
"siapa kalian" teriak Alisa, iya segera memundurkan kembali langkah nya, saat dua orang bertubuh besar menghadang nya di depan pitu
"siapa kalian" teriak nya sekali lagi, iya reflek semakin memundurkan langkah tubuh nya ke belakang, untuk menghindari jarak dari dua orang lelaki itu yang semakin merangseng maju mendekati nya
"hahahaaaa" tawa Nadia melebar saat iya melihat wajah panik dan ke takutan Alisa,
"lepaskan aku" Alisa berontak sekuat tenaga saat kedua orang dengan wajah sangar memegang kedua tangan nya dan dengan kasar menarik nya kembali ke dalam, dan menghempaskan tubuh wanita itu dengan kasar,, membuat Alisa merintih kesakitan
Alisa kembali mendongakan kepala menatap Nadia yang terlihat sumringah dengan pandangan marah, sekaligus takut
"apa sebenar nya mau mu" teriak Alisa meninggikan suara nya
Nadia bersidekap dengan santai, berdiri di hadapan Alisa dengan pandangan meremehkan "aku ingim kau hancur, seperti kau menghancurkan semua nya dari ku" ucap nya lambat lambat,buat Alisa mengerutkan kening nya todak memgerti
"apa maksud mu, aku bahkan tidak pernah mengganggu mu"
"kau sangat mengganggu" sanggah Nadia cepat dengan nada tinggi penuh kemarahan
"pertama, kau mengganggu hubungan ku dengan Kris, kau mengambil perhatian dan cinta nya dari ku, kau, karna kau buhungan ku dengan Kris menjadi semakin buruk dan sekarang iya membenci ku, apa kau Puas" Nadia terengah, dada nya naik turun meluapkan kemarahan yang luar biasa, terlihat kemarahan dan kebencian yang luar biasa di sana, bahkan di mata Alisa gadis itu layak nya orang gila yang sedang kehilangan akal nya, membuat bulu kuduk Alisa meremang
"apa maksud mu" ucap Alisa tergagap, setelah berhasil mengembalikan kesadaran nya dengan susah payah, karna ini kenyataan yang sangat mencengangkan
"ya ibuku dan ibu nya Kris itu bersahabat, dan kami telah di jodohkan, walaupun tau Kris menolak nya, tapi setidak nya iya masih perhatian terhadap ku, sampai ahir nya kau datang dan merebut tender besar itu dari ku, padahal kau tau, dengan Alasan itu aku bisa lebih dekat dengan nya," suara Nadia merendah dan seketika meninggi kepuh amarah
"dan Kau, kau menghancurkan segala nya, kau bahkan membuat nya tertarik dengan ****** seperti mu" teriak Nadia , sambil menuding Alisa, layak nya orang gila yang kehilangan akal
"dan kini iya semakin membenci ku, karna kau, kau kan yang telah mengatakan pada nya bahwa Aku yang mengerjai mu di toilet waktu itu" tuduh Nadia
Alisa masih tercengang, menerima kenyataan yang mengejutkan membuat nya sulit berkata kata, seolah semua kata hilang di kepala nya
__ADS_1
"aku tidak, tidak melakukan itu, semua orang pasti mengetahui nya bahkan Aku tidak mengatakan apapun kepada Bobby" ucap Alisa terbata
"bohong"
"aku tidak Bohong" sanggah Alisa cepat, iya tau saat seperti ini iya tidak boleh terlihat lemah, jika tidak maka Nadia akan semakin meraja lela terhadap nya dan berbuat semau nya
Alisa bangkit dari duduk nya, dan mendekat ke arah Nadia
"aku bisa membantu mu mendapatkan Kris, dan aku juga tidak akan mengatakan hal ini kepada Bobby dan dia todak akan menyakitimu atau memecat mu, Aku berjanji, tapi tolong lepaskan aku" pinta Alisa lembut, mencoba bernegosiasi
tapi seperti nya hal iti todak mempan, karna Nadia justru dengan kasar mendorong tubuh Alisa hingga membentur dinding dengan keras, sampai membuat nya meringis
"kau terlambat, dia telah memecat ku, tidak kah kau sadar itu" teriak Nadia dengan marah, dan kali ini mata nya kembali menyiratkan kebencian yang amat sangat
pantas saja, sudah hampir satu bulan ini iya tidak pernah melihat nadia di kantor ternyata Bobby telah memecat nya, tapi kenapa tidak ada yang mengatakan apapun kepada ku" pertanyaan itu berputar di benak Alisa
seolah Nadia bisa melihat apa yang ada di benak Alisa, wanita iti menyeringai bak hewan buas
iya bahakan membuat ku tidak biaa bekerja di manapun sekarang, dan dia juga memgahancurkan bisnis lestoran kecil yang trlah kurintis selama ini, dia juga menggunakan pengaruh nya, gar tidak ada satu trmpat pun yang bisa menerima ku untuk bekerja, kau tau, aku harus membiayi perawatan ayah ku di rumah sakit jiwa, dan sekarang semua nya hancur, Hancur karna kau"
raungan Nadia membuat Alisa terperanjat,
ya ayah Nadia memang sudah sangat lama berada di rumah sakit kejiwaan karna gangguan mental nya akibat kebangkrutan di perusahaan nya dulu, dan ibu nadia seolah malu, hingga iya tidah pernah memperhatikan suami nya bahkan terkesan tidak mau tau,
Alisa menggelengkan kepala nya tidak di sangka semua nya jadi serumit ini, bahkan membuat Nadia , sangat sangat membenci nya, bukan benci bahakan seperti nya wanita itu ingin membunuh nya.
Nadia memberi intruksi kepada dua orang lelaki kekar di belakang nya dengan kode mata, dan dua orang lelaki itu maju mendekati nya, membuat Alisa langsung terkesiap dan tubuh nya menegang, perasaan akut dan pikiran buruk nya berputar di kepala Alisa
"kalian Boleh melakukan apapun, kepada nya dan setelah itu bereskan dia, buang semua bukti dan bersihkan tempat ini agar tidak ada yang mencurigai kita" perintah Nadia kepada dua orang lelaki berbadan besar itu
__ADS_1
karna insting menyelamatkan diri nya Alisa melihat ada balok di samping nya dan dengan perlahan iya menggapai nya
"jangan mendekat"teriak Alisa panik, apa lagi dua orang itu kian lama kian mendekat, di iringi tatapan penuh minat menelisik keseluruh tubuh Alisa, melihat gadis itu dari atas hingga bawah,
salah seorang dari mereka menyeringai, dan hendak menggapai nya, tapi dengan cepat Alisa memukul kepala pria itu dengan balok yang ada di tangan nya, membuat lelaki itu tersungkur dengan darah mengucur di pelipis nya
dan pria satu lagi segera mendekat , mencekal tangan Alisa, tapi alisa segera berbalik dan menendang kan kaki nya sekuat tenaga ke arah ************ bawah pria itu, membuat lelaki itu mengaduh kesakitan dan melepaskan cengkraman tangan nya
tanpa pikir panjang iya segera berlari keluar ruangan itu dan beruntung pintu tidak di kunci
"Bodoh, " raung Nadia,
"mengurus satu orang wanita saja kalian tidak bisa, cepat cari dia sebelum jauh" perintah Nadia marah, dan kedua lelaki itu segera bangkit mengabaikan rasa sakit mereka dan keluar berlari mangejar Alisa
Alissa berlari dengan panik iya sempat kaget ternyata iya berada di sebuah villa besar, dan posisi nya ada di lantai atas,
"tersambung,, angkat angkat mas,, angakat" gerutu Alisa dengan panik saat iya mencoba menghubingi Bobby, sambil terus membawa langkah nya menjauh dari trmpat itu dan mencari jalan keluar
saat langkah nya semakit cepat, alisa tidak lagi memperhatikan jalan nya hingga iya menabrak seseorang dengan sangan kuat, hingga tibuh nya mundur beberapa langkah ke belakang..
"awww,, " pekik alisa kaget, dan lebih kaget saat tau siapa orang yang telah iya tabrak
.
.
.bersambung,,
cerita ini akan aku. persingkat,, terimakasih atas suport nya selama ini,,
__ADS_1
tapi ada beberapa hal yang membuat aku harus segera mengahiri cerita ini jadi,, mohon maaf๐๐