BUKAN CINTA KONTRAK

BUKAN CINTA KONTRAK
BAB: 23. PINJAMAN


__ADS_3

di rumah besar keluarga Halim,


Boby mendesah kesal tak kala kejadian yg sama terulang, iya memegang 5buah poto gadis cantik di tangan nya,


"kakeK apa apan ini" iya melemparkan kembali poto poto itu ke atas meja kaca,


"kau pasti tau, apa maksud nya! sudah dua tahun, dan kini saat nya kau menepati janji mu," ucap kakek Halim santai, sambil menyeruput teh yg ada di tangan nya


"beri aku waktu satu tahun lagi"


"tidak akan 1 bulan, atau kau mau paman mu yg mengambil alih semua usaha yang di perjuangkan mendiang ayah mu"


kakek Halim berucap marah,


"baik lah aku akan menikah bulan depan, kakek boleh mempersiapkan segala nya, tapi aku akan memilih pengantinku sendiri"


Boby bangkit dari duduk nya dan pergi meninggalkan rumah besar itu,


iya tau, ini pasti terjadi iya harus menikah di usia nya ke 31 thun, demi memenuhi surat wasiat mendiang ayah nya, jika iya tidak menikah di usia ke 31 tahun maka sebagian besar warisan akan di kelola oleh paman nya yg tamak itu, tentu saja iya tidak akan membiarkan nya, karna itu akan menghancurkan banyak hal dan membuat permasalahan besar nanti nya


,dan juga 2 thun yang lalu iya meminta waktu karna Saat itu Bella kekasih nya menjanjikan waktu 2 thun, dan kakek ber baik hati memberikan izin,


namun nyata nya sekarang iya bahkan tidak bisa memilih, atau mengundur waktu itu lagi, karna wanita yang iya harapkan menjadi istri nya, sudah memilih pergi dan melupakan perjanjian mereka, begitupun dengan hubungan mereka,


.


.


"haaa... jadi kemarin malam kau menginap di apaetemen pak Boby?" Eva menjerit tidak percaya dengan cerita yg di katakan sahabat nya itu


Alisa membaringkan tubuh nya di atas ranjang, pandangan nya menatap langit langit kamar, iya tersenyum senyum sendiri takkala mengingat nya, ada rasa yang menggelitik hati nya, namun tak bisa iya ungkapkan dengan kata kata


"terus terus apa yang terjadi? gak mungkin dong gitu doang?" Eva melompat heboh menyusul sahabat nya di atas ranjang, iya bersimpuh memeluk bantal di hadapan sahabat nya, "ceritain dong" paksa nya lagi


Alisa bangkit dari tidur nya, menarik bantal yg ada di kepala ranjang dan duduk bersila memeluk bantal yg iya ambil tadi,


"gak ada.. yang kaya gitu, dia cuma benar benar jagain gw aja" Alisa menyembunyilan wajah nya yg bersemu di balik bantal yg di peluk nya,


iya tiba tiba mengingat, saat malam itu, setelah kecupan panjang yg di berikan pria itu, Alisa mengganti pakaiyan nya, iya kembali ke ranjang empuk Milik Boby lalu berbaring di sana


dengan pengertian Boby beranjak dari duduk nya, " Kalau gitu kamu tidur di sini aku akan tidur di sofa" ucap nya lembut


namun entah kekuatan atau ke beranian dari mana tiba tiba Alisa justru menahan tangan nya, "bisakah. bisakah temani aku, aku.."


"baiklah" jawab lelaki itu cepat.

__ADS_1


dan ya, tidak ada yang terjadi , mereka memang tidur di ranjang yang sama, namun hanya sebatas pelukan yang mereka lakukan,


saling menghangatkan satu sama lain, namun mungkin yg gadis itu tidak sadari adalah, betapa Boby berusah payah menahan sesuatu yg memuncak di dalam diri nya,


ya lelaki mana yang tahan dengan godaan seperti itu


kring...kring... suara telpon berbunyi menghentikan tawa kedua sahabat itu,


Alisa mencari hanpone nya yg berdering,


"aris" gumam nya, sebelum kemudian iya menekan tombol biru di layar itu, dan mendekatkan benda persegi itu, menempelkan ke telinga nya


"bak , bak bunda, bunda jatuh" suara di seberang sana


"apa? terus gimana kondisi bunda?" suara keterkejutan Gadis itu memenuhi ruangan


"harus oprasi bak... dan dana nya cukup besar" hixs..hixs. suara isakan sangadik membuat nya semakin di landa ke cemasan,


"jelasin pelan pelan" titah nya kemudian


Alisa menjatuh kan benda persegi yg ada di tangan nya, hati nya hancur mendengar penjelasan sang adik dan tante, tentang kondisi sang bunda


Eva memeluk sahabat nya yang terlihat gusar, sebagai sahabat Eva jelas tau bagaimana Ekonomi mereka, harus menjalani oprasi dengan jumlah yg mencapai ratusan juta bukan lah uang yg sedikit bagi mereka,


"apa yg harus gw lakuin? bunda jatuh dari kamar mandi, dan sekarang harus oprasi," Alisa membenamkan wajah nya di pelukan sang sahabat,


seharian dua sahabat itu sibuk dengan ide masing masing, kini hari libur mereka di penuhi dengan kegiatan mencari solusi terbaik untuk memecahkan masalah yg di hadapi Alisa,


.


.


pagi pagi se kali Alisa sudah mempersiapkan diri untuk menghadap ARD lagi,


"apa uang sebangyak ini?" lelaki yg iya ketahui sebagai menej ke uangan, itu sedikit membanting surat pengajuan pinjaman yg di berikan Alisa,


"iya pak.. saya butuh uang ini untuk keperluan oprasi ibu saya, saya mohon pak" ucap gadis itu penuh iba


"maaf Alisa, tapi uang sebanyak ini, kami harus meminta perstujuan presider prusahaan untuk menandatangani nya, siang ini saya akan usahakan memberikan keputusan nya" ucap lelaki itu lagi


"baiklah pak saya tunggu keputusan nya, terimakasih pak, saya permisi"


dengan lunglai Alisa keluar dari ruangan,


"gimana? bisa?" Eva bertanya dengan antusias, saat Alisa baru saja mendudukan tubuh nya di kursi kerja nya dan Eva segera menghampiri nya

__ADS_1


"tunggu keputusan big bos kata nya" Alisa tertunduk lesu.. seolah semangat nya pagi ini terbakarhabis " ini satu satu nya harapan gw" tambah nya lagi


Eva menepuk bahu sahabat nya berulang memberikan semangat, Eva sendiri tau itu bukan jumlah sedikit, namun hanya ini harapan mereka,


.


.tidak seperti biasa hari ini Alisa hanya mengaduk aduk makanan yg di pesan nya di kantin kantor barusan., tidak ada semangat yg terpancar di wajah nya seperti biasa,


kegelisahan mengenai kondisi sang bunda membuat nya tak berselera menyentuh makanan nya, Eva yg melihat itu tidak mampu berbuat banyak, sebagai sahabat iya tau bahwa Alisa sangat menyayangi bunda nya, apa lagi setelah kepergian sang ayah , Alisa kini hanya memiliki sang bunda sebagai orangtua tunggal bagi iya dan adik nya


"Alisa, abis makan siang lo di panggil ARD tuh" ucap Angkasa yg baru saja bergabung di acara makan mereka


"hah... iya" ucap gadis itu semangat.


dan pria yg bernama Angkasa itu hanya menganggukan kepala nya saja sebagai jawaban


tanpa pikir panjang Alisa bangun dari duduk nya dan berlari meninggalkan mereka dengan semangat


"Al makanan lo aja belum di makan ni" teriak Eva , yg sudah pasti tidak lagi di gubris oleh gadis itu,


tok..tok... Alisa mengetuk ruangan atasan nya, iya menlongokkan kepala mencari seseorang yg ada di dalam


"pak.. maaf pak kata nya bapak tadi mencari saya" ucap nya setelah memasuki ruangan itu, dan ternyata sang atasan sedang asik menyantap makan siang nya


"kamu gak sabaran ya, kan saya bilang tadi abis makan siang" ucap lelaki itu mengomel, dengan mulut yg masih penuh makanan


"eh iya maaf pak saya terlalu bersemangat ini sangat penting bagi saya pak, maaf" Alisa menundukan badan nya berulang meminta maaf atas ketidak sopanan nya mengganggu waktu makan siang sang atasan.


lelaki itu menghela nafas nya kesal, namun tak urung iya menunjukan map yg ada di meja dan menyerahkan nya pada Alisa


"itu surat pengajuan pinjaman kamu, jika kamu mau pinjaman mu segera cair, minta tanda tangan sendiri kepada pak prisider." intruksi lelaki itu kemudian


"baik pak" Alsa segera mengambil map tersebut dan berbalik, meninggalkan sang atasan yg sedang sibuk dengan makanan nya


.


.


bersambung .......


BUAT READER SEMUA,,JAGA KESEHATAN YEA.. KARNA CUACA YG SEPERTI INI, SERING BERUBAH RUBAH MEMBUAT DAYATAHAN TUBUH KITA CEPET SAKIT


AUTHOR JUGA MINTA DOA NYA YA.. KARNA AUTHOR JUGA LAGI GAK ENAK BADAN NI,, RASA NYA TULANG NYA SAKIT SEMUA.. 😭😭 CEDIH DUEH... 😭😭😭


TAPI AKU TETAP SEMANGAT BUAT KALIAN..😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


BIAR AUTHORA MAKIN CEMUNGGUTπŸ’ͺπŸ’ͺ


TINGGALKAN JEJAK KALIAN DI KOLOM KOMEN DONGπŸ™πŸ˜πŸ˜πŸ˜


__ADS_2