
kini mereka sudah berkumpul di ruang makan, membahas hal hal yang terkadang membuat gadis yang ada di antara mereka tidak mengerti akan maksud nya
dan memilih diam lalu sesekali tersenyum adalah pilihan tepat untuk gadis itu saat ini.
"jadi kalian akan menikah di ahir bulan ini" kakek Halim berucap sambil menyuapkan makanan nya
uhuk..uhuk.. Alisa tersedak, membuat nya terbatuk batuk, mendengar perkatan kakek Halim,iya segera mengambil Air, yang di sodorkan lelaki tampan yang ada di samping nya
"makan perlahan, tidak ada yang akan merebut nya dari mu" Boby mengusap punggung gadis itu lembut
"maaf" .menunduk malu,
"emz.. kakek kenapa harus terburu buru" tanya gadis itu pelan, namun jelas
kenapa mereka berdua jadi menatap ku seperti itu??
"ha..ha.. bukan apa apa, aku hanya merasa tidak kah terlalu cepat, aku bahkan belum mengatakan apapun pada ibu ku" tambah gadis itu hati hati,
Boby menekan tangan Alisa di bawah meja dengan kuat, membuat gadis itu menolehkan pandangan nya ke pada pria itu
mata Boby bersinar tajam, membuat tubuh gadis itu bergetar dan berkeringat dingan, walaupun pria itu memasang senyuman di bibir nya, manun mata nya mengatakan hal yang berbeda
"sayang, bukankah aku mengatakan, kau hanya perlu tersenyum dan menganggukan kepala mu" cicit nya pelan namun penuh penekanan..
"maaf" Alisa menundukan kepala nya, mempokuskan diri pada makanan nya, walaupun sebenar nya kini iya sudah tidak lagi berselera
aaa.. kenapa aku harus berurusan dengan lelaki ini sih,,,Alisa
"siapkan semua nya kakek, sisa nya serahkan pada ku, aku yang akan menyelesaikan nya, tapi aku ingin pernikahan yang sederhana, aku ingin pernikahan yang hanya di hadiri orang orang tertentu saja, tidak ada media" ucap Boby tegas, iya tidak ingin pernikahan yang akan membuat diri nya repot luar biasa
.
setelah sedikit ketegangan, mereka semua kembali terdiam, dan sesekali mengoprol hal yang tidak begitu penting, namun semua nya berjalan dengan baik
"pak udah malam, apa gak sebaik nya kita pulang" bisik nya kepada Boby
__ADS_1
Boby menganggukan kepala nya tanda mengerti, setelah ith tidak lama lelaki itu berpamitan ke pada sang kakek,
"ingat pernikahan bukan untuk di permain kan" cam kakek Halim kepada mereka sebelum merek benar benar memasuki mobil, dan melaju pergi menjauh dari rumah besar itu.
.
.
di sepanjang perjalanan tidak banyak percakapan di antara mereka, Boby hanya pokus pada ipad di tangan nya, sedangkan Alisa memilih melemparkan pandangan nya keluar cendela, melihat jalan yang lengang di luar sana, mungkin karna waktu sudah sangat larut malam
banyak yang berkecamuk di fikiran gadis itu, terutama tentang rencana pernikahan nya, ada rasa senang di hati nya, namun iya juga gelisah karna lelaki itu menikahi nya bukan karna Cinta, tapi karna kepentingan pribadi nya
aku ingin menikah dengan lelaki yang mencintai ku, tapi kini aku harus menikah dengan Pak Boby bukan di landasi cinta, tapi perjanjian kontrak,, apa ini keputusan yang tepat tuhan?,,
pertanyan itu selalu berputar putar di kepala nya, membuat nya di lema
"apa yang kau fikirkan?" pertanyaan dari Boby membuat Alisa tersadar dari lamunan nya dan mengalihkan pandangan nya kepada lelaki itu
Alisa memandang lurus lelaki yang kini juga sedang menatap nya, kilau remang lampu membuat lelaki itu semakin berkarisma di mata Alisa,
Alisa tanpa sadar mengulurkan tangan nya menyentuh wajah pria itu menyentuh pipi tirus dan mulus lelaki itu membuat hati nya tiba tiba bergetar hebat, Alisa tersenyum simpul sampil mengusap wajah pria itu lembut,
entah apa yang ada di fikiran wanita itu sekarang, tapi yang jelas Alisa merasakan getaran aneh di hati nya, Ada rasa senang dan sedih bercampur bersamaan
mata itu mengingatkan nya kepada lelaki yang pernah menyelamatkan nya, itu adalah momen di mana Gadis itu merasa memiliki seseorang yang dia inginkan dalam hidup nya, bahkan iya pernah sangat berharap tuhan berbaik hati mempertemukan mereka kembali
tapi saat yang sama tiba tiba ekspresi Alisa berubah saat iya melihat mata yang sama itu juga yang merenggut ke hormatan nya, membuat situasi sulit dalam hidup nya, dan kini semua menjadi lebih rumit bagi nya
Boby memandang Alisa dengan bingung, iya sedikit terlonjak saat tangan mungil gadis itu menyentuh dan mengusap lembut wajah nya,
jantung nya berdegup kian kencang saat mata indah wanita itu memandang nya dengan kebahagian dan senyuman
, namun entah mengapa mata itu tiba tiba mata itu berubah menyalang, seperti ada kemarahan dan kebencian di sana, persis seperti saat pertama kali mereka bertemu di perusahaan nya secara tidak di sengaja
"ada apa? " tanya lelaki itu kemudian, masih dengan pandangan binggung
__ADS_1
Alisa segera menarik tangan nya dari wajah pria itu, "tidak ada, maaf aku hanya sedang memikirkan sesuatu" jawab nya kemudian lalu kembali mengalihkan pandangan nya
Boby segera menarik dagu gadis itu kembali membuat pandangan mereka bertemu,
iya melihat setitik ktistal bening yang menggenangi pelupuk mata gadis itu, namun secepat kilat gadis itu menghapus nya, tidak membiarkan pria itu melihat nya lebih lama
"ada apa?" tanya nya kembali, kali ini dengan nada yang lebih tegas
"tidak ada, aku hanya sedang memikirkan sesuatu"
"apa yang kau fikirkan?" Boby menyipitkan mata nya menganalisa setiap ekspresi yang gadis itu tunjukan
Alisa langsung menepis tangan kekar Boby dari wajah nya, iya segera mengalihkan pandangan nya ke sembarang tempat
"bukam apa apa"
"katakan apa yang kai fikirkan?" paksa lelaki itu
"bukan kah kau memiliki kekasih, kenapa tidak meminta ke kasih mu untuk menikahi mu? menjawab dengan ketus
"apa maksud mu?" binggung
Alisa kembali mendongakkan kepala nya, menatap lurus lelaki di hadapan nya yang juga sedang menatap nya intens
"malam itu, saat kau memperkosa ku, kau selalu memanggil ku dengan sebutan BELLA, Bella, bukan kah dia ke kasih mu? dan sekarang jika bapak menikahi saya namun masih mencintai wanita lain apakah menurut anda itu benar? Alisa sampai meningikan suara nya, entah bagai mana tapi iya merasa sesak saat mengingat kenangan buruk itu,
bagaimanapun iya selalu menjaga ke hormatan nya, iya ingin suami nya lah yang menjadi lelaki pertama bagi nya, namun semua mya sirna begitu saja, karna ke egoisan se orang pria
"Aku ingin menikah, dengan lelaki yang aku cintai dan juga mencintai ku," cicit gadis itu kemudian, dwngan suara pelan, dan menundukan wajah nya dalam, menutupi wajah nya yang kini basah di penuhi air mata
"Boby menghela nafas kasar, iya tau malam itu iya memang melakukan kesalahan yang fatal, iya telah menodai seorang gadis polos yang menolong nya, dan iya justru melakukan hal yang tidak pantas sebagai balasan nya
.
.
__ADS_1
bersambilung.......