" bak temen bak mau nginep di sini" tanya nya kemudian, sambil melirik ke arah Boby yg sedang duduk elegan di sambil menyecap kopi nya,


tidak lama Boby bangkit dari duduk nya, dan berpamitan untuk pulang, dia akan menginap di vila, yg memang dekat dengan tempat itu malam ini


Alisa mengantarkan lelaki itu sampai di depan mobil nya dan kemudian melambaikan tangan nya saat mobil mulai bergerak pergi menjauh.


.


.bersambung. ..

__ADS_1


.


.


__ADS_2