BUKAN CINTA KONTRAK

BUKAN CINTA KONTRAK
BAB: 20. DILEMA


__ADS_3

Alisa menjalani hari nya seperti biasa bahkan gadis itu kini lebih terlihat semangat dan ceria, satu hal yg iya sadari adalah jangan lari, semakin iya lari maka masalah akan semakin mengejar dan menghantui nya,


semua akan selalu indah pada waktu nya, itulah petuah yg di berikan Kris kepada nya


apalagi setelah iya menceritakan semua beban hati nya kepada sang sahabat Eva, itu membuat nya semakin lega dan mengurangi beban di hati nya,


Eva juga sahabat yg luar biasa bagi nya, karna Eva sama sekali tidak menyudutkan atau menjauhi nya, seperti yg di takutkan nya selama ini, justru sahabat nya lah yg memberikan nya banyak dukungan dan motifasi.


di tambah Boby telah berbaik hati dengan memenuhi janji nya , setelah iya menemui sang big bos, di tempat yg pria itu inginkan, Boby bersedia memberikan kembali kalung ke sayangan nya, ya walaupun harus melewati pase negosiasi yg panjang


.


sudah beberapa bulan ini Alisa selalu di sibukan dengan proyek baru yg tim nya tangani, bahkan kini iya banyak melakukan aktifitas di luar kantor


.


siang ini Alisa dan Ari, mereka sedang berada di salah satu hunian mewah milik perusahaan mereka, mereka menjelaskan semua detail keuntungan dari bangunan itu, dari pengamanan yg pasti 24jam non stop, dan ke lengkapan vasilitas di dalam nya,


"baik Bak saya suka dengan konsep nya, lalu bagai mana dengan surat surat nya?"


"bapak tidak perlu hawatir tentang itu kami akan segera mempersiapkan nya"


" baik saya ini secepat nya "


sebelum pergi mereka berjabat tangan, "tentu pak terimakasih atas kepercayaan nya" dan setelah itu yg pembeli pergi meninggalkan mereka ,


"Alisa gw laper ni makan yuk" rengek Ari sambil memegangi perut nya yg keroncongan karna memang saat ini waktu sudah lewat jam makan siang


"oke gw juga laper nia" ucal Alisa semangat, karna memang perut nya pun sudah oasti keroncongan, minta di isi


.


di ruangan nya Boby sedang pokus menatap layar monitor, dan dengan berkas berkas yg menumpuk di hadapan nya ,


tut... tut...


Lelaki itu menekan tombol hijau, mengangkat pangilan dari sekartaris nya menggunakan telpon kantor


"ya ada apa"


"maaf pak, ada pak Wiliam ingin bertemu"


Mendengar nama Wiliam iya menghentikan kegiatan nya sesaat "baik persilahkan masuk"


kreak....

__ADS_1


"hey sob kenapa masih begitu sibuk tidak bisakah bersantai sedikit?"


Wiliam mendudukan tubuh nya di atas sofa sambil merentangkan tangan nya mencari posisi yg nyaman


Boby dengan malas, bangun dari kursi kebesaran nya dan ikut duduk berhadapan dengan pria itu,


"huuh kau menghilang bagai di telan bumi"


"ayolah kau tau kan aku kanya sedang mencari angin segar di sana"


"kau selalu saja seperti itu"


"oh ya aku jadi menginggat sesuatu!, apa kau sudah menemukan wanita itu?"


Boby memang sudah menceritakan masalah nya ke pada Wiliam, saat itu iya berniat meminta tolong pada sahabat nya ini karna waktu itu ada urusan mendesak perusahaan, yg mengharuskan nya pergi ke Singapore, dan saat itu dia belum menemukan gadis yg telah iya lecehkan itu namun sial nya iya justru mengatakan tidak bisa membantu karna iya juga ada urusan di luar negri. dan alasan nya tidak jauh jauh dari wanita, keterlaluan sekali bukan.


Wiliam dan Boby adalah teman dari mereka kecil, orang tua Wiliam dulu nya Adalah rekan bisnis keluarga nya Boby, jdi tidak heran jika mereka saling tau segala hal dan termasuk kisah cinta Masing masing


"kenapa? kau belum menemukan nya? baik lah karna aku sudah kembali, sebagai sahabat yg baik aku akan menemukan nya untuk mu"


"tidak perlu, aku sudah menemukan nya, "


Boby beranjak dari duduk nya menuju pintu, dan keluar darinruangan itu


"apa? hey.. kau mau kemana kau belum menceritakan nya pada ku" Wiliam pun lari menyusul sahabat nya dengan langkah seribu


" hey kenapa diam? apa kau benar benar tidak akan memberitau ku siapa dia?" Wiliam mulai frustasi karna di abaikan


"kau akan menemui nya nanti bukan kah masih banyak waktu"


"ah,, iya baik lah, lagi pula aku juga baru sampai,! lalu kita ingin pergi ke mana? "


"makan, aku sangat lapar"


"ah iya baik lah"


.


setelah mengatakan pesanan mereka, pelayan segera pergi mempersiap kan semua nya, ya kini mereka memang ada di sebuah restoran sederhana namun terkesan sangat nyaman, di tambah dengan dekorasi tempo dulu, membuat pelanggan betah berlama lama, makanan nya pun terbilang enak tidak kalah dengan lestoran berbintang


Boby mendengar suara riang seseorang yg sangat pamiliar di telinga nya, iya melebarkan pandangan nya menyapu seluruh sudut di lestoran yg memang tidak terlalu luas itu,


pandangan nya tertuju pada 3 orang sosok yg iya kenal 2 di antara nya adalah kariawan nya, dan yg satu nya lagi adalah patner kerja nya beberapa bulan ini


"mereka sedang apa di sini? kenapa terlihat begitu senang? " gumam Boby

__ADS_1


"hei ada apa, apa yg kau lihat?" Wiliam pun mengikuti arah Boby pandangan lelaki itu


Wiliam sedikit aneh, apa nya yg salah? bukan kah mereka hanya sedang berbincang! apa Boby mengenal nya? fikir Wiliam


sebuah sentuhan di tangan nya mengagetkan nya, Boby segera mengalihkan perhatian nya kepada lelaki di hadapan nya ini


"apa" ucap nya jengkel


"apa kau mengenal mereka? mengapa melihat mereka sekan kau tidak suka?"


"itu mereka adalah..


"permisi tuan ini pesanan nya" kata kata Boby terpotong oleh sapaan pelayan yg mengantarkan pesanan nya, setelah hidangan telah di sajikan pelayan itu pamit undur diri dengan sopan


lupa dengan apa yg di bahas sebelum nya mereka lebih memilih menyantap makanan yg telah di hidangkan, karna memang prutmereka sudah sangat keroncongan minta di isi, namun diam diam Boby memperhatikan gerak gerik mereka


tidak lama kemudian terlihat Ari sudah berdiri, dan pergi meninggalkan restoran itu, dan kini yg tersisa hanya 2 orang, yaitu Kris dan Alisa


mata Boby membulat penuh kemarahan saat melihat adegan yg ada di depan nya, walau mungkin ke dua orang otu pasti tidak akan menyadari nya, karna memang posisi mereka membelakangi nya, namun jika lelaki itu berniat menguping pembicaraan mereka itu juga sangan mudah, iya hanya perlu menajamkan pendengaran nya saja, karna memang posisi nya tidak lah terlalu jauh


.


Denga lembut Kris menggenggap tangan Alisa di atas meja, gadis itu sempat terlonjak kaget dengan tindakan pria yg ada di hadapan nya ini, namun dengan segera iya menguasai diri dan tersenyum manis menanggapai nya


"Alisa mengagumi mu, aku mengagumi setiap kesungguhan yg kau tunjukan dalam setiap usahamu,, kau selalu melewati kesulitan dalam hidup mu dengan senyuman, kau bahkan lebih seperti wonder woman di mataku"


"haahaa Kris, apa yg kau katakan, ini semua karna saran dari mu juga, aku sangat bersyukur di pertemulan teman sebaik diri mu" Alisa tersenyum tulus, iya juga menepuk nepuk pelan tangan kokoh yg kini menggenggam tangan nya


Kris menegakan badan nya dan mengatur posisi duduk nya,iya menatap dalam wanita yg ada di hadapan nya itu


"aku tidak ingin menjadi sahabat ataupu teman mu" iya menatap wanita itu semakin dalam, memberi jeda sesaat sebelum melanjutkan ucapan nya


"aku ingin kau menjadi kekasih ku, aku akan menjaga mu"


deg... jatung alisa sekan berhenti berdetak, iya tidak pernah menyangka lelaki yg selama ini selalu bisa membuat nya tertawa, dan sedikit mengobati luka nya tiba tiba, akan mengungkapkan hal yg tidak oernah di bayangkan sebelum nya


.


akan kah sahabat menjadi cinta?


gimana kelanjutan nya?


.menurut kalian apa lebih baik Alisa sama Kris aja??πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”


.bantu jawab di kolom komen yeaπŸ™πŸ™πŸ˜˜

__ADS_1


.


.SAL HANGAT AUTHOR AMATIRAN πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜‰


__ADS_2