
Boby binggung harus mencari kemana gadis itu, sudah 1 minggu iya mencari dan menelusuri jalan di sekitaran perkampungan villa, tpi tetap tidak menemukan gadis itu
bahkan iya telah menyebar orang nya keseluruh wilayah, namun karna mereka hanya memiliki sedikit petunjuk itu sangat menyulitkan
bahkan Boby tidak tau nama atau pun poto gadis itu, iya hanya mengandalkan seketsa yg iya buat dengan ingatan yg samar samar,
karna memang saat itu iya sedang dalam ke adaan mabuk
tpi iya mengingat dengan jelas mata indah itu..
.mata bulat nan jernih yg meneduhkan hati
iya bahkan senyum senyum sendiri saat mengingat mata polos itu, tpi sesaat kemudian iya akan mengerang frustasi saat mengingat hal selanjut nya
Boby duduk di taman belakang villa dengan di temani desiran angin pegunungan yg sejuk menyapu lembit wajah nya yg elok dan rupawan
.iya menggenggam barang yg wanita itu tinggalkan
" bisakah aku menemukan mu? aku sangat menyesal, hanya ini yg kau tinggalkan, aku ingin menemuimu 1 kali lagi, aku mohon"
pria itu mengangkat kepala nya merasa kan sejuk nya angin yg berhembus
"tuan kami belum bisa menemukan nya tuan"
para bodygout itu menyampaikan nya dengan wajah yg tertunduk takut
mendengar itu pria itu mengalihkan pandangan nya dan menatap para bawahan nya yg tidak becis bekerja menurut nya
"apakah se sulit itu mencari nya? apa kalian tidak bisa bekerja denan benar, bahkan hanya 1 orang gadis pun kalian tidak mampu menemukan nya" pria itu mendecis kesal
"maaf kan kami bos"
di bawah pohon rindang itu, Boby mengamati sekitaran area mini market tempat nya bertemu gadis itu , iya masih berharap ada ke ajaiban agar iya bisa bertemu sekali saja , sebelum iya kembali ke ibu kota.
di sisi lain alisa dan sang bunda baru pulang dari pasar saat mereka berjalan, iya langsung membalikan tubuh nya
"kenapa sayang? kok tiba tiba panik gitu? "
sang bunda mengernyit aneh melihat putri nya yg tiba tiba berubah panik
"bunda Lisa pinjem itu dong"
iya menunjukan kain perca yg di beli bunda nya di pasar tadi yg niat nya ingin di jadikan taplak meja
gadis itu melilitkan kain itu di kepala nya membungkus nya hingga menutupi separu wajah nya,
__ADS_1
"bunda kita jalan nya cepetan ya "
"loh memang kenapa? terus ngapain kamu pakai gituan?"
" panas bun" iya tersenyum lebar menunjukan gigi putih nya pada bunda nya dan sedikit berekting ke panasan, sedikit mengibas ibaskan tangan nya mengipasi wajah nya
" bunda ayo, cepet aku kepanasan tau, nanti gosong gimana"
"memang nya ayam bakar gosong"
"ih bunda" Alisa mengernyit sebal "bunda sini aku bawain belanjaan nya biar cepet jalan nya"
"memang gak berat, kan kamu udah bawa banyak"
"gak papa bun kuat kok, aku kan anak nya nyi samson hiihiihii "
"oke ini juga ya, terus yg ini, dan yg ini, jd bunda tinggal bawa ini deh"
sang bunda justru ngeloyor pergi setelah meninggalkan banyak barang yg iya berikan ke pada sang putri, dan iya hanya menenteng keresek kecil di tangan nya
"O,M,G BUNDA........."
gadis itu kesal bukan kepalang "bunda ini nama nya aku semua yg bawa dong" sambil menghentakan kaki kesal ahir nya iya mengambil semua belanjaan yg bunda nya tinggalkan dan sedikit berlari menyusul sang bunda
DEG.....
tapi iya tak bisa melihat siapa prua bertubuh tunggi, berbadan tegap itu, karna posisi nya membelakangi nya
.tapi entak kenapa iya justru merasa mengenali pria tersebut, postur badan nya mengingat kan iya dengan pria bedebah yg merenggut kesucian nya malam itu
dengan sedikit ragu Alisa mendekati itu nya,
iya langsung menutup sevagian besar wajah nya dan mengenakan kacamata hitam yg iya bawa untuk menutupi setengah wajah nya yg terlihat.
"buk maaf saya mencari wanita yg ada di seketsa ini, apa ibu bisa mengenali nya?"
pria itu memperlihat kan seketsa
nya dan menujukan pada sang ibu.
"mampus lo ini beneran lelaki bedebah itu, gimana dong"
Alisa diam di samping bunda nya namun iya membuang muka saat lelaki itu memperhatikan nya
" boleh saya lihat tuan" bunda mengulurkan tangan dan mengambil kertas itu
__ADS_1
"seperti nya tidak asing, tapi siapa ya bunda gak begitu ingat" berusaha berfikirkeras
"Lisa coba deh kamu lihat seperti nya gak asing tapi bunda gak begitu yakin"
"waw apa ini gak berlebihan, memang di mata nya aku secantik ini ya, haa haa haa jadi G.R. nih"
dan senggolan dari sang bunda membuyarkan lamunan nya,
"gak kenal bun, ayo bun kita cepet pulang nanti Aris ngomel lagi ke lamaan, dia kan belum sarapan" gadis itu merangkul lengan sangbunda dan menarik nya menjauh
namun lagi lagi iya terhenti saat pria yg ada di hadapan nya ini menghalangi jalan nya
"nona apa boleh saya melihat wajah nona?"
alisa menegang mengdengar permintaan kecil dr pria itu "mampus gw, apa dia tau, yatuhan bisa di cincang bunda ni kalau bunda tau kejadian malam itu,! oke harus ekting sebaik mungkin"
Alisa berdehem menghilangkan ke gugupan nya
"maaf tuan mata saya sedang sakit jadi saya tidak bisa melepas nya"
"hanya sebentar nona, saya merasa pernah bertemu dengan anda sebelum nya"
"Tuan maaf, saya buru buru jadi saya permisi"
gadis itu narik bunda nya menjauh dan dengan cepat memanggil taxsi
dan saat itu BOby.....
.bersambung
.
.
.netizen: thor lo kebiasaan deh potong skip di tengah jalan, bikin macet aja deh๐๐
.
.
.
.Author : ya gimana dong abis udah panjang ni, udah sampe 800 kata lebih malah๐
.
__ADS_1
.
.Author : maknya biar thor nya makin semangat ๐ช๐ช kasih aku like๐ dan komen nya dong๐๐๐